
Selesai shalat tahajud Bagas pun beranjak dan ingin mencium tangan ayahnya. Tapi Bagas pun panik karena duduk sambil membungkuk.
" Yah, ayah kenapa ayah sakit?." tanya Bagas.
Karena nggak ada jawaban Bagas pun mencoba menggoyang tubuh ayahnya. Tapi begitu Bagas menggoyangkan tubuh ayahnya,tubuh ayahnya justru hampir terjatuh.
Deg....
Bagas pun langsung memencet bel untuk memanggil perawat.
Tak lama perawat dan dokter pun langsung menuju ruang rawat ayah Rudi. Dan mereka pun langsung memeriksa keadaan ayah Rudi.
" Bagaimana dok?." Tanya Bagas ke dokter walaupun dia sudah tahu kondisi ayahnya.
" Saya turut berturut berduka cita pak Bagas, pak Rudi sudah meninggal dunia." Ucap dokter
" Innalilahi wa innailaihi rojiun."
" Yang tabah pak Bagas, Allah SWT sangat sayang dengan pak Rudi makanya Allah SWT memintanya kembali kepadanya. Sekali lagi saya turut berdukacita." ucap Dokter sambil menepuk pundak Bagas. " Saya tinggal dulu pak Bagas nanti ada orang yang mengurus jenazah pak Rudi. " ucap dokter sebelum meninggalkan kamar rawat ayah Rudi.
Setelah kepergian dokter dan perawat Bagas pun langsung menghubungi Kak Jihan, aji dan juga Luna untuk mengabarkan berita duka ini. Dan Bagas meminta mereka untuk tidak datang ke rumah sakit. Bagas juga minta kakak dan adiknya untuk menyiapkan rumah duka saja dan juga menghubungi kerabat lainnya.
__ADS_1
*
*
Zafira yang tidur bersama putrinya pun melaksanakan shalat tahajud bersama. Selesai shalat Zafira mendengar ponselnya berdering, Zafira pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke nakas tempat dia meletakkan ponselnya.
Zafira pun langsung mengangkat telponnya begitu mengetahui kalau suaminya yang menelpon.
" Assalamualaikum mas."
" ........................................."
" Inalillahi wa innailaihi rojiun."
" ......................................"
" ......................................"
" Ya sudah, sampai ketemu di rumah ayah. Assalamualaikum."
Zafira pun menutup telponnya dan langsung di brondong pertanyaan oleh putrinya
__ADS_1
" Mam, kakek sudah nggak ada ya." Tanya Ayra.
Zafira mengangguk.
" Innalilahi wa innailaihi rojiun."
" Pantas kakek semalam datang dalam mimpi aku dan kakek pamitan sama aku ." ucap Ayra sedih.
" Sudah jangan menangis kasihan kakek lebih baik kamu siap-siap mami mau membangunkan kakak dan adik kamu dulu."
Zafira pun pergi ke kamar putranya Andra, Arfan dan Arqan memberitahu berita duka dan menyuruh mereka siap-siap. Zafira juga membangunkan kedua orang tuanya setelah itu baru dia meminta salah satu supir untuk mengantar dia dan anak-anaknya ke rumah mertuanya.
Zafira dan anak-anaknya pun berangkat di antar supir sedangkan yang lainnya akan menyusul.
Sampai di rumah mertuanya ternyata kak Jihan dan aji baru sampai juga. Saat masuk ke rumah mereka melihat Arif sedang menenangkan Luna yang syok mendengar kabar meninggal ayahnya.
Mereka sangat memaklumi kondisi Luna yang memang Luna anak bungsu sudah pasti akan dekat dengan ayahnya. Di tambah lagi Luna dan keluarga kecilnya memang tinggal bersama ayah Rudi. Kak Jihan langsung mengambil alih untuk menenangkan Luna. Sedangkan Arif membantu yang lainnya untuk menyiapkan semuanya.
Tak lama keluarga Zafira pun sampai dan langsung menemui Jihan, aji dan Luna mengucapkan belasungkawa nya
Jenazah ayah Rudi pun sampai di rumah duka dan sudah banyak tetangga dan kerabat yang datang. Jenazah ayah Rudi pun di bawa ke ruang tamu untuk di semayamkan.
__ADS_1
Zafira pun meminta suaminya untuk berganti pakaian terlebih dahulu karena Bagas masih memakai pakaian yang sama seperti semalam.