Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
69. alasan Andra


__ADS_3

Bagas pulang ke rumah sudah di tunggu oleh zafira dengan wajah cemas.


" Assalamualaikum." Bagas mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah. Hari ini memang Bagas memilih untuk pulang lebih awal dari pada Deddy mertua dan juga iparnya karena istrinya terus saja menelpon dirinya.


" Walaikum salam, Mas gimana tadi?." desak Zafira yang sudah tidak sabaran.


" Bisa mas bersih-bersih dulu dan bisa kita bicaranya di kamar saja. mas nggak ingin anak-anak dengar pembicaraan ini." ucap Bagas yang mengajak istrinya menuju ke kamarnya.


Sampai kamar Bagas langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Zafira harus menahan kesal karena dari tadi dia sudah penasaran tapi masih harus menunggu. Namun Zafira tak lupa kewajibannya dia menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Dan juga membuatkan teh hangat seperti biasanya.


Bagas pun sudah keluar dari kamar mandi dan juga sudah menikmati teh yang di buat sang istri.


" Mas cepetan cerita." rengek Zafira.


Bagas pun menceritakan apa yang terjadi di kantor kepada sang istri.


" Astaga dasar nggak punya otak bisa-bisanya dia menukar anak kandungnya dengan uang. Tapi aku juga nggak akan pernah rela memberikan Andra dan Ayra ke mereka." omel Zafira.


" Sekarang orang itu kemana?." Tanya Zafira.


" Di penjara." Jawab Bagas santai.


" Bagus biar membusuk di penjara."


" Astaghfirullahaladzim sayang kamu itu." tegur Bagas.


" Hehehe.... habisnya kesal sama orang kaya begitu." ucap Zafira cengengesan.


" Nggak boleh begitu sayang, Ingat Ayra itu perempuan loh. Dia perlu ayah kandungnya untuk menikah dia nanti. Dari pada mengumpat mereka lebih baik doain orang-orang itu di beri hidayah agar orang-orang tersebut bisa bertaubat sayang." ucap Bagas yang gemas dengan sang istri.


" Astaghfirullahaladzim maafin aku mas habis aku tuh kesal sama mereka."

__ADS_1


Cup...


Bagas mencium sekilas bibir sang istri.


" Kita berdoa semoga ini yang terakhir yang mengganggu anak kita. Dan semoga kedepannya kita akan selalu bahagia bersama dengan anak-anak." Ucap Bagas.


" Oh iya Andra seperti tahu kalau laki-laki itu ayah kandungnya." ucap Bagas.


Zafira langsung melotot kan matanya ke sang suami.


" Bagaimana bisa?."


" Kamu nggak aneh sayang kenapa kok hari ini Andra minta di temani sama sus Dara?." Tanya Bagas.


" Kan memang Dara itu pengasuh Andra dari kecil jadi mungkin dia ingin di temani oleh Dara." Ucap Zafira.


" Berapa hari belakangan lelaki itu mencoba mencari celah untuk bisa mendekati Andra. Dan akhirnya satu kesempatan lelaki itu pun bisa bertemu dengan Andra. Aku nggak tahu apa yang orang itu bicarakan. Tapi sepertinya orang tersebut tidak bisa meyakinkan Andra makanya laki-laki itu datang ke kantor menemui Deddy karena dia pikir Deddy dan Mommy yang mengadopsi Andra dan Ayra." jelas Andra.


" Ya Allah mas, kok Andra nggak cerita sih." Zafira menjadi cemas dengan anak sambungnya itu.


" Mereka bakal nemuin Ayra nggak ya mas?." Tanya Zafira khawatir apalagi Ayra anak perempuan takut dia semakin terluka hatinya. Zafira sungguh tak terima kalau anak perempuan satu-satunya ada yang menyakiti.


" Sepertinya dia tidak tahu soal Ayra apalagi Ayra selalu bersama si kembar dan juga para sepupunya."


" Semoga saja mas,"


" Tapi nanti kita harus bicara sama Andra mas." Bagas mengangguk.


********


Tok...tok...tok...

__ADS_1


Ceklek


" Boleh papi dan mami masuk." ucap Bagas meminta izin masuk ke kamar anak sulungnya.


" Masuk aja Pi , mi."


Bagas dan Zafira pun masuk dan langsung duduk di pinggir ranjang anaknya. Andra memandangi kedua orang tua angkatnya karena tak biasanya mereka datang ke kamarnya secara bersamaan.


" Mas Andra mami boleh tanya." Zafira pun membuka suara, Bagas memang membiarkan istrinya untuk berbicara dengan anaknya.


Andra hanya mengangguk menandakan kalau dia mengiyakan maminya untuk bertanya.


" Mas Andra apa belakangan ini ada orang tak di kenal menemui Andra di sekolah."


" Oh itu, Iya mi memang ada dia bilang kalau dia ayah kandung Andra."


" Apa yang orang itu bilang ke kamu."


" Nggak banyak dia cuma bilang ingin membawa Andra kembali. Dan dia bilang kalau Mami dan papi menculik Andra."


" Kamu percaya." Andra menggeleng.


" Apa dia menyinggung adik Ayra?." tanya Zafira.


" Nggak mi, dan jangan sampai dia bertanya tentang Ayra." Zafira bernafas lega.


" Apa ini alasan kamu meminta sus Dara kembali menemani kamu." Kali ini Bagas yang jawab.


" Iya Pi, Andra hanya merasa jauh lebih aman kalau ada sus Dara." Ucap Andra.


" Apa kamu ada keinginan untuk menemui ayah kamu." tanya Bagas.

__ADS_1


" Nggak, Nggak Mi, Pi Andra nggak ingin bertemu atau tahu tentang laki-laki itu. Andra sering bermimpi lelaki itu mukulin seorang wanita yang mami suka bilang kalau itu ibu Andra." jawab Andra.


" Baiklah, papi akan nambah orang yang akan menjaga kamu dan juga yang lainnya. Sudah kamu istirahat sudah malam." ucap Bagas yang mengajak istrinya keluar dari kamar anaknya.


__ADS_2