Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
67. Masa lalu Andra dan Ayra


__ADS_3

Hampir sepuluh tahun Bagas dan Zafira mengadopsi Andra dan Ayra. Tiba-tiba ada berapa orang yang mencoba masuk dan menemui siapapun keluarga al-fathir.


Bagas yang sedang mengerjakan pekerjaannya di minta oleh mertuanya untuk ke ruangan mertuanya. Bagas pun langsung meninggalkan ruangannya dan langsung menuju ke ruangan mertuanya.


Tok...tok...


Ceklek


Bagas pun masuk ke ruangan mertuanya ternyata ada om Hilman dan om Akbar di sana. Om Hilman dan om Akbar adalah tangan kanan Deddy Gibran dari jaman dulu.


" Duduk gas." Ucap Deddy Gibran yang menyuruh menantunya duduk bersama mereka di sofa.


Deddy Gibran meminta om Akbar untuk menyalakan tv di ruangannya yang sudah terhubung ke CCTV di bagian luar gedung.


" Kamu lihat mereka gas." tunjuk Deddy Gibran.


Bagas mengeryitkan keningnya karena bingung siapa yang di maksud Deddy Gibran. Karena Bagas sama sekali tak mengenal mereka semuanya.


" Mereka siapa Ded?." tanya Bagas.


" Mereka adalah keluarga Andra dan Ayra, akhirnya mereka mereka berani juga datang." Ucap Deddy Gibran.

__ADS_1


" Maksud Deddy itu keluarga Andra dan Ayra." Bagas dan Zafira memang tak mengetahui keluarga kandung Andra dan Ayra. Karena saat itu dirinya sedang fokus atas kehamilan Zafira.


Beda dengan kedua mertuanya yang memang mengurus semuanya sejak awal. Jadi tahu keluarga kandung Andra dan Ayra dan bagaimana brengsek nya mereka.


" Kamu lihat laki-laki tua itu." tunjuk Deddy Gibran ke laki-laki tua yang berdiri dengan angkuhnya.


" Mau apa mereka kemari." Tanya Bagas menatap mertuanya. " Jangan bilang mereka kemari mau mengambil Andra dan Ayra."


Deddy menggeleng.


" Bukan mengambil Andra dan Ayra tapi keberadaan Andra dan Ayra yang berada di keluarga kita. Itu membuat menjadikan kedua anak itu sebagai ladang mereka untuk menghasilkan uang." jelas Deddy Gibran.


" Jadi mereka mau memeras kita dengan alat Andra dan Ayra." Tanya Bagas.


" Iya Ded, Bagas juga baru mengerti ternyata keputusan Mommy ada benarnya."


" Kamu tahu kenapa Andra tetap meminta sus Dara terus menemani dirinya padahal Andra itu sudah beranjak dewasa begitu pun dengan Ayra." tanya Deddy Gibran.


" Karena susah terbiasa dengan pengasuh mereka dan sahabatnya Andra sendiri Irja juga selalu di temani oleh pengasuhnya walaupun konteks nya beda Irja sakit dan selalu harus ada yang mengingatkan dirinya kalau beraktifitas lebih." ucap Bagas.


" kamu salah gas, kamu lupa saat kelas empat sampai mau lulus Andra tak pernah lagi di temani oleh sus Dara. Tapi baru belakangan ini dia minta di temani lagi dan itu ada penyebabnya."

__ADS_1


" Andra juga supir sering mendapati ada yang mengikuti mereka. Dan Andra nggak nyaman makanya dia meminta sus Dara untuk menemaninya. kamu tahu sendiri kan kemampuan beladiri sus Dara jadi Andra merasa nyaman."


" Kok Andra nggak cerita ke aku dan Fira." ucap Bagas.


" Bukan nggak mau tapi kamu tahu Fira seperti apa kalau ada yang mengusik anaknya. Dan Andra nggak mau maminya kenapa-kenapa." jelas Deddy Gibran.


" Apa mereka pernah menghampiri Andra? " tanya Bagas yang baru ingat kenapa hari ini anaknya itu pergi study tour meminta sus Dara ikut satu bus dengannya.


" Iya dua hari yang lalu mereka menemui Andra dan meminta ikut dengan mereka tapi Andara langsung di tarik oleh sus Dara dan di bawa masuk ke dalam mobil." jelas Deddy Gibran.


" Ya Allah kenapa aku sampai bisa lengah tak memperhatikan Andra. Ayra gimana apa mengalami hal yang sama?." gumam Bagas pelan tapi masih bisa di dengar oleh Deddy Gibran.


" Tidak, karena ada si kembar dan triple twins jadi mereka nggak leluasa untuk mencari cela untuk menemui Ayra karena Andra terus bersama-sama." ucap Deddy Gibran.


Tak lama Mommy khayra masuk kedalam ruangan Deddy Gibran. Semuanya yang ada di sana langsung memijit pelipisnya karena mereka sudah tahu apa yang akan Mommy khayra akan lakukan. Mereka yakin Mommy Khayra mengetahui keberadaan mereka di gedung ini.


" Mau apa mereka ke sini." Tanya Mommy khayra yang langsung duduk di sebelah suaminya.


" Astaghfirullahaladzim, kesal boleh tapi kebiasaan jangan sampai lupa." Sindir Deddy Gibran.


" Hehehe maaf." Mommy Khayra pun langsung mencium tangan suaminya." Maaf habis kesal melihat mereka yang sepertinya sedang berargumentasi ke sekuriti." ucap Mommy khayra.

__ADS_1


Semua yang di sana hanya geleng-geleng kepala.


" Mau apa mereka ke sini? Mau berurusan dengan kita! rasanya mereka nggak sudah bosan hidup." Ujar Mommy khayra.


__ADS_2