Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 33


__ADS_3

Author POV.


Happy Reading.


Zivanna merasakan tangan Zicko naik ke bagian atas tubuhnya, deru napas hangat pria itu mengenai telinganya membuat si empunya merasa kegelian.


"Astaga, dasar bocah ini!!" Zizi melepaskan tangan Zicko yang meremas dadanya dengan minat, tentu saja wanita itu tidak mau terjadi hal-hal yang memang seharusnya terjadi karena mereka sedang berada di kamar Baby Keanu.


Apakah cukup pantas mereka melakukan hal itu di depan seorang bayi yang masih sangat kecil.


Zicko menatap wajah sang kekasih dengan tatapan berkabut, terlihat hasrat yang menggelora di dalam matanya. Maklum, pria itu sudah puasa selama setahun lebih tidak mengeluarkan hasratnya. Dan saat ini adalah waktu yang tepat karena hanya ada Zivanna di depannya.


"Sayang kumohon!! Aku sudah sangat merindukanmu," ujar Zicko memohon. Pria itu sangat mencintai wanita di depannya ini dengan segenap hatinya.


Bahkan rela menghabiskan waktunya hanya untuk memuja seorang Zivanna. Semua yang ada di dalam tubuh Zivanna adalah candunya. Dia berharap kelak bisa segera menikahi wanita saat ini tengah mengalungkan tangannya ke leher Zicko.


"Tapi bagaimana dengan Keanu?" Zizi melirik ke arah box bayi. Keanu masih tertidur dengan sangat lelap.


Zicko memegang dagu wanita itu dan mengarahkan padanya, "kita ke kamar, kamarku ada di sebelah kamar Keanu, ada pintu penghubung juga, aku sudah merenovasi kamar ini karena memang sengaja aku peruntukan untuk Keanu dan kalau kita sudah menikah dan tinggal bersama, kamu bisa langsung membuka pintu penghubung itu ketika Keanu menangis," ujar Zicko.


Zivanna menatap pintu yang ada di sebelah kanan tidak jauh dari box bayi itu. Awalnya dia mengira pintu itu mengarah ke mana? Karena di sana sudah ada pintu untuk ke kamar mandi.


"Bagaimana?" tanya Zicko kembali menaik turunkan alisnya.


"Ehmmm,, baiklah!'


Akhirnya Zivanna mengiyakan ajakan dari Zicko, karena sejujurnya dia sendiri juga merindukan sentuhan dari pria itu.


"Ingat! tapi jangan lama-lama!" jawab Zivanna merona.


Tentu Zicko merasa sangat senang telah di beri lampu hijau oleh sang kekasih.


"Gak akan lama, tapi gak sebentar juga!" Zivanna yang mendengar hal itu langsung melototkan matanya.

__ADS_1


"Kita ninggalin Keanu sendirian di sini," ucap Zizi mengerucutkan bibirnya. Di mata Zicko ketika Zizi seperti ini selalu kelihatan sangat cantik. Cantik yang tidak pernah menua.


Zicko merasa sangat gemas melihat wajah cantik yang begitu awet muda itu, apalagi kalau sedang merona seperti ini. Dengan cepat pria itu menangkup wajah Zizi dan menciumnya dengan cepat.


Pria itu menjelajahi dahi, mata, hidung, kedua pipi merona Zizi dan terakhir adalah bibir pink yang terlihat begitu menggiurkan manis dan lembut.


Zicko dan Zizi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar samping dan mulai aktivitas ranjang mereka dengan menggelora. Melebur rasa rindu yang tak tertahankan selama perpisahan ini.


Mereka meninggalkan Keanu yang masih terlelap di bok nya meskipun ada baby sitter di luar namun mereka tidak menyuruh baby sitter itu menjaga Keanu.


Khawatir kalau nanti mereka bisa mendengarkan suara-suara merdu dari kamar sebelah. Sungguh Zicko dan Zizi bisa merasakan di ujung gairah yang terdalam dan mencapai kenikmatan bersama. Saling menyentuh dan mengecup lembut, melepaskan segala penat yang menumpuk di ujung gairah.


Suara merdu mengalun dari bibir masing-masing mengalun kan rasa tak terpatri surga dunia, hingga mencapai puncak kejayaan yang membuat siapapun mabuk kepayang.


***


Satu setengah jam kemudian.


Zivanna bangkit dari kasur yang sudah nampak berantakan itu, memungut pakaiannya yang tercecer di lantai dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Ada sebuah pesan dari nomer tidak di kenal, awalnya Zicko tidak menghiraukan pesan itu, namun setelah mendapat kan notifikasi kedua, barupah dia melihat karena merasa sedikit penasaran.


'Kalau kamu mau mengadopsi Keanu, harus memberikan kompensasi yang setimpal, mari kita bertemu di restoran A, tapi kalau kamu tidak bersedia untuk bertemu, aku akan membawa pengacara dan mengambil Keanu, dan membuatmu tidak bisa mengambil hak asuh Keanu karena kamu dan Sonia sudah bercerai! Jadi jangan lupa nanti malam jam 8 di restoran A, aku tunggu!!'


Zicko meremas ponselnya setelah membaca pesan tersebut, dia sungguh tidak menyangka bahwa keluarga Orlando mengancamnya dengan melakukan pemerasan. Jika Zicko tidak memenuhi syarat yang di ajukan oleh mereka, maka hak asuh Keanu akan di ambil alih oleh keluarga kandung dari Ayah biologis nya.


