Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
61. pindah


__ADS_3

Hari ini rencananya Zafira akan pergi mengajak Andra untuk pergi melihat sekolahnya. Zafira pergi tidak hanya dengan Andra berdua saja tapi dengan dara pengasuhnya Andra dan di antar sopir.


Mereka pun sampai di sekolah untuk anak usia dini, Zafira keluar mobil sambil menuntun si sulung. Masuk kedalam mereka di sambut oleh pihak TU.


" Selamat pagi ada yang bisa saya bantu." ucap wanita itu.


" Selamat pagi juga, perkenalkan nama saya Zafira saya ke sini ingin mendaftarkan putra saya untuk sekolah di sini." Jawab Zafira.


" Mau berkeliling dulu lihat fasilitas apa saja yang kami punya."


" boleh."


Mereka pun berkeliling sekolah dan fasilitasnya lumayan lengkap.


" Andra mau sekolah di sini?." tanya Zafira.


Andra mengangguk.


Setelah berkeliling mereka pun kembali ke ruang tata usaha. Dan Zafira pun langsung menulis formulir pendaftaran dan Andra sudah boleh masuk dua hari lagi karena sekolahnya hanya seminggu tiga kali.


Pulang dari sekolah mereka mampir terlebih dahulu ke mall untuk membeli keperluan Andra nanti sekolah.


" Mami es cim oleh." Andra minta di belikan es krim.


" Iya nanti ya kita beli tas sekolah buat Andra dulu baru kita beli es krim."


Mereka pun pergi ke toko serba ada, Zafira meminta Andra sendiri yang memilih semua yang kiranya di butuhkan.


Setelah semua yang dibutuhkan sudah di beli mereka pun mampir ke toko es krim.


" Andra mau rasa apa?." Tanya Zafira.

__ADS_1


" Okat cama beyi."


" Kamu mau rasa apa dar?." Tanya Zafira ke dara pengasuhnya Andra.


" Vanilla aja."


" Mbak minta coklat stroberi satu, vanila satu, stroberi caramel satu, air mineral tiga." Pesan Zafira.


Setelah memesan es krim nya mereka pun langsung mencari tempat duduk untuk menikmati es krimnya.


Selesai makan eskrim mereka pun langsung pulang karena Zafira tidak bisa meninggalkan begitu lama bayinya.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam." Jawab Mommy khayra yang sedang menemani ayra bermain.


" Aduh cucu Oma sudah pulang gimana sekolahnya suka nggak?." Tanya Mommy khayra.


" Uka Oma anyak Ainan."


" Okoknya anyak." Ucap Andra sambil memperagakan kalau sekolahnya sangat besar.


" Andra ganti baju dulu ya sama mbak Dara." Pinta Zafira ke anak sulungnya itu.


Andra pun langsung menuruti perintah mami nya untuk ganti baju dengan mbak Dara.


" Gimana fir? Jadi sekolah di sana.'


" Jadi Mom, Andra juga suka sekolahnya. Lusa Andra baru mulai sekolah."


" Bagus lah kalau Andra senang! Tujuan kita agar Andra bisa bersosialisasi dengan orang luar selain saudaranya. Andra kan bersosialisasi dengan orang luar paling anak-anak panti sama anak-anak pesantren aja."

__ADS_1


" Iya Mom."


Malam harinya Zafira pun memberi laporan Ke Bagas tentang sekolahnya Andra.


*********


Sore hari Arif mengajak Luna untuk jalan-jalan sore sambil berkeliling kampung dengan motor milik pak Nurcholis.


" Kamu bisa kan naik motornya." Tanya Arif.


" Mas Arif mah ngeledek bisa mas." Jawab Luna sebal.


" Becanda."


Arif mulai melajukan motornya dengan santai, Terkadang mereka harus berhenti sejenak karena harus menyapa para tetangga Arif.


Sepanjang perjalanan Arif banyak cerita tentang dirinya selama tinggal di desa. Arif juga menunjukkan sekolah dia waktu SD dan SMP.


Baru setelah itu dia diajak oleh suaminya ke sebuah bukit dimana bisa melihat hamparan perkebunan sayuran dan buah.


Luna sangat menikmati udara yang sejuk dan bersih yang jarang dia temui di kotanya. Luna cukup senang berlama-lama di atas bukit.


" Mas kalau punya rumah di atas sini dengan pemandangan seindah ini pasti menyenangkan." Ucap Luna ke Arif.


" Boleh, doain aja aku dapat uang yang banyak jadi bisa mewujudkan mimpi kamu." Ucap Arif.


" Amin."


Menjelang magrib Luna dan Arif baru kembali ke rumah dan Luna sangat menikmati jalan-jalan sorenya.


Hari ini Luna pergi bersama ibu mertua dan juga adik iparnya untuk ke sekolah Aga dan Anin untuk mengambil raport dan juga mengurus surat pindah Aga dan Anin.

__ADS_1


Teman-teman Anin dan juga Aga mereka sangat sedih karena mereka harus berpisah. Begitu juga para guru-guru mereka sangat kehilangan Anin juga Aga. Karena baik Anin maupun Aga termasuk anak yang pintar dan selalu meraih rangking satu.


Setelah mengurus semua nya kini mereka pun pamitan dengan para tetangga. Baru mereka pergi meninggalkan kampung halaman Arif.


__ADS_2