
" Mbak Jihan, mas Bagas , mas Aji dan mbak Luna, seperti yang sudah kalian lihat video pesan dari pak Rudi. Saya hanya ingin memberikan surat wasiat yang ayah kalian tulis sebelumnya." Ucap pak pengacara.
Mereka berempat pun membaca surat wasiat yang ayahnya tulis. Mereka berempat benar-benar tak menyangka kalau ayahnya sudah merasakan akan meninggalkan mereka. Dan ayahnya benar-benar mempersiapkan semua dengan baik.
Mereka berempat pun menerima apa yang sudah ayah mereka bagi dan mereka menerimanya dengan lapang dada dan tidak saling iri.
Setelah berbicara dengan pengacara dan juga notaris, Bagas dan keluarga kecilnya juga kedua mertuanya pamit pulang lebih dulu.
******
Dengan berseragam putih abu-abu membuat Andra makin tampan dan makin menjadi idola di kalangan para kaum hawa. Hari ini pulang sekolah Andra ada latihan basket bersama teman-temannya. Karena mereka ada pertandingan basket antar sekolah se kabupaten.
Ternyata banyak para siswi yang memilih untuk tetep berada di sekolah untuk menonton anak-anak basket latihan. Bagi para siswi itu sebagai kegiatan cuci mata karena mereka yang berada di tim basket merupakan cowok-cowok terganteng dan terkeren di sekolahnya. Terutama Andra menjadi most wanted karena selain Andra cowok paling tampan di tambah Andra yang sudah dari SD terkenal dengan kepintaran nya dan juga sebagai cucu dari Gibran al-Fathir membuat kaum hawa makin menggila.
Teriakan kaum hawa terdengar riuh saat Andra berhasil memasukan bola. Sedangkan yang di teriaki hanya memandang wajah datar dan dingin.
__ADS_1
Selesai latihan Andra bersama dengan empat sahabatnya Albert, Vito, Erwin dan Lexi pun menuju ke parkiran setelah mereka beristirahat sebentar. Sampai parkiran mereka menuju ke motor masing-masing, hari ini Andra memang memilih untuk membawa motor besarnya.
Mereka pun berpisah hanya Andra dan Vito saja yang perjalanan pulang ke rumahnya arah. Sampai rumah Andra langsung di sambut oleh sang Mami Zafira.
" Assalamualaikum mi." Ucap Andra mengucapkan salam ke Maminya yang menunggu dirinya di teras rumah.
" Walaikum salam, sudah makan nak?." Tanya Mami Zafira.
Andra menggeleng
" Astaga si mami namanya juga habis olahraga."
" Udah sana mami siapin makan." Zafira langsung menyuruh anaknya pergi ke kamarnya.
Selesai bersih-bersih dan juga sudah memakai baju rumahan. Andra pun turun ke bawah untuk makan siang yang terlambat. sampai di ruang makan Maminya sudah menunggu Andra.
__ADS_1
" Wah sop iga! mami tahu aja kesukaan Andra. terima kasih mi." Seru Andra yang senang karena menunya makanan kesukaan dirinya.
" Ya sudah kamu makan saja mami tinggal dulu ke kamar. kalau kamu mau nambah tinggal minta sama bibi aja." ucap Mami Zafira sambil berlalu meninggalkan ruang makan.
Andra hanya mengangguk karena sudah tidak sabar untuk memakannya.
" Kamu baru pulang dra?." tanya Tante Khanza istrinya om Zafran kembaran sang Mami.
" Iya Tan, habis latihan basket karena akan ada turnamen ." Jawab Andra.
" Oh."
" Tante Khanza nggak ke rumah sakit." tanya Andra yang tumben melihat Tantenya ada di rumah di jam seperti ini.
" Memang kenapa kalau Tante ada di rumah masalah buat kamu. Tante ambil cuti sehari mau healing tapi ternyata gagal." ucap Tante Khanza manyun.
__ADS_1
Andra tertawa saat melihat om Zafran yang turun dari lantai atas. Dan kini dia tahu kenapa tantenya terlihat sebal.