
Deddy Gibran dan Mommy khayra pun mengadakan acara makan malam di restoran miliknya untuk merayakan kelulusan kedua cucu mereka. Andra yang lulus SMP dan juga Ghaizan yang lulus SMA.
Seluruh keluarga baik keluarga al-fathir, keluarga Ibrahim ( keluarga Mommy khayra ), keluarga dari Bagas dan juga keluarga Amara mamanya Ghaizan.
Semuanya sudah berkumpul di restoran dan mengucapkan selamat ke Andra dan Ghaizan yang sama meraih prestasi yang sangat memuaskan.
" Andra habis ini mau masuk SMA mana?." Tanya Tante Jihan kakak papinya.
" Masih di sekolah yang sama Tante." Jawab Andra.
" Nggak pengen ngerasain suasana sekolah yang lainnya." Tanya Tante Jihan lagi.
" Nggak ah tante di sana aja, kalau beda sekolah kasihan mami yang antar sekolah."
" Kamu berangkat sendiri lah."
" Kan belum boleh bawa kendaraan Tante."
__ADS_1
" Ya pakai supir lah."
" Nggak ah, bareng sekolah sama adik-adik malah lebih seru." ucap Andra.
Setelah ngobrol bersama tantenya Andra pun bergabung bersama para sepupu yang sepantaran.
" Oh iya Ghaizan katanya kamu mau masuk Akmil ya." Tanya Carlos suami Jihan.
" Iya om, Alhamdulillah sudah lulus tes masuknya kalau nggak ada halangan bulan depan sudah mulai." Jawab Ghaizan.
" Iya om. Doain saja om semoga bisa meraih cita-cita aku seperti eyang Kakung."
Ghaizan memang dari dulu ingin menjadi tentara seperti papa mamanya. Dan Sakti pun sebagai ayahnya sangat mendukung anaknya. Makanya setelah lulus sekolah Ghaizan pun meminta izin sama ayahnya untuk meneruskan masuk Akmil.
" Amin, Kalau nggak salah om punya teman yang mengajar di sana deh. Eh..tapi eyang kamu pasti punya banyak kenalan secara eyang kamu itu seorang jenderal yang hebat." ucap om Carlos.
Carlos sangat tahu siapa eyangnya Ghaizan, Walaupun dirinya tak begitu mengenal dekat. Tapi hampir semua tentara tahu siapa eyangnya Ghaizan.
__ADS_1
" Om bisa aja, Sepupunya mama juga ngajar di sana om tapi kata eyang walaupun ada sepupunya mama bukan berarti aku boleh seenaknya aja. Justru kami malah sudah sepakat kalau dia sepupu mama, Karena aku mau orang-orang melihat aku sebagai Ghaizan bukan sebagai cucunya eyang." Ucap Ghaizan.
" Bagus, om suka cara berpikir kamu yang tidak mau memanfaatkan nama eyang kamu."
Tak jauh dari sana ada seorang gadis yang sedang bersedih saat tahu laki-laki yang dia sukai ternyata memilih masuk Akmil. Iya, gadis itu adalah Ayra, Ayra tak sengaja mendengar pembicaraan Ghaizan dengan om Carlos.
Ayra yang baru tahu kalau kakak sepupunya itu memilih untuk meneruskan pendidikannya di Akmil. Ayra sangat sedih mengetahui itu karena dia makin jarang bertemu dengan kakak sepupunya itu. Sekarang saja Ayra jarang melihat kakak sepupunya itu kalau bukan ada acara keluarga atau memang kakak sepupunya sedang main ke rumah Omanya.
Karena memang keluarga Ghaizan tidak tinggal dengan Oma dan Opanya. Tapi rumahnya nggak jauh hanya beda berapa rumah saja. Di tambah Ghaizan memilih bersekolah di sekolah negeri saat masuk SMA. Maka dari itu Ayra jarang bertemu dengan kakak sepupunya itu.
Setelah mendengar pembicaraan antara Ghaizan dan om Carlos, Ayra menjadi lebih pendiam. Dia terus saja memikirkan perasaannya terhadap kakak sepupunya itu.
" Kamu kenapa kak ai kok dari tadi aku lihatin diam saja?. Kak ai nggak lagi sakit kan?." tanya Breeze.
" Eh.. nggak kok aku baik-baik saja kok." Jawab Ayra.
Breeze pun memilih untuk tidak bertanya lagi karena Breeze merasa sepupunya sedang tidak ingin di tanya.
__ADS_1