
" Astagfirullah.... " ucapnya kaget bukan main, bagaimana tidak...sepanjang dari kakinya hingga ke meja Samudra sampah koran berhamburan... ada yang di robek, ada yang di gumpal ada yang berceceran kemana-mana. Melody memandangi wajah Samudra yang anteng saja, ia sedang asik mengetik di laptopnya... aneh, tapi kenapa banyak sampah seperti habis mengamuk saja????
Sambil bertanya dalam hati Melody meletakkan kopi yang di bawanya di meja Samudra
" Silahkan di minum kopinya tuan bos " ucapnya sopan
" Hemmm " sahut Samudra tanpa menoleh
" Tuan bos tadi si komo lewat sini ya...?? " tanyanya tiba-tiba membuat Samudra yang sedang menyeruput kopi panas langsung tersedak
" Uhuk.. uhuk.. uhuk... kamu tuh ya kalo nanya yang bener, mana ada zaman gini di komo lewat sini!! mana tissu... bajuku sampai kotor kan " omel Samudra kesal, Melody segera mengambil selembar tissu basah lalu memberikannya pada Samudra
" Kirain tuan bos... habis ini ruangan kayak habis kena angin ****** beliung " jawab Melody
" Trus apa hubungannya angin ****** beliung sama si Komo?? " tanya Samudra dengan mata melotot
" Ya ngak ada tuan, kan Mel nanya doang he he " jawabnya sambil nyengir
" Asem gua di kerjain ama mi bocah " omelnya dalam hati, Samudra langsung berdiri dan menjewer kuping Melody saking kesalnya
" Aduhhh duhh tuan... ampun, ngak lagi deh Mel nanya.. ampun " rengeknya macam anak kecil
" Ambilkan bajuku di lemari di kamar, lihat bajuku kotor karena pertanyaan ngak jelasmu itu " titahnya
" Baik tuan boss... " Melody pun masuk ke ruang istirahat Samudra dan mengambil sebuah kemeja baru berwarna ungu muda
" Ini tuan..... " ucapnya sambil menyerahkan kemeja barunya pada Samudra
" Gantung di situ... " titahnya... Samudra lalu membuka jas dan dasinya, ia lalu mulai membuka kancing bajunya dan melepaskan kemejanya, Sedangkan mata Melody asik memperhatikan sampah yang berhamburan di lantai..
"wah si. boss bikin kerjaan Mel tambah banyak nie... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" cicitnya dalam hati
" Kemarikan kemeja barunya!! " titahnya, Melody lalu menyerahkan kemeja pilihannya dan matanya melotot melihat Samudra yang bertelanjang dada di depannya, ia langsung menutup matanya dengan sebelah tangannya
__ADS_1
" Ihh tuan boss.... buka baju sembarangan, Mel malu liatnya... aduh kalo bapak tau bisa di hukum Mel... dibilang Mel cewek keganjenan nanti " cerocosnya tetap dengan mata tertutup, Samudra tertawa geli melihat kelakuan Melody... ia diam saja lalu mengambil kemeja di tangan Melody...
Beberapa saat kemudian
" Sudah selesai pake bajunya tuan bos?? " tanyanya
" Hemmm... " sahut Samudra, Melody pun langsung membuka matanya dan ternyata ya... Samudra masih bertelanjang dada dan berdiri sambil melipat kedua tangannya di atas roti sobeknya
" Yaakkk....tuan boss bohong.....!!! " jeritnya kembali menutup matanya dan berbalik membelakangi Samudra
" Tuan boss kenapa bajunya ngak di pake sih...!!! " jeritnya kesal
" hei bocah Gimana aku mau pake.. kamu ngak lihat jasku warnanya coklat tua, masa kau beri kemeja warna ungu kamu kan perempuan seharusnya mengerti mode, ambil yang lain " omel Samudra balik
Mendengarnya Melody langsung saja merengut
" Tuan bos kan ngak bilang mau warna apa... ya Mell ambil aja sesuai status bos " sahutnya
" Sesuai statusku.... memangnya apa hubungannya kemeja ungu muda ini dengan statusku hah..?? " tanya Samudra lagi
" Jadi kamu samakan aku dengan janda??? " tanyanya lagi... Melody diam saja tetap dengan mata tertutup
" Buka matamu... ku hitung sampai 2..kalau tidak... "
" Lho kok 2 aja tuan biasanya kan 3..." protesnya sambil membuka matanya tanpa sadar....
