
Tak lama perawat pun memberitahukan kalau Andra sudah sadar dan akan di pindahkan ke ruang rawat. Mendengar anaknya sadar dan akan di pindahkan ke ruang rawat, semuanya langsung mengucapkan Alhamdulillah sebagai rasa syukur.
Begitu Andra sudah di pindahkan ke ruang rawat, mami Zafira dan yang lainnya
" Mommy minta perawat untuk ngambil kan kamu kursi roda dulu." Ucap Oma khayra ke mami Zafira karena mau melihat Andra yang sudah ada di kamar rawatnya.
" Nggak usah Mom, Fira masih kuat kok." Jawab mami Zafira.
" Insyaallah Mom."
" Yah udah yuk." Mereka pun berjalan menuju ruangan rawat Andra melalui connecting door.
Ceklek....
Mami Zafira masuk bersama yang lainnya dan Mami Zafira melihat anaknya terbaring di atas brankar. Mami Zafira pun langsung menghampiri putra sulungnya.
" Sayang..., Bagaimana apa ada yang sakit?." Tanya Mami Zafira khawatir.
__ADS_1
" Mami sakit, muka mami pucat banget. Maafin Andra ya mih pasti karena mikirin Andra ya." Bukannya menjawab Andra malah bertanya ke maminya karena melihat kondisi maminya.
" Mami nggak apa-apa sayang, kamu jangan mikirin mami. Sekarang yang kamu harus pikirkan kamu harus cepat sehat." Ucap mami Zafira sambil mengelus kepala putranya.
Andra melihat kondisi maminya yang pucat dan terlihat kurang fit ikut sedih. Andra baru paham kenapa dia disuruh pulang ternyata ini alasannya. Andra tahu maminya pasti sedang sakit karena mikirin dirinya. Andra sedih melihat maminya sakit tapi Andra cukup bahagia karena sebegitu sayangnya mami dan papi juga keluarga besar mami dan papi kepada Andra dan adiknya Ayra padahal mereka berdua hanya anak angkat. Apakah ini yang orang bilang anak angkat rasa anak kandung.
" Sayang sehat-sehat ya jangan bikin Oma jantungan lagi ya sayang. Oma benar-benar takut kehilangan kamu sayang." Ucap Oma khayra.
" Maafin Andra ya udah buat mami, Oma dan yang lainnya khawatir." ucap Andra yang sedih melihat keluarganya yang juga sedih.
******
Adik dan sepupunya mendengar berita kalau Andra sudah sadar. Mereka pun langsung pergi ke rumah sakit setelah pulang sekolah. Sebelum keluar gedung sekolah, Breeze menghampiri para sahabat sepupunya untuk memberitahu berita bahagia.
" Assalamualaikum, Halo kak Vito, Kak Erwin , kak Albert, kak Lexi dan kak Riska." Sapa Breeze.
" Walaikum salam Zee."
__ADS_1
" Oh iya Zee mau kasih tahu kalau mas Andra sudah sadar, Zee sama yang lain mau langsung ke rumah sakit. Kakak-kakak mau bareng atau mau nanti aja." tanya Breeze.
" Andra sudah sadar syukurlah, mau Zee tapi kita izin orang tua dulu ya." Jawab Erwin.
Dan mereka pun langsung menelpon orang tua masing-masing walaupun mereka tahu tanpa izin orang tua mereka juga pasti mengizinkan.
" Gimana??." tanya Breeze setelah mereka selesai menelpon.
" Aku udah di kasih izin." jawab Lexi.
" Iya aku dan Rizka juga sudah izin." ucap Erwin
Vito dan Albert juga sudah meminta izin, mereka pun lantas pergi menuju parkiran karena sudah di tunggu oleh yang lainnya di tempat parkir sekolah.
Jarak rumah sakit dan sekolah tak begitu jauh hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima menit.
Ceklek...
__ADS_1
" Assalamualaikum...." Mereka pun masuk satu persatu dan menyalami semuanya yang ada di sana.
" Walaikum salam, " jawab mereka yang berada di sana.