
Andra langsung bertanya apa yang terjadi dengan adiknya. Dan Sakha pun langsung menceritakan apa yang terjadi dengan Ayra dari awal.
Andra : Aku akan terbang ke London hari ini juga mas.
Oma khayra : Jangan ada yang terbang ke sana, biar Oma minta papi dan mami kamu untuk membawa Ayra pulang.
Andra : Tapi Oma...
Oma khayra : istri kamu sedang hamil kasihan kalau di tinggal. Lagi pula kalau Ayra di bawa ke sini Oma jamin Ayra bisa lebih cepat mengatasi rasa traumanya.
Opa Gibran : Betul kata Oma kamu biar Ayra di bawa pulang dulu.
Akhirnya zoom pun berakhir dengan keputusan Oma khayra dan Deddy Gibran yang akan meminta Ayra untuk di bawa pulang ke Indonesia.
Setelah Sakha pamit untuk pergi ke mobil,para sahabatnya Ayra datang ke rumah sakit untuk menjenguk Ayra. Tapi karena kondisi Ayra yang tidak memungkinkan dan mereka pun berpamitan pulang.
******
Setelah melakukan zoom, Oma khayra dan Opa Gibran langsung menelpon papi Bagas untuk menanyakan kondisi Ayra. Tapi sebelumnya Opa Gibran menelpon dokter stevan karena tahu dari Sakha, Chiko dan Sonya kalau dokter stevan yang menangani Ayra.
__ADS_1
Opa Gibran menanyakan ke dokter stevan tentang kondisi cucunya kalau di bawa pulang ke Indonesia. Dan dokter stevan mengizinkan Ayra untuk di bawa pulang ke Indonesia. Dokter stevan percaya Ayra bisa cepat mengatasi traumanya karena dekat dengan keluarganya dan keluarga mereka mempunyai rumah sakit yang pasti mempunyai dokter-dokter yang bagus untuk merawat Ayra.
Barulah Opa Gibran menelpon papi Bagas dan memintanya untuk segera membawa pulang Ayra ke Indonesia.
" Bagas kamu bawa Ayra pulang secepatnya, Deddy sudah konsultasi dengan dokter stevan akan lebih baik ayra di bawa pulang. Deddy juga sudah menelpon pilot untuk menyiapkan pesawat. Sisa pekerjaan kamu biar Chiko yang menangani, untuk urus izin kuliahnya Ayra biar Sonya yang akan mengurusnya dan untuk orang yang sudah membuat cucu opa seperti ini biar pengacara yang mengurusnya." Ucap papi Bagas tegas.
" Iya ded, Bagas akan siap-siap membawa pulang Ayra."
" Bagus Deddy tunggu di sini. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Deddy menyuruh membawa Ayra pulang ke Indonesia."
" Ya udah mas kita bawa pulang sekarang aja." Ucap mami Zafira.
" Iya semuanya lagi di urus, mami di sini sendirian Nemani Ayra nggak apa-apa. Papi sama Sakha pulang dulu buat beresin barang-barang." Ucap papi Bagas.
" Iya mami nggak apa-apa kok."
__ADS_1
" Chiko bakal Nemani Tante Fira, jadi om Bagas tenang aja."
" Ya sudah kita pulang dulu ya kalau ada apa-apa langsung telpon. Assalamualaikum." Papi Bagas, Sakha dan Sonya pun pamit.
" Walaikum salam."
Sampai apartemen papi Bagas dan Sakha langsung membereskan barang mereka masing-masing. Sedangkan barang-barang Ayra, Sonya yang membereskan barang-barang milik Ayra yang akan di bawa ke Indonesia.
" Mau di bawa ke rumah sakit kak." Tanya Fatimah saat Sonya membereskan barang-barang Ayra ke dalam koper.
" Nggak mau di bawa ke Indonesia." Jawab Sonya
" Mau di bawa ke Indonesia kak " tanya Fatimah lagi.
" Iya, sudah dulu ya soalnya aku mau membantu om Bagas beres-beres." Ucap kak Sonya setelah selesai membereskan barang-barang Ayra ke dalam koper.
Fatimah kebingungan sebenarnya apa yang terjadi, apa Ayra akan di bawa pulang ke Indonesia.
" Ya Allah apa kondisi Ayra parah dan harus di bawa pulang ke Indonesia. Terus aku bagaimana?." Gumam Fatimah dalam hati yang bingung dia akan tinggal dimana nantinya kalau Ayra di bawa pulang ke Indonesia.
__ADS_1
" Astaghfirullahaladzim, kenapa aku malah berpikiran seperti itu." Gumam Fatimah lagi.