
Selama tujuh hari Bagas dan keluarga kecilnya menginap di rumah peninggalan ayahnya. Dan kini mereka pun akan kembali pulang ke kediaman keluarga al-Fathir . Tapi sebelum pulang Bagas mengumpulkan semuanya karena dia ingin menyampaikan amanat ayahnya sebelum pergi.
Kini sudah berkumpul Bagas, Zafira, jihan,Carlos, aji, Rani, Luna, Arif, Mommy khayra, Deddy Gibran, pengacara, dan juga notaris. Sebenarnya Jihan, aji dan Luna berserta pasangan masing-masing bingung mereka di suruh kumpul.
" Maaf kalau kalian Bagas suruh kumpul di sini, karena ada yang ingin Bagas sampaikan. Sebelum ayah meninggal ayah sempat berpesan ke Bagas saat itu."
Bagas POV
Setelah mengantar anak dan istrinya pulang, Bagas kembali ke ruang rawat ayahnya.
Ceklek.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam, sudah pada pulang gas." Tanya ayah Rudi.
" Sudah yah." jawab Bagas yang langsung duduk di bangku dekat sang ayah.
__ADS_1
" Kamu beli apa gas?." tanya ayah Rudi.
" Ini yah beli kopi sama kue, ayah mau kue."
" Nggak gas ayah masih kenyang."
" Oh iya pekerjaan kamu bagaimana di kantor mertua kamu." tanya ayah Rudi.
" Alhamdulillah baik-baik saja ayah."
" Iya yah insyaallah."
" Kasihan Aji gas dia masih belum mampu untuk menghandle perusahaan sendirian. Jadi ayah harap kamu bantu Aji sampai dia bisa mengurus sendiri perusahaan ayah. Walaupun ada Jihan dan Luna tapi mereka sudah menikah dan punya tanggung jawab yang harus mereka berdua usahakan."
" Iya ya, sebisa mungkin Bagas akan bantu aji. Walaupun Bagas nggak bisa sering mengunjungi perusahaan ayah . Tapi insyaallah akan Bagas awasi dari jauh jadi ayah nggak usah khawatir. Sekarang yang harus ayah pikirkan kesehatan ayah aja." Ucap Bagas.
" Nggak gas, ayah sudah di jemput sama kakek, nenek dan ibu kamu. Sudah cukup ayah menjaga kalian dan kalian sekarang sudah punya keluarga masing-masing. Jadi biarkan sekarang ayah yang akan menjaga kakek, nenek dan ibu kalian." Ucap ayah.
__ADS_1
Deg...
Bagas kaget dan entah mengapa Bagas merasa ayahnya akan pergi jauh dan tak akan kembali. Tapi Bagas berusaha menipis pikiran negatifnya itu.
" Gas kamu bisa bantu ayah?."
" Apa itu yah?."
POV end.
" Ayah membuat video yang meminta aku untuk di perlihatkan ke kalian setelah ayah pergi." Ucap Bagas yang langsung memutarkan videonya yang sudah tersambung ke televisi.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, buat anak-anak ayah yang tersayang. Jihan, Bagas, Aji dan si bungsu Luna saat kalian melihat video ini mungkin ayah sudah bahagia bersama kakek, nenek dan ibu kalian. Sebelumnya ayah ingin meminta maaf kepada kalian berempat dengan semua kesalahan yang pernah ayah lakukan. Dan ayah juga berpesan kedepannya kalian akur-akur jangan bertengkar sesama saudara."
" Jihan, aji, Bagas dan Luna, ayah tak punya harta yang banyak yang ayah tinggalkan untuk kalian. Ayah hanya punya satu buah perusahaan dan ayah akan membagi saham perusahaan menjadi Lima. Ke masing-masing anak ayah dan satu bagian lagi itu untuk anak yatim piatu. Ayah harap kalian setuju dengan keputusan ayah dan untuk rumah dan yang lainnya kalian atur saja. Ayah yakin kalian dengan sangat bijak untuk membaginya. Dan untuk yang lainnya ayah sudah berbicara ke pengacara dan notaris. Sudah dulu ya dan salam buat menantu dan cucu-cucu ayah. Assalamualaikum."
Video pun selesai dan terlihat Jihan dan Luna matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1