Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
38. membawa pergi


__ADS_3

Tak lama dokter Utami yaitu dokter anak yang menangani baby Ayra datang.


" Selamat malam, mbak Khayra dan mas Gibran."


" selamat malam juga dek Utami." balas Mommy khayra.


" Mbak, mas ada yang mau saya bicarakan." Ucap dokter Utami.


" Mau bicara apa dek? Baby Ayra nggak apa-apa kan?." Tanya Mommy khayra yang takut ada apa-apa dengan baby Ayra.


" Alhamdulillah nggak mbak."


" Terus mau bicara apa?" Mommy Khayra sedikit tegang.


" mbak pasti sudah tahu ada berapa orang yang menanyakan anak-anaknya Alm. Rahma. Pihak rumah sakit sudah bilang kalau kami tidak tahu keberadaan anak-anaknya Alm. Rahma. Tapi nampaknya mereka tidak percaya dan saya juga sudah bertemu dengan Bu Masinah menanyakan kenapa orang-orang itu ada di sini."


" Kata bu Masinah pihak keluarga laki-laki bejat itu mencari keberadaan anak-anaknya Alm. Rahma. Katanya mau di jual sama orang yang nggak punya anak gitu. Makanya pihak rumah sakit juga memindahkan Bu masinah ke klinik punya kepala rumah sakit takut nanti Bu masinah yang jadi sasarannya. Dan Bu masinah hanya memberikan ini surat tanah rumah yang si mbok dan Rahma tempat. Bu masinah bilang itu buat anaknya Rahma yang di titipkan ke si mbok ke orang tua Bu masinah." Jelas dokter Utami.


" Astaghfirullahaladzim, memang mereka barang apa di jual." Kesal Mommy khayra.


" Itu yang tadi saya dan pihak rumah sakit bicarakan, kebetulan baby nya Rahma itu hanya satu-satunya yang lahir di hari itu. Kami takut sesuatu menimpah hal yang buruk sama baby ini. Kami memutuskan untuk mbak Khayra membawa pulang baby nya."


" Tapi dek kan belum cukup sehat."

__ADS_1


" Nanti kami akan meminjamkan inkubator dan akan mengirim perawatan ke sana."


" Tapi apa nggak apa-apa dok."


" Alhamdulillah kondisi baby nya sangat baik."


" kalau saya bawa ke Jakarta gimana dok?." Tanya Mommy khayra khawatir.


" Dari yang saya lihat sangat baik sepertinya tidak masalah kalau mau di bawa ke sana. Nanti saya akan ikut mendampingi sampai sana." Ujar dokter Utami.


" Gimana mas?." Tanya Mommy khayra ke suami.


" Sepertinya memang lebih baik langsung di bawa ke Jakarta sebelum mereka tahu siapa kita. Dokter Utami bisa membantu kami mengurus administrasi dan kepindahannya kan." ucap Deddy Gibran.


" Sayang nanti kamu ikut sama baby Ayra, baru besok mas akan bawa Andra dan Zafira ke pulang. Kalau Bagas biar dia menyelesaikan pekerjaannya dulu." Ucap Deddy Gibran.


" Iya mas, lebih cepat lebih baik kita pergi dari kota ini."


" Kamu telpon Zafra sayang bilang baby Ayra akan di pindahkan ke sana." Ujar Deddy Gibran.


Mommy Khayra pun menelpon adiknya memberitahu kalau dia akan memindahkan baby Ayra ke rumah sakit Al hikmah. Dan meminta Zafra untuk mengurusnya.


Setengah jam kemudian dokter Utami pun kembali dan menghampiri mereka.

__ADS_1


" Mbak semuanya sudah selesai, sebentar lagi kita sudah bisa jalan, sudah telpon ke pihak rumah sakit Al-Hikmah." tanya dokter Utami.


" Sudah dek. Mbak sudah telpon dan mereka sudah siap menunggu kedatangan kita." Jawab Mommy khayra.


" Syukurlah,oh iya mbak agar nantinya mereka nggak curiga bagaimana mbak menunggu di perempatan jalan aja." Saran dokter Utami.


" Boleh, itu lebih baik. Ya sudah dek kalau gitu kami duluan." ucap Mommy khayra yang pamitan ke dokter Utami.


Mommy Khayra dan Deddy Gibran pun meninggalkan rumah sakit. Dan pergi ketempat dimana mereka janjian.


" Yang mas telpon Rayyan atau Zafran ya buat nemani kamu di rumah sakit." Ucap Deddy Gibran.


" Boleh mas."


Deddy Gibran pun menelpon putranya dan menyuruh salah satunya berangkat ke rumah sakit Al hikmah untuk menemani Mommy nya.


" Yang Zafran nanti yang akan menemani kamu di rumah sakit soalnya Ray besok ada meeting pagi." Ujar Deddy Gibran.


" Nggak apa-apa siapa aja? Yang penting ada yang nemani aku." Jawab Mommy khayra.


Tak lama ambulance pun datang, Mommy khayra pun segera masuk ke dalam ambulance menemani baby Ayra.


Sedangkan Deddy Gibran dia kembali ke apartemen setelah ambulance pergi.

__ADS_1


__ADS_2