Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 25


__ADS_3

Author POV


Happy Reading.


Javier melajukan mobilnya ke lobi apartemen, unit apartemen yang sama dengan apartemen Zizi. Sepertinya dia melihat sosok wanita yang sangat ia kenal sedang berada di sebuah mobil.


Javier melihat pemandangan di haapannya dengan tatapan yang sulit di artikan, Zizi bersama dengan seorang pria yang tadi pagi berada di apartemen wanita itu. Pria muda tampan yang terlihat begitu mencintai Zivanna.


Javier terkekeh mengingat bagaimana Zivanna sangat tidak ingin di sentuh oleh pria yang saat ini tengah mencium bibirnya. Bagaimana tatapan mata Zivanna yang meminta tolong padanya agar terplepas dari jeratan pria itu.


Lalu apa yang dia lihat sekarang? Zivanna bahkan dengan senang hati membalas ciuman dari pria itu. Ada sesuatu di sudut hatinya yang entah di namakan apa? Cemburukah?


'Apakah aku memiliki perasaan terhadap Zivanna? Ya, ku rasa aku memang tertarik, dia wanita yang hebat, cantik dan juga galak!' Javier terkekeh pelan.


Dia kembali menatap ke arah depan di mana sangat jelas terlihat Zizi yang masih berciuman dengan pria muda itu.


'Mungkin mereka memang pasangan yang sedang bertengkar, apa yang kamu harapkan Javier!' Batin Javier.


Pria itu mengacak rambutnya kasar, kenapa dia jadi memikirkan Zivanna yang saat ini tengah berciuman?


Sebenarnya Javier ingin pergi menemui sekretaris nya itu hanya ingin mengembalikan dompet Zivanna yang tertinggal di kantor. Tapi melihat sepertinya Zivanna masih sibuk dengan urusan pribadinya, Javier memutuskan untuk pergi. Mungkin dia akan mengembalikan dompet itu esok hari.


'Kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak? Ada sesuatu yang mengganjal!' batin pria itu.


Ketika sampai di lampu merah, ponselnya berdering, Javier melihat siapa yang tengah menelpon nya.


"Huh, kenapa dia meneleponku? Apakah dia menyesal telah mengabaikan ku!" Javier menggerutu.


Sepertinya sekarang dia harus mendinginkan kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing. Padahal tadi dia berniat ingin mengajak Zivanna makan malam, tapi ternyata waktunya sangat tidak tepat.


"Aku membutuhkan minuman! Ah, sebaiknya ke club bisa membuat pikiranku lebih baik!" gumam pria itu.


Javier langsung membelokkan mobilnya ke arah kanan dan berjalan dengan kecepatan sedang, dia ingin menikmati perjalanan malamnya ini oleh situasi yang entah kenapa hatinya benar-benar memburuk.


Sedangkan di sisi lain.


"Eeummm ... Zicko, aku tidak bisa bernafas!" suara Zivanna berusaha melepaskan ciuman pria itu ketika sudah kehabisan napas.


"Sayang, maafkan aku," ujar Zicko menyesal.

__ADS_1


Zivanna celingukan kesana kemari, berharap bahwa tadi tidak ada orang yang melihat mereka tengan berciuman panas di lobi apartemen. Apalagi mereka sedang berada di dalam mobil, bukankah akan sangat memalukan kalau sampai ada yang melihatnya.


"Sayang, kenapa? Hemm?"


"Ayo cepat kita segera keluar!" Zicko bisa melihat wajah Zizi memerah.


'Apakah dia tadi merasa malu??'


****


Pov Zizi


Akhirnya aku bisa merasakan empuknya ranjang ku, setelah berdebat dengan Zicko di mobil tadi, aku pun merengek seperti anak kecil agar Zicko mau melepaskan ku.


Lucu bukan kalau aku yang lebih dewasa 6 tahun malah melakukan hal itu? tapi terkadang aku memang seperti itu saat bersama Zicko.


Dia selalu bisa bersikap lebih dewasa dalam menghadapi ku yang sedang merajuk, entah kenapa kalau bersamaku dia seakan lebih dewasa dari umurnya, itu yang ku suka dari cara berpikirnya.


Tok, tok, tok!


