Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 24


__ADS_3

Happy Reading.


Aku masih belum percaya dengan apa yang di katakan oleh Zicko. Menjalani pernikahan dalam kurun waktu beberapa bulan dengan gadis seusianya, tidak mungkin kalau mereka tidak berhubungan badan. Tapi itulah yang si katakan Zicko barusan, apakah aku harus percaya atau tidak?


Meskipun tidak ada cinta di dalam pernikahan itu tapi aku sangat hafal bagaimana sifat Zicko yang tidak bisa tahan hanya melihat paha yang terpampang nyata, atau belahan dada yang menyembul keluar.


Aku yakin kalau Sonia pasti suka melayani kebutuhan biologis Zicko yang hasratnya tinggi. Apalagi jiwa muda keduanya masih begitu menggelora.


Lihatlah bagaimana dia selalu menyelinap masuk ke dalam kamarku tengah malam dan mengatakan ingin melakukan itu. Tidak ada kemungkinan yang tidak mungkin. Karena pada dasarnya sesuatu yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin kalau ada niat dan kesempatan.


Ku tatap mata sebening Almond itu lekat-lekat, ingin ku cari kebohongan di dalam mata jelaga itu. Namun tatapan Zicko benar-benar memancarkan kejujuran.


Ah sudahlah, mungkin semua itu hanyalah pikiran ku yang terlalu takut. Takut menghadapi kenyataan jika hati dan tubuh Zicko sudah di bagi untuk wanita lain. Sebenarnya wanita itu juga bukan orang lain melainkan istri Zicko, istri sahnya. Bahkan aku tidak berhak atas tubuh dan hati Zicko di bandingkan dengan Sonia.


Zicko masih menatap ku dengan tatapan penuh damba, binar cinta masih nampak di sana, entah kenapa aku juga merasa terhipnotis oleh wajah tampan dari saudara angkatku itu.


Aku terkejut saat tiba-tiba Zicko menarik leher ku dan menempelkan bibirnya pada bibirku. Memagut lembut dengan mata terpejam, menikmati manisnya bibir yang sudah setahun ini tidak ia rasakan. Bisa ku rasakan ciuman itu sarat akan kerinduan. Begitupun dengan diriku yang sebenarnya juga sangat merindukannya.


"Apa benar kamu tidak pernah menyentuh Sonia?" Aku masih berusaha meyakinkan diri untuk mempercayai ucapan Zicko.


"Kenapa kamu masih bertanya? Tidak ada wanita lain yang bisa membuatku nyaman selain dirimu, sayang." Ah, hati ini meleleh mendengar nya. Zicko selalu bisa membuat diriku melayang dan baper setengah mati hanya dengan suara bassnya yang begitu seksi menggoda.


Zicko kembali menciumku, kali ini aku bisa merasakan ciuman yang penuh hasrat. Jujur aku juga sangat merindukan ciuman darinya.


Perlahan aku membalas ciuman itu dengan membuka mulut ku sedikit lebar, lidah Zicko langsung masuk dan menari di dalam sana sambil membelitkan dengan lidahku.


Tangannya bergerak turun ke arah punggung dan mengelusnya perlahan. Sentuhan Zicko benar-benar membuatku sangat nyaman.


Tidak ada pria lain yang bisa membuatku seperti ini, sama dengan ucapan Zicko tadi, hanya dengan Zicko hati dan tubuh ini seakan memiliki daya magnet yang saling menarik dan selalu ingin menempel.


"Zicko! Aahhkk!!"


Aku terpekik ketika tangan Zicko menyentuh dadaku, meremas sedikit kasar karena mungkin gemas dengan benda kenyal milikku ini.


PLAK!


"Aduh Zi, sakit! kenapa tanganku di pukul!"

__ADS_1


Ya Tuhan, pria ini benar-benar tidak tahu diri.


Aku kesal sekali dengan tangan Zicko yang tidak bisa di kontrol itu. Setelah kami berciuman sedikit panas, tangan itu meraba kemana-mana membuatku tidak tahan dengan sentuhannya.


"Lihat-lihat kalau mau sentuh-sentuh! Kalau ada yang lihat gimana?" Zicko hanya nyengir kuda dan seakan tidak bersalah.


"Maaf, aku sudah tidak bisa menahan rinduku ini, sayang!" jawaban cowok itu membuatku melengos.


"Aku mau kembali ke apartemen!"


