Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 30


__ADS_3

Happy Reading.


Javier menatap wanita yang dulu pernah di pujanya itu dengan tatapan sinis, Lolita hanya bisa menundukkan kepalanya, wanita itu bahkan meremas jemarinya kuat karena gugup dan takut. "Maaf, Javier ,,, aku tahu kalau tindakanku telah menyakiti perasaan mu, namun kamu harus tahu, bahwa aku tidak pernah berhenti mencintaimu, aku menolak lamaran itu karena jujur aku belum siap untuk menikah, aku masih ingin mengembangkan karirku di bidang kuliner." ucap Lolita memberanikan dirinya menatap mata pria yang masihb sangat di cintainya itu.


Javier bisa melihat ketulusan di mata wanita itu, sebenarnya dia juga bisa dibilang sebagai pria brengsek karena dengan seenaknya memutuskan hubungannya dengan Lolita setelah wanita itu menolak lamarannya.


Javier bahkan tidak menanyakan bagaimana perasaan Lolita pada saat itu, pria itu mengusap wajahnya kasar, sepertinya dia memang pria jahat yang tidak berperasaan, buktinya dengan mudahnya Javier melupakan cintanya pada Lolita dan mencintai wanita lain.


Ya, Javier sadar akan obsesif terhadap sang mantan sekretaris, Zivanna Ferguson. Wanita cantik, mandiri dan juga sangat tangguh, entah kenapa pesona Zivanna langsung bisa membuat seorang Javier berpindah ke lain hati.


"Lolita, maafkan aku! Sebenarnya aku yang salah di sini, kamu wanita baik-baik, kamu tidak seharusnya masih menginginkan ku, maaf telah berbuat kasar padamu tadi malam, hidup lah dengan tenang dan jangan mengharapkan aku lagi, sungguh aku bukan pria yang tepat untukmu," ujar Javier tulus.


Memang seharusnya Javier melepaskan Lolita, dan Lolita berhak mendapatkan yang lebih baik darinya. Lolita wanita yang baik, dia harus mendapatkan pria yang lebih baik.


***


Senyum Zicko sedari tadi terukir di wajahnya, Akhirnya dia berhasil membujuk sang kekasih hati untuk kembali ke Amerika bersamanya dan juga sang Mama


"Sayang, nanti setelah kita kembali ke Amerika aku langsung akan melamarmu dan mengumumkannya kepada semua orang bahwa kita akan segera menikah," ucap Zicko.


Zivanna mengeratkan tangannya dan ia pun mengangguk setuju, mungkin itulah keputusan terbaik untuk hidupnya. Zivanna tidak ingin terpuruk lagi dan memendam semua perasaan yang ada di hatinya untuk risiko dari keluarga dan semua orang.


Akhirnya pesawat pun lepas landas dan ini adalah awal baru dari kehidupan asmara Zivanna dan juga Zicko.


Pov Zizi


Saat ini aku sedang berada di dalam pesawat yang membawaku ke benua lain, tidak di sangka pelarian ku yang belum genap dua bulan itu akhirnya sia-sia saja hanya karena seorang Presdir menyukaiku dan hampir membawaku ke atas ranjang.


Tentu saja hal itu membuat Zicko semakin gencar untuk membawaku kembali, pria muda ini bertekad akan mengajakku menikah secepatnya walaupun dia masih kuliah.


Tapi katanya setelah menikah dengan Sonia Zicko sudah mulai bekerja di perusahaan Daddy.


Aku tersenyum miris kalau mengingat hal itu, mengingat bagaimana Zicko menikah tanpa sepengetahuanku.


Lihatlah, bagaimana tidak miris, aku mendapatkan Dudanya Zicko. Yah meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menyentuh Sonia. padahal meskipun dia menyentuhnya, ya sah-sah saja kan toh mereka juga sah menikahnya.


Duda ya, hemm... menyandang gelar Duda malah semakin membuat Zicko tambah keren saja, atau aku juluki saja dia 'Duda muda keren' Atau 'Duda muda Hot'


"Lagi melamun apa sih sayang, kok dari tadi diem terus sambil senyum-senyum gitu?"

__ADS_1


Aku menoleh kearah Zicko tampak serius menatapku.


"Aku hanya memikirkan bagaimana saat ini menjalani kehidupan di Amerika, sepertinya aku sudah merasa betah tinggal di Australia, pasti akan banyak perubahan ya?"


Zicko menyentuh tanganku dan menggenggamnya.


"Apa kamu beneran tidak suka kembali ke Amerika sayang?"


Aku pun menggeleng pelan, bukannya tidak suka, mungkin aku harus mulai dari awal lagi mengatur hidup di sana.


"Zizi, percayalah padaku Aku sangat mencintaimu dan akan ku buktikan semua itu."


Hanya sebuah senyuman tipis yang bisa menjawab ucapannya. Tapi tampak raut wajah serius Zicko membuatku merasa sedikit lega.


