Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
63. sus Dara


__ADS_3

Sudah dua Minggu ini Zafira tidak mengantar Andra ke sekolah karena si kembar rewel jadi nggak bisa Zafira tinggal. Dan dengan terpaksa Andra sekolah di antar dan di tungguin oleh sus Dara.


Untungnya Andra anak yang pintar dia sama sekali tidak mengeluh saat maminya tak bisa mengantarkan dia ke sekolah.


Andra masuk ke dalam kelas, sus Dara memilih duduk di bangku yang memang di sediakan sama pihak sekolah.


" Mbak, mbak pengasuhnya Andra yang cucu keluarga al-fathir ya." Tanya seorang ibu-ibu yang bertanya ke sus Dara.


" Andra anak dari siapa mbak?" Tanya ibu yang lainnya.


Ibu-ibu itu memang Genk ibu-ibu yang bergaya sosialita yang menunggu anaknya. Sus Dara bisa melihat bagaimana dandanan mereka yang seperti orang mau kondangan.


" Iya saya pengasuhnya den Andra, Den Andra anak dari putri bungsunya pak Gibran dan Bu Khayra." Jelas sus Dara.


" Oh.... Tapi kok saya heran ya perasaan pernikahannya belum ada tiga tahun deh tapi kok sudah punya anak Segede gitu ya.' ucap ibu-ibu yang nanya sus Dara pertama kali.


" Iya ya, bukan anak kadung ya mbak si Andra itu." Timpal yang lainnya.

__ADS_1


" Kayanya sih gitu."


" Enak banget ya si Andra itu kalau benar cuma anak angkat. Di sekolahin sekolah yang bagus terus pakai pengasuh lagi. Masa depannya terjamin kalau saya mah saya sekolah di sekolah biasa aja sayang uangnya."


" Itu mah situ! Kalau Bu Zafira mah orang baik nggak hitungan makanya berkah terus." Ucap sus Dara dalam hati.


Beruntung saat itu ponselnya berdering, sus Dara pun pamit angkat telepon dulu.


" Duh untungnya di ponsel bunyi jadi bisa bebas dari ibu-ibu yang nggak punya kerjaan yang hidupnya ngurusin hidup orang lain aja." Gumam sus Dara.


Sus Dara tidak kembali ke tempat tadi dia sedikit menjauh dari para ibu-ibu tadi. Begitu ada pengumuman kalau kelas Andra sudah selesai. Sus Dara baru menghampiri anak majikannya itu dan langsung membawanya pulang.


Dan setelah bersih-bersih dan ganti baju sus Membawanya ke ruang tengah dimana semuanya pada kumpul.


" Bu tadi di sekolah ada ibu-ibu yang suka Nungguin di gazebo itu loh Bu." Ucap sus Dara saat hanya tinggal Zafira dan Mommy khayra.


" Yang mana sih sus." Tanya Zafira.

__ADS_1


" Itu loh Bu Genk sosialita yang dulu ngajakin ibu tapi ibu menolak untuk bergabung."


" Kenapa memangnya?."


" Mereka nyamperin Dara Bu terus mereka bilang Andra kan anak angkat ngapain harus di sekolahin yang bagus pake segala pengasuh sayang banget ngeluarin uang banyak hanya untuk anak angkat."


" Dara marah banget tahu Bu, Dara tuh kesel banget sama mereka. Dara tinggal pergi aja untung adik Dara telpon Bu walaupun ujung-ujungnya di buat kesal juga karena minta uang Mulu. Tapi nggak apa-apa kan adik sendiri kalau mereka ih amit-amit." Ucap sus Dara sedang Khayra hanya geleng-geleng kepala.


" Biarin aja mereka mau bilang apa? Yang jelas mau sampai kapan pun Andra dan Ayra anak saya."


" Jangan coba ada yang mengusik mereka berdua silahkan berhadapan dengan saya." Ucap Zafira tegas.


" Kirim mereka ke kutub utara bu." ucap sus Dara.


" Ide bagus dar, tapi kasihan pinguin dia nanti julitin sama mereka karena jalannya menggal-menggol." kekeh Zafira.


" Si ibu bisa aja." mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


Itu lah yang membuat sus Dara betah bekerja di sana karena majikannya sangat dekat dengan para pekerja di rumah tersebut. Mereka tak pernah memandang rendah kami para pekerja asisten rumah tangga.


Selain gajinya yang sangat besar yang sus Dara suka mereka selalu memberikan kami libur seminggu sekali dan memberikan cuti tiga bulan sekali untuk pulang kampung bertemu dengan orang tua dan keluarga mereka di kampung.


__ADS_2