Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
36. Andra


__ADS_3

Rahma bernapas lega sambil memeluk anaknya. Dan saat itu juga Rahma pun menghembuskan napasnya terakhir dengan wajah tenang sambil tersenyum.


" Innalilahi wa innailaihi rojiun."


Mommy Khayra pun mengambil Dimas dari pelukan Rahma.


Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan itu.


" Mbak Masinah maaf kalau saya tidak mungkin ikut mengantar jenazah Rahma. Karena itu akan membuat orang-orang akan curiga." Ucap Mommy khayra.


" Iya betul Bu, Tapi bagaimana dengan bayinya."


" Biar saya dan suami saya yang urus dan kami akan meminta pihak rumah sakit untuk merahasiakan bayi tersebut. Dan untuk biaya pengurusan Rahma biar orang saya ini yang ngurus." Ucap Mommy khayra yang menunjuk orang -orang suaminya.


" Nanti kamu urus biayanya sampai ke pemakaman."


" Baik Bu."


" Oh iya mbak Masinah mungkin saya akan menggelar tahlilan untuk si mbok dan Rahma di pesantren milik orang tua saya jadi saya minta nama lengkap mereka sekaligus binti mereka."


" Iya Bu nanti saya kirim terima kasih."


" Sama-sama saya dan suami pamit dulu membawa dimas."


" Oh ya Bu Khayra kami tidak membawa pakaian Dimas."


" Nggak usah khawatir nanti saya beli sekali buat adiknya Dimas. Tadi saya lihat dekat rumah sakit ada toko bayi yang masih buka sepertinya di sana juga ada baju untuk Dimas."


Akhirnya Mommy khayra dan Deddy Gibran pun pamit. Sebelum pulang mereka pergi dulu menemui dokter obgyn dan dokter anak. Entah kebetulan atau memang kebaikan yang maha kuasa agar kami memudahkan menolong Dimas dan adiknya. Kedua dokter tersebut mengenal uminya dan dokter anaknya ternyata teman kuliah Zafra adiknya Mommy khayra. Mereka pun mau menolong untuk merahasiakan data bayi Rahma.


Dari ruangan dokter mereka membeli perlengkapan untuk Dimas dan adiknya terlebih dahulu. Dan setelah mengantar perlengkapan bayi , Mereka pun pulang ke apartemen sudah pukul satu dini hari.


Sampai apartemen Mommy khayra mengelap tubuh Dimas dan mengganti bajunya dengan baju tidur yang mereka beli. Malam ini Dimas tidur dengan Mommy khayra dan Deddy Gibran.


*


*


*


Seperti biasa setiap pagi Mommy sudah pasti akan sibuk di dapur membuat sarapan. Setelah Selesai Mommy baru memanggil suami, anak dan menantunya.


" Mom , Ded semalam gimana?." Tanya Zafira.

__ADS_1


" Rahma meninggal dunia." Jawab Mommy.


" Innalilahi wa innailaihi rojiun." Bagas dan Zafira kaget.


" Terus anaknya."


" Bayi nya selamat dan terpaksa harus dilahirkan dan untuk Dimas sudah Mommy bawa dan masih tidur di kamar."


" Gimana kejadiannya sih." tanya Zafira yang penasaran.


Mommy Khayra pun menceritakan semuanya ke anak dan menantunya.


" Mom, Ded boleh kalau mereka berdua biar kami yang mengadopsi." Ucap Zafira.


" Tapi sayang?, Kamu itu sedang hamil bagaimana mengurus mereka."


" Mom mereka hanya masuk ke kartu keluarga kami menjadi anak kami tapi tetap Mommy yang bantu urus." Ujar Zafira.


Mommy Khayra menatap suaminya.


" Benar sayang lebih baik mereka berdua di adopsi oleh Zafira dan Bagas. Kita sudah tua dan akan susah nantinya untuk menjelaskan." Deddy Gibran setuju dengan anaknya.


" Baiklah tapi kita harus cari nama untuk Dimas sesuai permintaan Rahma."


" Bagus Mommy setuju dan semuanya pun setuju."


Tak lama mereka mendengar Dimas menangis, Mommy dan Zafira pun pergi menemui Dimas.


" Aduh cucu Oma kenapa nangis?." seru Mommy khayra yang langsung menghampiri Dimas yang duduk menangis ditempat tidur.


Melihat kedatangan Mommy khayra dan Zafira tangis Dimas terhenti lebih tepatnya dia bengong melihat dua orang asing di depannya.


" Kaya nya dia bingung deh Mom." Bisik Zafira.


" Iya."


" Hallo masih ingat nggak sama aku, dulu pernah kasih donat di rumah sakit." Seru Zafira.


Dimas memandangi ke duanya secara bergantian.


" Onat..." cicit Dimas.


" Iya donat."

__ADS_1


" Ana." Dimas bertanya mana donatnya.


" Nanti kita beli sekarang Andra mandi dulu." bujuk Zafira.


" Andla." Tanya Dimas.


" Iya, Sekarang nama kamu Muhammad Attaqy Rafandra." ujar Zafira.


" pa?." tanya Dimas bingung.


" Muhammad."


" Amad."


" Attaqy."


"Aki."


" Rafandra."


" Afandla."


" Iya Muhammad Attaqy Rafandra."


" Amad aki afandla."


" Good, Kalau ada yang tanya namanya siapa Andra harus jawab apa?." tanya Zafira.


" Ama andla, Amad aki afandla."


" Hore pintar, Sekarang Andra panggil Mami." seru Zafira yang meminta Andra memanggil dirinya Mami.


" mi." panggil Andra.


" Iya, Kalau ini Oma."


" ma."


" Bagus sekarang Andra mandi sama Oma ya, Mandi kalau toko donatnya sudah buka baru kita beli donat oke "


" Ke." Jawab Andra.


Mommy Khayra pun mengajak Andra ke kamar mandi untuk memandikannya.

__ADS_1


__ADS_2