" Yaaakkkkk...... mataku ternoda hua hua hua " teriaknya lagi begitu melihat. dada telanjang Samudra tepat di depan matanya, Melody hendak berlari... namun Samudra menahan bahunya dengan kedua tangannya
" Diam ngak... kalo masih aja teriak kucium nanti bibir lemesmu itu.... " bentak Samudra otomatis Melody langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya
" Ya Allah... kok gini amat ya.... hidup Melody, baru juga 19 tahun mata Melody sudah ternoda " ucapnya dalam hati, setelah Melody tenang Samudra pun melepaskan tangannya
" Sana ambilkan baju warna putih apa krem, awas kalo mulutmu ribut lagi !!" titahnya, tanpa suara Melodypun mengambil kemeja ungu muda tadi lalu masuk kembali mengambil kemeja warna krem
__ADS_1
Samudra bersender di meja sambil menunggu Melody keluar dari kamarnya, Melody menaikkan kemeja hingga menutupi wajahnya... agar ia tak melihat tubuh Samudra, setelah memberikannya Melody langsung mengumpulkan sampah koran di lantai
" Mata ternoda apanya... seharusnya kau bersyukur.. di antara seluruh pekerja wanita di perusahaan ini, kau adalah satu-satunya gadis yang beruntung bisa melihat roti sobekku ini... " omel Samudra lagi.... Melody langsung saja memutar matanya....
" Ihh dasar. bos gemblung.... dibilangnya Mel beruntung??? ya beruntung kalo besok mata Mel ngak timbilan. hik hik hik.... " cicitnya dalam hati
" Kau dengar tidak apa yang kubilang tadi.....?? "
" Ya tuan boss... Mell beruntung " sungutnya sambil memunguti sampah yang di buat Samudra
" Kamu itu masih bocah... masih kecil ngak usah pacaran dulu, kerja saja yang bener " ucap Samudra
" Ya tuan boss... Mell kan memang maunya begitu, kerja aja yang bener.. nyenangin bapak ibu, ngak mau pacaran dulu " sahutnya sambil mengepel
" Teori saja... Prakteknya nol besar " lanjut Samudra
" Lho kok tuan bos ngomong gitu??? "
" Ya buktinya.. kemaren kamu nelfon pacar kamu sampe nyium2 HP mu segala, cih... gitu katanya ngak pacaran " kembali Samudra mengomel
" Yey.... tuan bos sotak... jangan asal nuduh dong " protes Melody
" Apa itu sotak... botak...?? "
" Sotak... itu sok tau, orang Mel kemaren lho Nelpon bapak... dibilang Nelpon cowok... ihh ngak mel banget tuan... " protesnya
" Bapak mu....??? " tanya Samudra meyakinkan
" Ya iyalah tuan Boss... masa bapaknya orang lain......!!! " keluh Melody
" Lagian itu kan urusan pribadi Mel... ngapain juga sih tuan bos kepo.... "
" Aku bukannya kepo ya bocah, aku hanya tidak suka pekerjaku berpacaran saat jam kerja... camkan itu di kepalamu yang kecil mungil mucil itu " jawab Samudra tak mau kalah
__ADS_1
" Ahhh lelah hayati Melody menghadapi tuan bos gemblung ini. hua hua hua... bapak tolongin Mel doong " teriak suara hati Melody, sedangkan Samudra langsung senyum-senyum sendiri setelah mendengar penjelasan dari Melody
okay... see you next eps