Tangan ku menyentuh pintu untuk membukanya. Tapi sepertinya Zicko tidak akan membiarkan ku pergi.


"Tapi aku ingin mengajakmu keluar sayang, please... Demi semua kesalahan ku padamu, aku ingin meminta maaf dan membuktikan bahwa cintaku hanya untukmu, hati ini hanya milikmu dan juga tubuh ini!" Tangan Zicko meraih tanganku.


"Aku kangen, rindu setengah mati dengan Ziziku," aku masih diam saat Zicko terlihat benar-benar yakin ingin mengajakku pergi.


Huh, dasar pria muda, dia tidak tahu kalau aku masih kesal dengannya, meskipun sudah jelas Zicko memang tidak bersalah.


Tapi entah kenapa kebohongan yang dia lakukan selama beberapa bulan ini masih membekas di ingatanku. Menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan ku, ya dia sudah pernah menikah dan sekarang statusnya adalah duda muda.


"Sayang, apa kamu mendengarkan ku?"


"Apa kamu minta ciuman lagi?"


"Ya ampun, dasar Tuan Duda muda mesum!"


Aku melotot tidak percaya dengan tingkah laku Zicko yang pikirannya selalu seperti itu.


"Apa, apa tadi yang kamu bilang sayang? Aku tuan duda muda mesum?"


Zicko mendekatkan wajahnya. "Aku seperti ini hanya padamu saja sayang, tidak pernah mesum dengan wanita lain, jadi jangan memanggilku seperti itu lagi, panggil aku Pria muda tampan!"


Rasanya ingin tertawa ketika mendengar ucapan Zicko yang masih membanggakan dirinya, tapi aku berusaha untuk tidak melakukan itu agar Zicko tidak besar kepala.


"Eghem..! Tapi memang benar kalau kamu Tuan Duda muda, usiamu masih dua puluh tahun dan sudah menyandang sebagai seorang Duda."


Zicko langsung menarik hidungku gemas. "Jangan pakai kata duda dong, sayang," Zicko menjauhkan wajahnya dari wajahku.

__ADS_1


"Tapi faktanya memang seperti itu kan?" ejekku.


Aku langsung menghidar ketika tangan Zicko akan memelukku.


"Zizi, aku tahu, mungkin hatimu memang masih sakit, tapi tolong maafkan aku, maafkan semua kesalahanku, maaf telah membohongimu, tolong percayalah bahwa aku selalu setia padamu!"


Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana mata Zicko berkaca-kaca, sepertinya memang dia berkata jujur dari dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan bayi Sonia?" Aku mengalihkan pembicaraan. Namun topiknya masih sedikit sensitif di telinga ku maupun telinga Zicko, tapi biarlah, aku sudah tidak ingin ada yang di tutup lagi.


"Bayi itu ada dalam pengawasan ku, sebenarnya dia sangat kasihan karena harus berpisah dengan Mamanya di usianya yang masih sangat kecil."


Aku menghela nafas kasar, Zicko memang pria yang baik, aku salut padanya, meskipun gara-gara kehadiran bayi itu terjadi masalah sebesar ini, tapi dia masih mempunyai hati nurani.


"Tidak apa-apa, bayi itu tidak berdosa sama sekali!" Zicko mengangguk nampak menyetujui ucapan ku.


"Kalau aku mengembalikan Keanu pada keluarganya, aku takut nanti bayi itu pasti tidak akan di terima, karena gara-gara kehadirannya membuat nama keluarga besar Orlando tercoreng."


"Makanya aku memutuskan untuk mengasuh Keanu dari pada mengembalikan pada keluarga nya, dan bisa di pastikan bahwa Keanu lebih baik di bawah pengawasan ku dari pada di bS!"


Aku hanya diam mendengar penjelasan Zicko, memang aku juga sependapat dengannya kalau masalah ini.


"Sekarang kamu jawab yang jujur sayang?"


Aku menoleh menatap mata Zicko lekat.


"Jawab apa?"


"Apa kamu masih marah padaku?"


"Ehmm, masih sedikit. Zicko aku ingin pulang ke apartemen!"


"Ayolah, jangan mengalihkan pembicaraan lagi."


Duda muda ini memang benar-benar tukang paksa.


"Zicko, aku sudah memaafkan mu, tapi aku masih sedikit kesal denganmu! jadi ku mohon mengertilah!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2