Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
141. lampu hijau


__ADS_3

" Pih, kamu merasa nggak kalau makin ke sini anak kita Ayra makin dekat dengan Katya, Nindya dan juga Fabian." Ucap mami Zafira.


" Iya mih, tapi bukannya bagus kalau mereka bisa dekat sayang, kan kasihan mereka masih kecil sudah di tinggal oleh mamanya mereka." Ucap papi Bagas.


" Pih kalau pak Bisma memiliki perasaan ke anak kita menurut papi gimana?." Tanya mami Zafira.


" Ya nggak gimana-gimana mih! Kalau memang sudah jodoh mau gimana lagi. Walaupun Ayra putri kita satu-satunya tapi yang terpenting laki-laki itu bisa menyayangi dan mencintai putri kita." Jawab papi Bagas.


" Walaupun laki-laki itu seorang duda."


Papi Bagas menatap lekat istrinya.


" Kenapa kesannya mami bertanya ke papi, apakah papi merestui kalau pak Bisma untuk menjadi suaminya ayra. Kenapa mami bisa berpendapat seperti itu?." Selidik papi Bagas.


" Mami suka melihat pak Bisma suka curi pandang ke Ayra. Tapi bukan mami aja loh yang lain juga pernah melihat." Ucap mami Zafira.


" Kalau memang itu benar papi nggak keberatan tapi kan pak Bisma beda keyakinan dengan kita mih." Ucap papi Bagas.

__ADS_1


" Kalau dia mau pindah mengikuti keyakinan yang kita anut gimana pih." Tanya mami Zafira.


" Kalau pindah agama karena anak kita papi jelas nggak akan memberikan restu. Tapi kalau dia ingin pindah agama ke agama kita karena memang dia keinginan dia sendiri. Papi nggak masalah, sudahlah lebih baik kita tidur." Papi Bagas pun mengajak istrinya untuk tidur.


***


Pak Bisma yang makin ke sini melihat kedekatan anak-anaknya dengan Ayra entah mengapa membuat pak Bisma mengagumi sosok Ayra. Dan dia selalu curi pandang memandangi sosok Ayra dan membuat pak Bisma memiliki perasaan terhadap Ayra.


Dan pak Bisma bukan hanya menjadi tertarik dengan Ayra saja tapi juga dengan agama yang di anut oleh Ayra. Dan dia juga sudah memantapkan hati untuk memeluk agama Islam bersama ketiga anaknya.


Hari ini rencananya pak Bisma dan ketiga anaknya akan bertamu ke kediaman keluarga al-Fathir untuk bertemu dengan Pak Gibran al-Fathir.


" Eh pak Bisma, neng Katya, neng Nindya dan den Fabian, mau ketemu siapa nih pak?." Tanya security yang membukakan pintu gerbang.


" Saya mau ketemu dengan pak Gibran, pak Gibran ada kan?."


" Ada pak, silahkan masuk." Security pun mengantarkan pak Bisma dan anak-anaknya masuk ke dalam.

__ADS_1


Pak Bisma dan anak-anaknya di minta untuk langsung ke halaman belakang karena mereka sedang berkumpul di sana.


" Selamat pagi." Sapa pak Bisma ke semuanya yang ada di sana.


" Pagi juga nak Bisma ayo silahkan duduk." Opa Gibran mempersilahkan pak Bisma dan anak-anaknya duduk.


" Ada apa nih nak Bisma mencari saya?." Tanya opa Gibran.


" Oh begini pak, belakang ini saya mencoba belajar mengenal Islam. Dan saya juga anak-anak saya sudah mengambil keputusan untuk masuk Islam tapi saya nggak mengerti bagaimana caranya ?." Ucap pak Bisma.


" Alhamdulillah..." Jawab semua yang ada di sana.


" Begini kalau memang nak Bisma dan anak-anaknya sudah yakin ingin memeluk agama Islam. Saya akan membantu dan mungkin nak Bisma dan anak-anaknya bisa mengucapkan dua kalimat syahadat di pesantren milik keluarga istri saya. Nanti saya yang akan urus." Ucap opa Gibran.


" Terima kasih, maaf ya kalau saya merepotkan semuanya."


" Nggak masalah nak Bisma kami nggak mereka direpotkan."

__ADS_1


Akhirnya mereka pun mengobrol bersama.


__ADS_2