Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
107. keputusan Andra


__ADS_3

Zafira sih tidak masalah karena tahu Gianna anak yang bagaimana? Zafıra sangat tahu walaupun Gianna anak tunggal dan anak dari seorang pengusaha sukses tak membuat Gianna menjadi anak yang manja. Gianna bahkan bekerja di perusahaan dari jabatan paling bawah karena Andi satria Tanjung ingin mengajarkan anaknya untuk belajar dari dasar. Dan Kebetulan juga Gianna memang seumuran dengan Andra mereka juga bersekolah di sekolah yang sama.


" kalau mami terserah Andra saja nantinya kan Andra yang akan menjalani." Jawab mami Zafira.


" Papi juga sama, papi serahkan semuanya ke Andra,"


" Gimana dra?." tanya opa Gibran.


" Bismillahirrahmanirrahim, insyaallah Andra siap untuk menikahi Gianna." Ucap Andra.


" Alhamdulillah."


Andra berpikir nggak ada salahnya menerima permintaan orang tuanya Gianna terlepas itu permintaan terakhir atau bukan. Karena menurut Andra yang sudah mengenal lama Gianna, Gianna adalah gadis yang baik, solehah, lembut dan pintar jadi tak ada alasan Andra untuk menolaknya.


" Terima kasih nak karena sudah mau memenuhi permintaan om, nak Andra jadi sewaktu-waktu Allah SWT memanggil om untuk kembali ke sisinya om sudah siap." Ucap Andi satria Tanjung menangis haru.


" Ya sudah kalau Andra sudah setuju, kira-kira kapan acara akadnya di laksanakan." Tanya Roy Andrian Tanjung.


" Saya mau Minggu ini bisa?." Tanya Andi satria Tanjung.


" Bagaimana kalau tiga hari lagi karena kita harus mengurus surat-surat terlebih dahulu bagaimana?." Tanya opa Gibran.


Andi satria Tanjung pun setuju.


Setelah menemukan kesepakatan kini kami pun pamit pulang. Tapi sebelum pulang Andra sempat menanyakan ke Gianna soal mas Kawai.


" Gia kamu mau mas kawin apa dari aku?." Tanya Andra.

__ADS_1


" Aku Nggak minta mas kawin apa-apa ndra kamu mau mengabulkan permintaan papa saja aku sudah bersyukur karena aku punya firasat yang nggak enak tentang papa." Ucap Gianna.


" Jangan berpikir buruk teruslah berdoa semoga saja firasat kamu salah. Soal mas kawin itu harus dan sudah kewajiban aku." Ucap Andra.


" Terserah kamu asal tidak memberatkan kamu aku akan menerimanya." Jawab Gianna.


" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Andra


" Walaikum salam."


Malam harinya Andra menelpon Ayra, walaupun Ayra sudah di pastikan tidak ada di waktu dia akan menikahi Gianna tapi ayra harus tahu. Sebenarnya Andra ingin adiknya itu melihat dia menikah karena Ayra satu-satunya saudara kandung yang dia punya.


" Assalamualaikum dek."


" Walaikum salam mas, mas andra baik kan."


" Aku baru sampai apartemen. Kabar yang lainnya gimana?."


" Alhamdulillah mereka sehat, dek ada yang mau mas Andra omongin."


" Mau bilang apa?."


" Kamu kenal Gianna?." Tanya Andra.


" Gianna, Gianna Tanjung bukan mas."


" Iya, mas minta kamu jangan marah ya."

__ADS_1


" Gimana mau marah orang ngomong aja belum."


" Mas Andra akan menikah dengan Gianna tiga hari lagi."


" Menikah, maksud nya?." Tanya Ayra kaget.


" Papanya Gianna kecelakaan pesawat."


" Innalilahi, terus keadaan om Andi gimana?." Tanya ayra.


" Kemarin sempat kritis tapi sekarang sudah stabil dan sudah di pindah ke ruang rawat biasa. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan dan om Andi merasa umurnya nggak akan lama dan dia ingin sekali melihat Gianna menikah. Dan om Andi meminta mas Andra untuk menikahi Gianna." Ucap Andra.


" Terus mas Andra gimana?."


" Maaf loh dek bukan mas Andra nggak menghargai kamu sebagai adik kandung mas Andra satu-satunya. Tapi kondisi om Andi yang membuat mas Andra langsung mengambil keputusan." Ucap Andra takut adiknya marah.


" Ayra nggak marah kok mas, cuma Ayra berharap mas Andra mengambil keputusan bukan karena terpaksa atau karena kasihan dengan kak Gianna. Ingat mas menikah itu ibadah yang panjang dan jangan mengecewakan om Andi. Mas Andra tahu kan latar belakang kita sebelum di angkat oleh mami dan papi, kita anak yang lahir tanpa adanya ikatan perkawinan. Keluarga Tanjung nggak mungkin nggak tahu tentang kita secara mereka bersahabat sudah dari opa Buyut." Jelas Ayra.


" Insyaallah dek, mas Andra nggak merasa terpaksa ataupun kasihan. Sebenarnya mas Andra pernah menyukai Gianna pas sekolah cuma mas Andra tahu keluarga Tanjung khusus om Andi pasti akan mencarikan pendamping hidup untuk Gianna dari bebet, bibit, bobot. Makanya mas Andra kubur perasaan itu dalam-dalam dan berserah diri kepada Allah karena mas Andra yakin Allah SWT akan memberikan jodoh yang terbaik untuk mas Andra."


" Ya sudah, tapi maaf Ayra belum bisa pulang."


" Nggak apa-apa nanti kamu pulang pas liburan, pas mas Ghaizan dan Zee nikah."


" Iya insyaallah Ayra akan pulang. sudah dulu ya mas Ayra mau istirahat dulu salam buat yang lainnya. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."

__ADS_1


__ADS_2