Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
77. ICU


__ADS_3

Bagas dan keluarga kecilnya tidak jadi ikut umroh bersama keluarga besar al-Fathir. Setelah keluarga besarnya pergi, Bagas bersama istri dan anaknya


pun kembali membawa koper mereka masing-masing ke dalam kamar. Dan mereka pun mengganti baju, Setelah itu mereka pun bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


Mereka pun berangkat ke rumah sakit dengan Zafira yang menyetir mobilnya. Awalnya Bagas kekeh ingin menyetir sendiri mobilnya, tapi Zafira tak mengizinkan Suaminya untuk menyetir. Karena Zafira nggak mau ngambil resiko karena suaminya sedang tidak fokus.


Mereka pun sampai di rumah sakit Zafira pun memarkirkan mobilnya setelah itu mereka pun turun dan masuk ke dalam rumah sakit. Saat mau masuk ternyata bersamaan dengan datangan Luna.


" Mas Bagas dan yang lainnya kok ada di sini.' tanya Luna yang bingung.


Luna pikir kakaknya itu sudah berangkat ke tanah suci.


" Kita di telpon Aji katanya ayah masuk rumah sakit dan masuk ICU. Jadi kita memutuskan untuk tidak pergi. Kamu baru datang?." tanya Bagas balik.


" Iya aku baru datang nganterin anak-anak ke rumah orang tua mas Arif dulu. Jadi mas Arif sama mas Aji yang bawa ayah ke rumah sakit. Yuk kita langsung ke sana aja." Ajak Luna.

__ADS_1


" Kak Jihan sudah datang lun." Tanya Zafira.


" Sudah sama bang Carlos."


Mereka pun sampai di ruang ICU, di sana ada Aji dan  istri, kak Jihan dan suaminya Carlos dan juga Arif suaminya Luna. Mereka yang berada di ruang ICU sempat kaget karena melihat Bagas dan keluarganya ada di sini. Karena mereka tahu kalau Bagas dan keluarganya akan pergi umroh bersama keluarga besar Luna.


" Bagaimana keadaan ayah?." Tanya Bagas langsung.


Aji pun mulai menjelaskan keadaan ayahnya secara detail dengan sang kakak.


" Apa perlu di bawa ke Singapura?." Tanya Bagas.


" Iya gas, kita hanya bisa mendoakan Semoga ayah bisa melewati masa kritisnya." Ucap Jihan.


Malam hari nya Zafira pulang bersama anak-anak karena Bagas tidak ikut pulang. Bagas akan menginap di rumah sakit menjaga ayahnya bersama dengan suaminya kak Jihan.

__ADS_1


Pagi harinya Zafira kembali ke rumah sakit membawakan sarapan untuk suaminya. Zafira tidak sendiri tapi dia pergi bersama anak-anaknya.


" Assalamualaikum, mas Bagas sama bang Carlos ayo sarapan dulu Fira sudah bawain sarapan untuk kalian." Ucap Zafira begitu sampai di ruang tunggu ICU.


" Walaikum salam, Terima kasih."


Bagas dan suaminya kak Jihan pun menikmati sarapan yang Zafira bawa.


" Gimana sudah ada berita baik tentang ayah." Tanya Zafira.


" Belum ada, belum ada kemajuan masih sama seperti kemarin." Jawab Bagas sedih.


Zafira tak bisa berkata lagi dia hanya mengelus punggung suaminya. Zafira tahu suaminya sangat sedih dan juga terpukul. Karena ayah mertuanya adalah satu-satunya orang tua yang di milikí oleh Bagas.


menjelang ashar semua anak dan menantunya sudah berada di rumah sakit. hanya Keluarga Jihan dan juga keluarga Bagas yang sudah datang dari pagi.

__ADS_1


Sedangkan keluarga besar al-Fathir yang bertolak ke Arab Saudi tanpa keluarga Luna. Deddy Gibran pun langsung mengajak keluarganya untuk mendoakan kesembuhan orang Bagas yang merupakan besannya di depan Ka'bah.


Mereka pun sangat bersedih dengan apa yang menimpah ayah dari Bagas.


__ADS_2