"Tidak, ini tidak boleh terjadi, aku harus melakukan sesuatu agar mereka tidak mengambil Keanu!" gumam Zicko.


Ceklek!


Zizi keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai jubah handuk dengan rambut yang basah. Dia melihat Zicko yang masih belum beranjak dari atas ranjang bahkan masih telanjang. Zivanna bisa melihat raut wajah sang kekasih yang terlihat tidak enak di lihat.


Wanita itu berjalan ke arah Zicko dan duduk di samping ranjang. "Ada apa? Kenapa kamu kelihatan serius?" Zicko sedikit terkejut melihat Zizi sudah duduk di sampingnya. Apakah tadi sia benar-benar melamun hingga tidak menyadari kedatangannya Zizi yang sudah selesai membersihkan diri.

__ADS_1


"Ah, tidak sayang, tiba-tiba ada seseorang yang mengirimkan pesan padaku dan memerasku, dia menjadikan Keanu sebagai alat pertukaran, kalau aku tidak mau memberi mereka uang, mereka akan mengambil Keanu," jawab Zicko.


Zivanna sedikit terkejut mendengar cerita Zicko, "ini namanya pemerasan! Mereka seharusnya tidak berhak melakukan ini karena sejak awal telah berbohong tentang identitas Keanu, meskipun mereka tidak terlibat, tapi Orlando membuat memalsukan tes DNA dengan menukar rambut kalian, jadi menurut ku mereka tidak akan bisa mengambilnya Keanu dengan seenak!"


Zicko mengambil tangan Zizi dan menggenggamnya, "makasih sayang, kamu masih mau menerima ku dan membelaku, kamu harus ikut denganku menemui Ayah Orlando di Restoran A nanti malam jam 8, aku sekarang akan mandi dulu, kita harus makan siang!" ucap Zicko.


"Ya sudah, cepetan mandi sana, nanti setelah ini kita cari jalan keluarnya untuk menyelesaikan masalah Keanu!" ucap Zivanna.


Zicko mengangguk dan bangkit dari atas ranjang, kemudian segera masuk ke kamar mandi tanpa menggunakan apapun. Zizi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah pria yanh usiaku 5 tahun lebih muda darinya itu, tapi meskipun begitu Zicko sudah nampak dewasa dari pada Zizi sendiri.


***


Zivanna nampak menatap semua makanan yang tersedia di atas meja, semua adalah makanan favoritnya, Zicko ternyata sudah menyuruh koki handal untuk masak di apartemennya dan semua masakan itu adalah masakan kesukaan Zivanna.


"Aku tidak tahu kalau kamu masih ingat semua makanan favorit ku?" ucap Zivanna berbinar.


"Apakah kamu suka, sayang? Tentu saja aku masih ingat, kita hanya berpisah selama setahun lebih dan meskipun hal itu sungguh sangat lama bagiku,, tapi tentu saja aku tidak akan pernah melupakan semua kesukaan mu," jawab Zicko tersenyumlah.


"Terima kasih, sayang, kalau begitu mari makan!! Aku sudah sangat lapar!" Zivanna langsung mengambil udang goreng tepung dan saos pedasnya.


Zicko tersenyum bahagia melihat sang kekasih makan begitu lahap, sungguh dia tidak pernah menyangka akan bisa makan berdua seperti ini lagi dengan wanita yang sangat di cintai nya itu. Rasanya seperti mimpi, dulu dia mengira akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan Zizi kembali, karena kesalahannya yang membohongi wanita itu. Namun cinta mereka tidak bisa di kalahkan dengan apapun.


Selamanya Zicko tidak akan pernah berpaling dari wanita di hadapannya ini, dia sudah merasakan kehilangan yang luar biasa dan juga harus berpisah di antara benua, tentu saja Zicko tidak ingin hal itu terjadi lagi di kehidupannya yang sekarang.


"Kenapa tidak makan? Apa kamu tidak suka?" tanya Zizi ketika melihat Zicko yang malah diam saja tanpa menyentuh sendok nya.


"Hanya dengan melihat mu saja aku sudah merasa kenyang, sayang! Ini seperti mimpi bagiku karena hari ini aku masih bisa melihat senyuman mu yang menawan," jawab Zicko.


Zizi mengambil sebutir Cherry dan melemparnya ke arah pria yang ada di hadapannya ini. "Gombalnya di tunda dulu, sekarang makan yang banyak, kita butuh banyak energi untuk menyiapkan strategi dan siasat menghadapi orang tuanya orlando, jadi cepat makan yang banyak, aku nggak mau kalau nanti pikiranmu malah tidak jernih!


Zicko terkekeh, "duh manisnya kalau lagi marah kayak gini! jadi gemes deh!" Zizi nomor ntar bola matanya malas.


"Please deh Zicko!! Sekarang waktunya serius!! Cepat dimakan, kalau kamu tidak segera makan aku akan pergi dari sini sekarang juga!!" Ancaman Zizi seperti nya berhasil karena akhirnya Zicko mengambil udang goreng dan meletakkan nya di atas piring.

__ADS_1


Zizi tersenyum melihat hal itu, kemudian mereka pun melanjutkan acara makan siang dengan lahap dan juga hati keduanya diliputi oleh perasaan yang bahagia.


Bersambung.


__ADS_2