Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
72. pingsan


__ADS_3

Ayra pun menerima tawaran kakak sepupunya untuk pulang bareng. Tapi dengan begitu juga meringankan Bu Fitri jadi tinggal hanya mengantar Maudy dan Andri saja.


" Bu Fitri, Ayra pulang sama kakak sepupu ayra saja. Dia bang Ghaizan kakaknya kak Mezzaluna."


" Ya sudah kalau begitu kami duluan ya."


Akhirnya Ayra pun pulang bareng mas Ghaizan. Selama perjalanan tak ada pembicaraan antara Ghaizan dan juga Ayra. Ghaizan yang cuek hanya fokus dengan jalanan di depannya.


Sedangkan Ayra dia sesekali curi pandang ke Ghaizan. Ayra memang sangat mengagumi kakak sepupunya itu.


" Ay sudah sampai!." panggil Ghaizan.


Ayra yang sedang bengong tak mendengar Ghaizan memanggilnya. Bahkan Ayra tak menyadari kalau mobil kakak sepupunya sudah sampai di depan rumah.


Karena Ghaizan yang manggil Ayra tapi Ayra tetap diam terpaksa Ghaizan menepuk pundak Ayra.


" Astaghfirullahaladzim." Ayra sontak kaget karena bahunya ada yang menepuk.

__ADS_1


" Maaf ay kalau bang Ghaizan ngagetin kamu habisnya bang ghai panggil-panggil kamu nggak nyaut."


" Eh iya..iya bang, maaf." Ucap Ayra gugup." Eh kok kita berhenti bang." Tanya Ayra yang baru menyadari kalau mobilnya sudah berhenti.


" Kan memang sudah sampai di depan rumah Opa." Jawab Ghaizan santai.


" Eh..iya " cengir Ayra sambil menggaruk kepalanya yang tertutup hijab.


" Kalau gitu Ay masuk dulu ya bang, assalamualaikum." Ayra pun buru-buru keluar dari dalam mobil kakak sepupunya dengan perasaan yang sangat malu.


" Walaikum salam." Jawab Ghaizan yang kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya yang hanya berjarak dua rumah.


" Ayra kenapa sih kamu tadi kaya orang bodoh? kan malu sama bang Ghai! Aduh gimana besok kalau ketemu." Gumam Ayra yang berbicara sendiri.


Malam harinya Ayra benar-benar nggak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian yang tadi. Dia benar-benar menyesali kebodohannya yang tidak fokus malah bengong.


Akibatnya di sekolah Ayra benar-benar ngantuk berat, dia berapa kali harus ke toilet untuk cuci muka. Dan dia juga jadi tidak fokus dengan pelajaran hari ini.

__ADS_1


" Mbak Ay kenapa? Mbak Ay sakit?." Tanya Breeze yang kebetulan bertemu dengan sepupunya itu saat dia bersama temannya mau pergi ke kantin.


" Nggak kok, aku nggak apa-apa?." Jawab Ayra lemas.


" Tapi mbak lemas banget tahu."


" Nggak apa-apa, cuma kurang tidur aja karena banyak tugas makanya sekarang ngantuk banget." Bohong Ayra.


" Ya udah kalau nggak apa-apa! Tapi kalau beneran sakit jangan di paksain lebih baik izin aja ke UKS atau pulang ke rumah." Ucap Breeze sebelum melanjutkan perjalanannya ke kantin.


Sedangkan Ayra melanjutkan perjalanan ke toilet, Di dalam toilet Ayra baru merasakan kalau kepalanya sangat pusing. Dan dia pun memutuskan untuk pergi ke UKS untuk meminta obat pusing.


Tapi saat keluar toilet tiba-tiba saja pandangan kabur dan berlahan gelap..


Bukk...


Mendengar ada suara benda jatuh, Siswa yang berada tak jauh dari toilet pun langsung menengok. Dan mereka langsung berhamburan mendekati Ayra yang tergeletak di dekat toilet.

__ADS_1


Mereka pun langsung membawa Ayra ke UKS dengan di gotong berapa orang. Berita pingsannya Ayra langsung terdengar di telinga kakak dan sepupunya. Dan mereka langsung bergegas pergi ke UKS untuk melihat keadaan Ayra.


__ADS_2