Suara ketukan pintu membuatku menoleh.


"Zizi, ini Mommy sayang, ayo kita segera makan malam!"


Ceklek!


"Iya Mommy, sebentar lagi aku akan keluar, mau mandi dulu," jawabku cengengesan.


"Ya sudah sana mandi dulu," Mommy menutup hidungnya.


"Kenapa di tutupi hidungnya Mom? apa Zizi bau?"


"Bau parfum pria, tapi sepertinya Mommy kenal dengan aroma parfum ini, emmm seperti parfumnya Zicko ya?" ucap Mommy mengetukan jarinya di dagu.


Seolah-olah mengingat sesuatu yang harus di ingat. Ck, kenapa Mommy malah bicara seperti itu, aku kan jadi malu. Seperti sedang memergokiku baru berpelukan dengan pria padahal memang iya.


"Ini aroma parfum terbaruku Mom," Ku garuk kepalaku yang tidak gatal.


"Oh, aku kira kamu dan Zicko baru saja selesai kangen-kangenan begitu sambil berpelukan dan ber...!"

__ADS_1


"Mom, sebaiknya Mommy cepat kembali ke dapur, Zizi mau mandi dulu!"


Aku mendorong tubuh Mommy lembut agar dia bisa secepatnya pergi dari depan kamarku.


Huh, rasanya benar-benar takut dan deg-degan, aku takut kalau nanti Mommy tahu kalau ada apa-apa di antara Zicko dan aku. Bisa-bisa nanti aku di pecat dari kartu keluarga.


Sebenarnya aku juga belum tau apakah Mom dan Dad mengetahui hubungan kami, aku takut kalau mereka akan marah besar kalau mengetahuinya.


Setahuku Mommy kemarin hanya meminta maaf karena ikut menutupi kebohongan Zicko yang sudah menikah dariku.


Dia tidak menjelaskan semuanya, mungkin Mommy mengartikan kemarahanku karena aku kecewa pada mereka.


Entahlah, aku tidak tahu mau di bawa kamana hubungan ini, bahkan hubungan ku sudah terlanjur jauh. Seluruh hidupku sudah ku berikan pada Zicko.


Apakah aku harus segera mengakhiri semua ini, memberi pengertian pada Zicko bahwa kami tidak mungkin bersama.


Setelah selesai mandi aku langsung keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang makan. Di sana sudah duduk dua orang yang paling berharga di hidupku.


Zicko tersenyum ke arahku begitu manis. Aku tidak menanggapi senyumannya dan langsung duduk di samping Mommy Liora.


"Mom masak makanan kesukaan kalian, ayo cepat di makan sebelum dingin." Aku langsung mengambil makanan tanpa mempedulikan tatapan Zicko yang menatapku seperti ingin melahapku saja.


"Kapan kamu pulang ke Amerika Zizi sayang?"


Apa aku tidak salah dengar? jangan memanggilku sayang di depan Mommy!


"Eghem, aku tidak akan pulang, aku menetap di sini selamanya."


"Zivana! apa Mommy tidak salah dengar?"


"Ayolah sayang, jangan bercanda!"


Ya Tuhan, kedua orang ini kenapa memaksa sekali. "Itu sudah menjadi keputusan ku Mom, Zicko, aku sudah bekerja di perusahaan JB Grup, bahkan langsung mendapatkan jabatan yang tinggi. Jadi mulai sekarang aku akan hidup di sini dengan mengandalkan penghasilan ku sendiri."


"Tidak boleh Zi, aku tidak mengizinkan mu tinggal di sini! kumohon, kita pulang ke Amerika ya?" Zicko memegang tanganku dengan erat.


"Tidak Zicko, aku juga punya hak dan privasi sendiri, mulai saat ini aku ingin merintis karir di sini, jadi aku mohon Mommy dan Zicko mengerti keinginan ku!"


Terlihat Zicko mengeraskan rahangnya tidak terima, aku tahu bagaimana perasaan dia saat ini. Yang pasti dia sangat kecewa.

__ADS_1


Tapi aku memang ingin bisa lebih mandiri tanpa ikut campur tangan keluarga besar Ferguson, karena aku bukan dari berasal dari keluarga kandung mereka.


Bersambung


__ADS_2