Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
143. menjadi seorang muslim


__ADS_3

Hari ini hari paling bersejarah bagi pak Bisma dan ketiga anaknya, dan kini mereka sudah berangkat menuju ke pesantren Al hikmah. Dengan berdasarkan alamat yang di berikan dan juga bantuan Google map sebagai petunjuk jalan. Akhirnya mobil yang di kendarai oleh pak Bisma sampai di pesantren Al-Hikmah.


Setelah berbicara dengan security akhirnya mereka di persilahkan masuk dan juga di antar ke rumah orang tua Oma khayra.


" Masya Allah besar sekali pesantren nya." Gumam Bisma yang terpukau dengan besarnya dan bagusnya pesantren Al-Hikmah.


" Iya pah ini apa pah?." Tanya Katya.


" Ini itu seperti sekolah dan juga asrama." Jawab pak Bisma.


Mobil yang di kendarai oleh pak Bisma makin masuk ke dalam dan dia melihat gugup apalagi di melihat seperti akan ada acara. Dan itu membuat pak Bisma gugup karenanya bisa jadi nanti akan banyak yang lihat.

__ADS_1


Sampai di kediaman mertuanya pak Gibran, aku dan ketiga anakku langsung di sambut dengan hangat. Aku merasa bersyukur bekerja di perusahaan milik pak Gibran dan mengenal seluruh keluarganya.


Setelah mengobrol dengan semua yang ada di sana, dan kini sudah saatnya aku dan ketiga anakku akan mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku dan ketiga anakku pun diarahkan menuju ke masjid yang ada di pesantren tersebut. Banyak santri dan juga keluarga dari istrinya pak Gibran yang akan menyaksikan dirinya akan memeluk agama Islam.


Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan saat ini aku dan ketiga anakku sudah resmi memeluk agama Islam. Entah mengapa setelah mengucapkan dua kalimat syahadat aku merasa hatiku langsung damai, adem dan lega dari sebelumnya.


Setelah acara kami pun langsung melaksanakan shalat dzuhur berjamaah karena memang sudah waktunya. Dan langsung dilanjutkan dengan makan siang bersama. Selesai makan kami pun berkumpul kembali dan Bisma sangat senang berkumpul dengan mereka semua.


" Nak Bisma sekarang kan nak Bisma sudah memeluk agam Islam, jadi begini sebenarnya ada yang ingin kami omongin dengan nak Bisma." Tanya opa Gibran membuka pembicaraan.


" Ada apa ya pak Gibran?." Tanya aku yang amat penasaran dengan apa yang akan diomongin oleh pak Gibran.

__ADS_1


" Begini tapi apa yang ingin saya sampaikan jangan nak Bisma jadi merasa tidak enak dengan kami. Tapi jujur saya hanya ingin menyampaikan adalah sebuah harapan yang kami berharap akan terwujud." Ucap opa Gibran.


" Silahkan pak Gibran insyaallah saya akan menyingkapinya dengan baik dan sesuai harapan pak Gibran." Jawab aku yang bingung harus menjawab apa.


" Begini bak Bisma saya melihat kedekatan Ayra cucu saya dengan ketiga anaknya nak Bisma."


Deg


" Apakah mereka nggak menyukai Ayra dengan Katya, Nindya dan Fabian." Gumam Bisma dalam hati.


" Jujur kami sekeluarga sangat menyukai kedekatan anak-anak nak Bisma dengan Ayra. Karena semenjak kedekatan anak-anak nak Bisma dengan Ayra. Semenjak itu saya melihat keceriaan Ayra kembali lagi." Aku bernafas lega ternyata tidak seperti yang aku takutkan

__ADS_1


__ADS_2