
Adzan subuh berkumandang tapi operasi Andra pun belum ada tanda-tanda selesai. Seluruh keluarga juga masih menunggu di rumah sakit. karena sudah adzan subuh Opa Gibran menyuruh seluruh keluarga terutama yang laki-laki untuk shalat berjamaah di mushola rumah sakit. Sedangkan yang wanita mereka akan shalat subuh bergantian di ruangan kamar yang sudah di siapkan untuk keluarga yang menunggu.
Setelah kurang lebih lima jam operasi pun selesai tapi Andra masih harus melewati masa kritisnya. Dan Andra pun akan di pindahkan ke ruang ICU. Seluruh keluarga mengucapkan rasa syukurnya karena operasinya berjalan dengan lancar.
Pukul enam pagi mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah setelah Rayyan membelikan semua orang sarapan pagi termasuk keempat sahabat Andra.
Papi bagas dan om Aji yang nanti akan menunggu di rumah sakit. Awalnya mami Zafira tidak ingin pulang ingin tetap di rumah sakit. Setelah kedua putra kembarnya dan juga putrinya membujuk mami Zafira. akhirnya mami Zafira mau pulang ke rumah untuk istirahat.
Setelah keluarganya pulang tak lama Nenek Zahra dan kakek Alif , juga bersama kakek dan nenek buyut. Dan di ikuti oleh yang lainnya keluarga Oma Gita adiknya opa Khayra, keluarga opa Iqbal kakak pertama Oma khayra. Juga para saudara yang lain, bahkan banyak orang yang mengenal mereka cukup dekat pun datang menjenguk Andra di rumah sakit.
" Kamu tenang aja gas, tadi Yusuf sudah menjelaskan ke Tante kondisi Andra setelah operasi. Memang Andra saat ini masih koma dan belum sadarkan diri. Tapi melihat hasil pemeriksaan semuanya bagus kok. Kamu cukup yakinkan diri kamu kalau Andra pasti akan segera sadar dan bisa berkumpul lagi dengan kita." Ucap nenek Zahra yang juga berprofesi sebagai dokter bedah Sama seperti suaminya. Karena nenek Zahra bisa melihat suami keponakannya sangat sedih tapi di selalu berusaha untuk tetap tegar.
__ADS_1
" Iya makasih nek Zahra."
***
Sudah seminggu Andra belum juga sandarkan diri dan setiap hari mami Zafira tak pernah absen menemani putranya di rumah sakit. Kalau siang mami Zafira selalu menunggui Andra terkadang di temani oleh Oma khayra atau sama kak Dania juga para iparnya.
Dan selama seminggu itu juga mami Zafira kurang memperhatikan kesehatannya. Mami Zafira terkadang suka melewatkan waktu makannya. Walaupun makan hanya dua atau tiga sendok saja setelah itu dirinya serasa susah untuk menelan makanannya.Tidak hanya tidak nafsu makan, mami Zafira juga selama seminggu ini hanya bisa memejamkan matanya hanya sejam saja. Karena pikirannya terus memikirkan anaknya di rumah sakit.
Bruk ...
" Astaghfirullahaladzim, Fira." Teriak Oma Khayra dan Tante Khanza yang melihat mami Zafira jatuh.
__ADS_1
Tante Khanza langsung memanggil perawat untuk membantu mengangkat mami Zafira untuk di tidurkan di atas brankar.
Tante Khanza walaupun hanya seorang dokter gigi tapi dia cukup mengerti hanya sekedar memeriksa yang ringan saja. Dokter Khanza pun meminta perawat untuk memasangkan infus untuk mami Zafira.
Clarissa yang mendengar dari perawat kalau sepupunya pingsan. Clarissa pun langsung menuju ke tempat sepupunya berada. Clarissa adalah cucunya Oma Gita anaknya Tante Maura.
" Assalamualaikum, Gimana za?." tanya Clarissa ke Khanza.
" walaikum salam."
" Kalau menurut aku sih hanya kecapekan aja kak, Tapi coba kak Risa periksa lagi." jawab Tante Khanza.
__ADS_1
" Nanti saja kalau nanti setelah Fira siuman ada keluhan baru aku periksa. kalau di lihat aku setuju memang sepertinya Fira memang kecapekan saja." ucap aunty Clarissa.