"Sudah tidurlah, perjalanan masih panjang, bersandar lah di pundak ku. Aku tahu kamu kalau tidak bisa tidur akan selalu meminjam dadaku ini untuk bersandar dan setelah itu kamu pasti langsung terlelap." Duh dewasa banget sih.


Ya memang benar apa yang dikatakannya pria ini, maksudku pria duda keren ini benar-benar telah membuatku jatuh cinta yang sedalam-dalamnya.


Tapi waktu itu aku memang mulai sedikit meragu tentang perasaanku. Sebelum akhirnya duda tampan di sampingku ini meyakinkan bahwa dia benar-benar tulus mencintaiku.


Akhirnya aku telah kembali ke Amerika dengan segala sesuatu yang telah aku pikirkan dengan matang matang.


Mobil yang aku tumpangi berhenti di depan rumah bergaya Eropa itu, Zicko dengan sigap langsung membukakan pintu untukku.


Terdengar kekehan kecil yang keluar dari mulut Mommy yang juga ikut keluar dari dalam mobil.


"Kamu benar-benar membuatku seperti Tuan Putri."


Zicko tersenyum kearahku. Ya Tuhan senyum itu selalu membuat hatiku meleleh. aku benar-benar terperosok dalam pesonanya.


Aku melangkah bersama Zicko yang menggenggam tanganku erat, seakan mengatakan kepada semua orang yang menyambut kami bahwa dia benar-benar akan menunjukkan perasaannya.


Zicko berjanji akan segera menikah ku setelah ini, dia ingin mengikatku dan tidak akan pernah melepas ku lagi.


Daddy Nicholas menyambut ku dengan senyuman lebar di wajahnya, ku lepaskan tautan jemariku pada tangan Zicko, berasa sedikit gugup karena ada Daddy yang melihat kami, aku pun langsung berlari menghambur ke pelukan Ayah angkat ku itu.


"Akhirnya kamu kembali nak, Daddy benar-benar mengkhawatirkan mu."


"Dad, Zizi bukan anak kecil lagi."

__ADS_1


Daddy tersenyum dan mengelus pelan rambutku penuh kasih sayang. Sentuhan yang selalu membuatku nyaman dan merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang ayah.


"Tapi kamu pergi karena marah, bukan karena tugas seperti kemarin."


"Iya Dad, maafin Zizi ya?"


Ku lepaskan pelukan Daddy Nickolas kemudian ku gandeng lengannya untuk masuk ke dalam ruang keluarga.


Mommy Liora dan Zico mengekor dibelakang kami. Kemudian keduanya ikut duduk di sofa depanku.


Masih sama seperti dulu, sebuah kehangatan keluarga yang dirasakan dari keluarganya ini.


"Kalau ada masalah itu dibicarakan Sayang, jangan langsung pergi begitu saja. Untung saja Mommy berhasil membawamu kembali."


"Pa, itu juga berkat bujuk rayu ku pada Zizi," Zico menyala.


Kulihat bagaimana semua orang tertawa menanggapi ucapan Zico itu.


"Pa, Ma, izinkan aku melamar Zizi dan menikahinya!"


Deg!


Ya Tuhan, kenapa Zicko terburu-buru sekali, kami bahkan baru saja mendudukkan diri di sofa.


Aku melirik ke arah Daddy dan melihat bagaimana raut wajah ekspresinya, aku takut Daddy tidak akan menyetujui kami.


"Hey Boy! kamu baru saja bercerai sebulan yang lalu dengan Sonia dan sekarang sudah melamar Zizi dan akan menikahinya? Lihatlah Ma, betapa playboy ya putra kita itu."


Aku menunduk mendengar jawaban Daddy. Tuh kan sepertinya Daddy tidak akan langsung setuju begitu saja, meskipun cerita Mommy mengatakan bahwa Daddy tidak masalah kalau kita saling jatuh cinta.


"Tapi Pa, memangnya kenapa kalau Zicko baru bercerai sebulan yang lalu? yang penting aku mempunyai akta cerai asli, itu artinya aku pria yang bebas dan boleh menikah lagi!"


Zicko nampak sedikit menaikkan intonasinya ketika mendengar jawaban dari Daddy.


"Dengarkan dulu Boy, ada sedikit masalah dengan Keanu, keluarga orang tuanya menginginkan Keanu di asuh oleh mereka, sedangkan Sonia sudah tidak mau bertemu dengan Keanu lagi, bahkan kemarin Papa dengar kalau Sonia berteriak di dalam penjara dan mengatakan akan membunuh bayi tidak berdosa itu!"


Aku membulatkan mata ketika mendengar cerita Daddy, Ya Tuhan apa-apaan ini! sebenarnya Sonia punya hati atau tidak! kenapa dia sekejam itu pada anaknya sendiri.


"Aku tidak peduli Pa, aku hanya peduli dengan Zizi sekarang!"

__ADS_1


Zicko menarik tanganku dan langsung membawaku keluar dari dalam rumah.


Bersambung


__ADS_2