
" Yah kita kan nggak tahu siapa yang mencoba menjebak Luna. Dan kita juga nggak tahu apa yang orang itu akan lakukan ke depannya. Alangkah lebih baik untuk menikahkan mereka yah." Ucap Bagas membuka obrolan.
" Maksud kamu kita menikahkan Luna dengan laki-laki yang kita tidak kenal." ucap ayah Rudi yang tidak suka dengan pendapat sang putra.
" Yah, Kita nggak tahu ke depannya seperti apa yang orang itu lakukan. Bagas cuma takut orang itu mengambil foto Luna yang sedang tidur dengan laki-laki itu. Bukannya nanti yang paling di rugikan itu Luna yah." Ucap Bagas yang memberi pengertian ke ayahnya.
Ayah Rudi pun membenarkan perkataan anaknya.
" Ayah tenang aja mas Bagas sudah mencari tahu siapa pria itu. Mas Bagas nggak mungkin memberikan ide tersebut kalau laki-laki itu bukan laki-laki yang baik." Ucap Aji yang membantu sang kakak meyakinkan sang ayah.
" Yah laki-laki itu bernama Arif Kurniawan, Arif anak pertama.
Ayahnya Arif bernama Nurcholis dia seorang petani sedangkan ibunya bernama Nurmadiah seorang ibu rumah tangga terkadang juga jadi buruh tani kalau musim panen tiba. Arif punya dua adik, yang perempuan saat ini kelas tiga SMP dan yang laki-laki kelas empat SD."
" Arif anak yang pintar dari SMP sampai SMA dia selalu peringkat satu dan selalu mendapat beasiswa. Sebenarnya Arif mendapat beasiswa untuk kuliah. Tapi dia tidak ambil karena dia harus membantu ekonomi keluarganya. Karena selama ini ayahnya Arif menggarap tanah milik kakeknya. Begitu kakeknya meninggal tanah itu di jual oleh saudara kandung ayahnya. Dan ayahnya Arif tidak mendapatkan bagiannya. Karena saudara kandungnya yang serakah membuat cerita kalau mereka kena tipu. Ayahnya Arif hanya bisa pasrah walaupun tahu dia kelicikan saudara kandungnya."
" Akhirnya ayahnya Arif jadi buruh tani di lahan orang lain. Dan itu yang membuat Arif tidak mengambil beasiswanya dan lebih memilih bekerja supaya bisa membantu orang tuanya. Arif pun merantau ke sini."
" Tapi memang pada dasarnya Arif itu orang baik. Sampai sini dia bertemu orang baik yang dia tolong Karena saat itu kecopetan. Arif pun di berikan pekerjaan di restorannya. Apalagi saat orang itu tahu kalau Arif mendapat beasiswa untuk kuliah di kampus wisindu. Orang itu yang menjadi atasannya menyuruh Arif untuk tetap kuliah sambil bekerja." Ucap Bagas sambil memberikan kertas yang berisikan tentang Arif.
Ayah Rudi membaca kertas yang di berikan oleh anaknya.
" Sepertinya dia anak yang baik." ujar Ayah Rudi.
" Kalau menurut kalian arif laki-laki yang baik ayah akan setuju dengan kalian." Ucap ayah Rudi lagi.
" Gimana habis ini kita ke ruangan arif yah." Ajak Bagas.
" Boleh, ayah juga mau lihat seperti apa wajah Arif itu."
__ADS_1
" Iya ya aku juga mau minta maaf." Ucap Aji.
Mereka pun bergegas meninggalkan kantin dan pergi menuju ke ruangan Arif.
Ceklek
" Assalamualaikum mas Arif" Bang Rizal masuk lebih dulu baru yang lainnya.
" Walaikum Salam mas Rizal." Arif pun sedikit gugup melihat orang-orang yang datang bersama mas Rizal. Apalagi saat melihat Aji ada di sana membuat Arif sudah takut.
" Maaf mas Arif kami datang pagi-pagi ke sini jadi mengganggu istirahat mas Arif." Ucap bang Rizal basa-basi.
" Nggak kok mas Rizal, nggak mengganggu."
