Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
89. khawatir


__ADS_3

Ayra benar-benar galau dan terus saja memandangi ponselnya, delapan bulan tak pernah melihat laki-laki dia sukai. Ayra berharap dengan kedatangan Breeze ke sana Ayra bisa melihat wajah bang Ghaizan. Karena bang Ghaizan jarang sekali meng-upload foto dirinya.


" Harusnya kan Zee sudah sampai Magelang dan biasanya Zee selalu rutin meng-upload status sosial media nya tapi kok ini nggak ada status apa-apa ya." Gumam Ayra pelan.


" Kalau aku chat gimana ya?." Tanya ayra pada dirinya sendiri.


" Tapi kalau nggak chat atau telpon Zee aku kan nggak tahu kabar bang Ghai?." Gumam nya lagi.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya ayra pun memberanikan diri untuk chat Zee terlebih dahulu.


( Assalamualaikum Zee, sudah sampai Magelang belum Zee)


Pesan pun terkirim ke ponsel Breeze.


Cukup lama Breeze membalas pesannya sekitar satu jam baru di balas.

__ADS_1


📩 Breeze : walaikum salam, Alhamdulillah sudah dari siang tadi. Ini lagi di villa tempat kita menginap selama di Yogya.


📩 Ayra : Loh bukannya ke Magelang Zee???


📩 Breeze  : kalau aku sama ayah bunda kan memang dari awal tujuannya ke Yogya. Yang lainnya ke Magelang tapi ternyata berubah yang ke malang cuma om sakti aja jemput bang Ghai.


📩 Ayra  : Oh jadi semuanya kumpul di Yogya gitu.


📩 Breeze : Iya, sudah dulu ya ay, aku mau mandi dulu soalnya mau makan malam di luar kalau kelamaan nanti kasihan om sakti dan bang Ghai nunggu nya.


📩 Ayra : loh memang om sakti sama bang Ghai belum sampai dari Magelang. Ya sudah hati-hati di sana.


Dan benar saja dua jam kemudian Breeze meng-upload foto di group keluarga. Ayra bisa melihat cowok yang di sukai nya ada di sana.


Ayra sampai senyum-senyum sendiri sambil memandangi foto yang ada di ponselnya sampai dirinya tak menyadari kalau sedang ada yang memerhatikan. Tante Jihan yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


*******


Di kediaman keluarga al-Fathir yang biasanya ramai kini hanya keluarga kecil Bagas saja minus Ayra karena menginap di rumah tantenya.


Di rumah hanya ada Bagas dan istrinya juga anak kembar mereka yang sedang main PlayStation. Sedangkan Andra dia pergi dengan para sahabatnya mau nonton katanya.


Tapi sudah jam sembilan malam anak sulungnya belum juga pulang. Mami Zafira pun langsung menelpon putranya dan dia bilang baru keluar dari dalam mall. mami Zafira pun bisa bernafas lega karena sudah tahu keberadaan anaknya.


Bagas yang sedang mengerjakan pekerjaannya yang masih belum selesai. saat masih fokus dengan laptopnya tiba-tiba mami Zafira membuka pintu kamar kasar dan cukup keras mengagetkan Bagas.


" mas... mas cari anaknya mas sudah satu jam sebelum sampai rumah juga aku khawatir mas." Mami Zafira langsung menarik tangan papi Bagas untuk mencari anaknya.


" Sayang kamu tenang dulu papi nggak mengerti kamu kenapa?." Bagas pun memberikan minum ke sang istri supaya lebih tenang.


" Andra belum sampai rumah Pih padahal tadi mami telpon Andra bilang baru keluar dari mall dan mau pulang. Tapi kok belum sampai -sampai juga pih, dari mall ke rumah hanya setengah jam tapi ini sudah satu jam belum sampai juga." kata mami Zafira yang sudah tidak bisa membendung air matanya.

__ADS_1


" Sabar ya sayang, papi telpon sahabatnya dulu ya." Ucap Bagas menenangkan istrinya.


Papi bagas mulai menelpon sahabat putranya menanyakan keberadaan putra. Bagas yang awalnya berpikir positif kini Bagas langsung memikirkan hal buruk yang menimpah putranya. karena ke empat sahabatnya putra sudah sampai rumah masing-masing sudah dari tadi. Tapi putranya belum sampai rumah dan juga belum ada kabarnya.


__ADS_2