Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
48. keputusan untuk luna


__ADS_3

Arif menatap semua orang yang ada di sana. Arif tahu kejadian yang menimpah dirinya dan wanita yang dia tak kenal. Bahkan wajahnya saja cuma dia lihat sekilas. Pihak perempuanlah yang paling di rugikan, bukannya dia tidak mau bertanggung jawab. Tapi dia minder yang hanya anak seorang buruh tani.


Namun dia melihat seorang ayah yang memohon demi harga diri putrinya. Juga kakak laki-laki yang juga sama memohon demi harga diri adiknya. Arif juga akan melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan ke adik perempuannya.


Kalau dia mengiyakan toh menyelamatkan dirinya juga kan. Kalau foto itu berhasil di sebar luaskan bukannya dia akan menjadi cowok pengecut.


" Baik, saya setuju dan saya akan menikahi putri bapak." Ucap Arif


" Alhamdulillah." Ucap mereka dan bernafas lega dengan jawaban Arif.


" Terima kasih nak." Ucap ayah Rudi yang langsung lega.


Mereka pun mulai berbincang mengenai rencana pernikahan antara Luna dan Arif.


" Nak Arif bagaimana kalau pernikahan ini di laksanakan tiga hari lagi. Cukup akad nikah saja yang di hadiri oleh keluarga saja. Dan saya juga mohon maaf kalau tidak bisa membuat pesta besar karena kondisinya tidak memungkinkan. Takut itu malah di jadikan senjata oleh orang itu. Nak Arif paham kan maksud saya."


" Paham pak tapi waktu tiga hari bagaimana saya bisa mengumpulkan uang untuk membeli mas kawin dan seserahan untuk anak bapak." Ucap Arif.


" Mas Arif cukup memberikan mas kawin perlengkapan shalat saja." Ucap Ayah Rudi.


" Bagaimana untuk mas kawin dan juga seserahan dari saya. Anggap saja itu kado pernikahan dari saya." Ucap Zafran.


Arif berusaha berpikir.


" Tidak usah banyak mikir mas Arif, dan itu kado dari saya dan saya ikhlas memberikannya." ucap Zafran lagi.


" Terima kasih, mas Zafran." ucap Arif.


" Ya sudah ya mas Arif kita sudah sepakat untuk akad nikah tiga hari lagi. Saya minta mas Arif segera memberitahu orang tua mas Arif. Agar besok saya bisa menyuruh orang untuk menjemput keluarga mas Arif. Karena perjalanan ke kampung mas Arif hampir enam belas jam kan." Ucap Bagas.

__ADS_1


" Baik saya akan memberitahukan keluarga saya." Ucap Arif.


" Ya sudah mas Arif ini kartu nama saya di situ ada Nomor telpon saya. Nanti mas Arif bisa beritahu ke saya kalau mas Arif sudah memberitahu keluarga mas Arif." ujar Bagas.


" Baik mas."


" Ya sudah nak Arif kami permisi dulu. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Setelah itu mereka pun kembali ke kamar luna.


" Assalammualaikum." Ayah Rudi Dan yang lainnya pun masuk ke dalam ruangan Luna.


" Walaikum Salam." Luna Dan Jihan langsung menengok kearah


Pintu saat.


tanya ayah Rudi.


" Baik yah." luna pelan


" Sayang kalau ayah tanya kejadian kemarin apa kamu


bisa Cerita ke kami." agar semuanya bisa jelas karena kami


yakin kalau kamu itu dijebak." ucap ayah Rudi.


Luna terdiam berapa saat.

__ADS_1


" Ayah Luna sungguh tak mengenal orang itu. Luna juga


nggak tahu Luna bisa ada di dalam kenapa kamar "ucap


Luna sambil terisak.


" Ayah tahu karena pria itu juga tak mengenal kamu, dia


Juga nggak tahu bagaimana dia bisa berada di dalam kamar


dengan kamu, ayah boleh tahu siapa yang ngundang kamu


untuk acara makan malam!" tanya ayah Rudi.


Luna di undang makan malam dengan Chantika dan suaminya. Tapi saat makanan datang tiba-tiba saja Chantika merasa mual dan pergi ke kamar mandi. Setelah kembali wajah Chantika sangat pucat karena nggak tega luna menyuruh mereka pulang. Begitu juga dengan Luna yang langsung meninggalkan restoran


Setelah membayar. Luna memilih untuk pulang tak jadi makan. Saat Luna akan berjalan menuju ke mobil tiba-tiba ada yang membekapnya. Setelah itu Luna nggak tau apa-apa lagi dan pas Bangun-bangun udah lihat


mas Aji mukulin orang." Cerita Luna.


" Om putra bisa minta tolong untuk Cak CCTV di depan resto dan juga. CCTV hotel serta siapa pemiliknya." ucap Zafran ke om putra


" Baik mas, Secepatnya sebelum siang hari apa yang di minta mas Zafran sudah ada." ucap om putra.


" Oh iya nak ayah sudah bicara dengan laki-laki itu dan ayah memutuskan untuk menikahi kalian tiga hari lagi."


Deg...


Luna kaget bagaimana bisa ayahnya menyuruh dia menikah dengan laki-laki yang dia kenal.

__ADS_1


" Ayah punya alasan mengapa ayah ingin kalian menikah secepatnya. Kita belum tahu siapa yang menjebak kalian dan apa tujuannya. Di tambah kalau sampai dia memfoto kalian yang sedang tidur bersama. Bukannya nanti kamu yang di cap wanita tidak benar. Percayalah nak ayah mengambil keputusan ini karena Ayah sudah mengetahui latar belakang dia dan keluarganya. Hanya ini satu-satunya jalan keluarnya." Ucap ayah Rudi sambil memberikan kertas yang berisikan data arif.


Luna pun hanya bisa nurut karena apa yang di katakan ayahnya benar.


__ADS_2