Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
46.Masalah keluarga Bagas 2


__ADS_3

" Mudah-mudahan yah, tadi juga pengacara sedang menemui laki-laki itu. Kalau laki-laki itu


tidak mau melaporkan Aji, Aji bisa langsung bebas.Karena bukan laki laki itu yang melaporkan tapi pihak hotel." ucap Jihan.


" Kenapa luna bisa sama laki-laki itu nak" tanya ayah.


" Tepatnya Jihan nggak tahu


sepertinya mereka di jebak yah ." Jawab Jihan.


" Ayah jangan banyak pikiran biar Jihan dan bagas yang mengurus masalah ini. Lebih baik ayah istirahat aja." ucap Jihan lagi.


" Lebih baik kamu pulang nak, kasihan Dirly di rumah, Ayah juga nggak enak sama suami kamu. Walaupun dia tidak di sini tapi kan kamu di titipkan sama ayah." Ujar Ayah.


" Ayah nggak usah khawatir Jihan sudah izin sama suami Jihan dan dia mengizinkan. Dan Jihan juga sudah menelpon suster nanyain Dirly. Kata suster Dirly nggak rewel kok anteng aja, Jadi biarin Jihan di sini. Ayah tidur aja, ingat ayah itu ada sakit jantung loh." Ucap Jihan.


" Ya udah, ayah mau tidur di sofabed aja." Ucap ayah yang berjalan menuju sofa.


Ayah tidur di sofa sedangkan Jihan menggantikan duduk di kursi samping brankar Luna.


*


*


Bang Rizal yang menuju ruangan laki-laki yang bersama Luna di hotel.

__ADS_1


Beruntung saat bang Rizal masuk ke ruangan laki-laki itu yang ternyata bernama Arif Wibowo. Arif Wibowo adalah seorang pelayan restoran tempat Luna yang di undang untuk makan malam.


" Selamat pagi mas Arif." Ucap bang Rizal yang saat ini sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


" Se...selamat pagi." Jawab Arif yang bingung karena tak mengenal bang Rizal.


" Oh iya mas Arif perkenalkan nama saya Rizal saya adalah pengacara dari perempuan yang tidur bersama ada di dalam hotel." Ucap bang Rizal.


" I..iya tapi saya tidak mengenal wanita itu saya juga tidak tahu kenapa saya bisa berada di sana." Ucap Arif yang sedikit ketakutan.


" Kamu jangan takut sebelumnya saya mewakili pria yang memukuli kamu minta maaf. Karena saat itu Aji sangat emosi saat ada yang memberitahu kalau adiknya sedang bersama laki-laki di dalam kamar hotel." Ucap bang Rizal.


" Iya saya juga akan melakukan hal yang sama kalau melihat adik saya di kamar hotel dengan seorang laki-laki." Ucap Arif.


" Baik mas, saya juga penasaran kenapa saya bisa berada di sana."


ucap Arif.


" Mas arif bisa di Ceritakan ke saya." ucap bang Rizal.


" Saya juga nggak tahu yang saya tahu itu saya sedang membuang


sampah tapi tiba-tiba ada yang membekap saya terus saya nggak tahu lagi. Saat itu saya hanya mendengar ada orang yang membuka pintu. Pas saya membuka mata tapi tiba-tiba saja ada yang datang lalu memukul Saya. Saya juga nggak mengerti karena Saat itu kesadaran saya belum nyatu. Tapi sungguh saya nggak tahu apa-apa." Ucap mas Arif ketakutan.


" Mas Arif nggak perlu takut karena kami percaya kalau tidak terjadi apa-apa dengan kalian. Kami yakin kalau kalian sedang di jebak." Ucap bang Rizal.

__ADS_1


" Tapi nanti mas Arif bisa bicara dengan keluarga mbak Luna." ucap bang Rizal lagi.


" Jadi wanita itu namanya mbak Luna." Tanya Arif.


" Iya namanya mbak Luna, oh iya mas arif saya harus kembali ke kantor polisi. Nanti saya akan ke sini lagi." Ucap bang Rizal.


Bang Rizal pun meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor polisi.


Sampai di kantor polisi bong Rizal pun memberikan surat pernyataan dari mas arif untuk membebaskan mas Aji.


Setelah itu mereka pun langsung menuju ke rumah sakit. Kerena sudah mau subuh mereka pun mampir terlebih dahulu ke masjid untuk shalat subuh.


Setelah itu mereka pun pergi ke rumah sakit Tapi mereka tidak langsung menuju ke ruangan luna tapi mereka meminta ayahnya untuk menemui mereka di kantin rumah sakit.


" Ayah mau pesan apa?." Tanya Bagas ke ayahnya yang baru datang menghampiri mereka di kantin rumah sakit.


" Sepertinya bubur ayam enak pagi-pagi begini, ayah pesan bubur ayah saja sama teh tawar hangat.' jawab ayah.


Bagas pun memesan bubur untuk ayahnya.


" Nak Zafran maaf jadi merepotkan." Ucap ayahnya Bagas.


" Nggak kok om nggak merasa di repotkan, Kitakan keluarga jadi sudah sepatutnya untuk saling tolong menolong." Ucap Zafran.


Mereka pun akhirnya sarapan bersama, setelah itu baru mereka membahas masalah yang terjadi sama Luna.

__ADS_1


__ADS_2