Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
121. Ibrahim


__ADS_3

Setelah melakukan shalat istikharah akhirnya Ibrahim pun memantapkan hati untuk mengungkapkan perasaannya ke Ayra.


Ibrahim meminta untuk menemaninya untuk bertemu dengan ayra. Dan Ibrahim juga meminta Ayra untuk meninta mengajak teman. Dan kini Ibrahim dan mika sudah sampai lebih dahulu ke cafe tempat janjian mereka. Ibrahim dan mika memesan makanan terlebih dahulu sambil menunggu Ayra datang.


Tak lama ayra datang bersama dengan Fatimah.


" Assalamualaikum, maaf ya pasti kalian sudah nunggu dari tadi ya." Ucap ayra.


" Walaikum salam, nggak kok. Oh iya kalian mau pesan apa? Maaf ya kami pesan duluan."


" Iya nggak apa-apa, aku pesan ice choco bland sama fish and chips." Jawab Ayra.


" Kalau aku samain aja sama kaya Ayra." Ucap Fatimah.


" Baiklah aku pesankan dulu ya


"

__ADS_1


Setelah memesan makanan untuk Ayra dan Fatimah, Ibrahim pun kembali duduk.


" Sebenarnya apa sih yang mau kamu omongin?." Tanya Ayra yang penasaran kenapa Ibrahim ngajak bertemu padahal hampir setiap hari mereka bertemu.


" Begini tapi sebelumnya aku minta setelah aku ngomongin ini dan kamu menolak. Aku berharap jangan merubah persahabatan kita, kamu bisa menganggap pembicaraan ini nggak pernah ada." Ucap Ibrahim.


Ayra mengangguk.


" Ay boleh nggak kalau aku datang menemui orang tua kamu?." Tanya Ibrahim.


" Kalau boleh tahu ada perlu apa ya." Tanya ayra balik.


" Begini ay sudah sejak awal berkenalan dengan kamu aku sudah tertarik sama kamu. Tapi aku mencoba untuk meyakinkan perasaan aku sama kamu dan ternyata benar aku memang menyukai kamu. Awalnya aku kamu menunggu kita lulus baru menemui orang tua kamu. Tapi bukannya sesuatu yang baik harus segera di laksanakan." Ucap Ibrahim.


Ayra kaget mendengar Ibrahim mempunyai perasaan terhadap dirinya. Ayra akui keberanian Ibrahim yang mengungkapkan perasaannya. Tapi ayra juga khawatir bagaimana tanggapan Ibrahim jika dirinya mengetahui malu dirinya dan juga orang tua kandungnya.


" Hmm... Terima kasih Ibrahim karena sudah jujur dengan perasaan kamu tapi sebelum kamu menemui kedua orang tua aku, kamu harus tahu masa lalu aku. Karena suatu hubungan pasti inginnya pasti untuk ke pernikahan, jadi sebelum melangkah lebih jauh kamu harus tahu semua tentang aku." Jelas Ayra.

__ADS_1


Ayra pun menghirup nafas dalam-dalam lalu di hembusan perlahan.


" Kamu tahu kalau aku bukan anak kandung kedua orang tua aku yang sekarang." Ucap ayra.


Dan Ayra bisa melihat bagaimana pernyataannya membuat Ibrahim dan mika kaget.


" Jangan becanda kamu." Ucap Ibrahim nggak percaya dengan pernyataan Ayra yang bilang kalau mami dan papinya bukan orang kandungnya.


" Iya ay kamu becanda aja." Timpal mika.


" Aku serius aku nggak sedang becanda." Ucap Ayra dengan nada serius.


Ibrahim dan mika yang awalnya mengira ayra becanda ternyata melihat wajah Ayra yang menampakkan wajah serius barulah Ibrahim dan mika percaya kalau ayra sedang mode tidak becanda.


" Aku lahir ibu kandung aku meninggal dunia karena suatu tragedi yang mengharuskan aku lahir lebih awal saat kehamilan ibu aku baru tujuh bulan. Saat ibu dokter memberi dua pilihan antara menyelamatkan ibu ku atau aku yang masih di dalam kandungan dan ibuku memilih menyelamatkan aku yang masih di dalam kandungan." Cerita Ayra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Fatimah yang berada di sebelah Ayra berusaha untuk menguatkan ayra dengan mengelus punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2