" Oh iya mas Arif kenalkan ini, Pak Rudi beliau adalah Ayahnya mbak Luna. Kalau yang ini mas Bagas kakak nya mbak Luna. kalau ini mas Arif kenalkan namanya mas Aji dia juga kakaknya mbak Luna. Yang ini pak putra rekan kerja saya. Dan yang terakhir mas Zafran al-Fatir dia kakak iparnya mas Bagas." Jelas bang Rizal.
Tapi dia juga senang bisa bertemu dengan keluarga al-Fatir.
" Ya allah mimpi apa ya saya bisa bertemu dengan mas Zafran. Saya sangat mengidolakan pak Gibran al-Fathir, beliau menikahi cucu dari kyai ibrahim kan." Ucap Arif.
" Hallo juga mas Arif terima kasih sudah mengidolakan Deddy Saya dan cucu kyai Ibrahim itu Mommy saya." ucap Zafran
" Saya dulu ingin sekali bersekolah di pesantren Al hikmah tapi sayang kami tak punya biaya yang banyak." Ucap Arif.
" Sayang sekali ya mas Arif tidak jadi masuk pesantren Al hikmah. kalau tidak salah biaya nya itu tergantung dengan kondisi ekonomi orang tuanya santri bahkan ada yang gratis. Kalau tidak salah ya soalnya saya yang cicitnya tidak bersekolah atau mondok di sana. Tapi Bagas, Aji dan Luna mereka lulusan sana." Ucap Zafran.
" Oh iya, Mas Bagas dan mas Aji lulusan sana." Aji dan Bagas pun mengangguk.
" Nak Arif sebelumnya boleh saya bicara." Ucap ayah Rudi.
__ADS_1
" Silahkan pak." jawab Arif sopan.
" Jadi gini nak Arif saya yakin kalau kamu tidak ngapain - ngapain anak saya. Tapi saya nggak yakin kalau ada orang yang mengambil foto kalian saat berada di dalam kamar hotel
lalu menyebarluaskan. Apalagi kondisinya saat itu kalian tidur seranjang dalam keadaan hampir polos." ucap ayah Rudi mencoba untuk tenang.
" Yang saya takutkan kalau foto itu tersebar, kalian bisa menjadi gunjingan orang lain. Walaupun tidak terjadi apa-apa tapi kalau orang yang nggak tahu dan hanya melihat fotonya saja. Bukannya itu akan mempermalukan kalian karena menjadi bahan cemoohan. Jadi kami Sudah sepakat kalau sebaiknya nak Arif Menikah dengan anak saya luna. Lebih tepatnya saya memohon dengan nak Arif untuk menikahi anak saya . ucap ayan Rudi memohon.
Arif Sangat terkejut dengan ucapan laki-laki Paruh baya di depannya.
" Maaf pak bapak tidak Salah meminta saya untuk menikahi anak bapak. Saya lihat bapak itu dari orang berada apalagi anak bapak menikah dengan anak dari keluarga al-Fatir yang semua orang tahu Saya tuh hanya orang
miskin, saya kuliah juga karena beasiswa , orang tua saya
hanya seorang petani. Lebih baik bapak pikirkan lagi karena bapak akan malu punya menantu miskin. " ucap Arif.
" Saya sudah tahu tentang nak Arif dan saya tidak salah memilih. Bukannya derajat semua
orang itu sama dimata allah SWT. Saya juga tidak pernah menilai calon pasangan anak saya dari harta dan kedudukannya bagi saya yang terpenting itu akhlak baiknya." ucap ayah Rudi.
" Saya sebagai kakaknya juga tak pernah menilai orang dari kaya dan miskinnya seseorang. Bagi saya cukup kamu baik dan bertanggung jawab serta bisa menyayangi dan tidak menyakiti adik saya. Saya sangat-sangat merestui kalau mas arif mau menikah dengan adik saya."
ucap bagas.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Maaf kalau baru up sore soalnya menyelesaikan bab selanjutnya biar hari ini bisa double up.
Makasih yang sudah setia membaca ❤️
__ADS_1