
Hari ini Ayra sedang berada di kantin rumah sakit untuk membeli kopi. Tapi saat akan kembali ke ruangan dirinya coas, Ayra bertemu dengan Tante Khanza. Dan kami pun mengobrol sambil menuju ke ruangan masing-masing.
" Ay, itu bukannya Mezza ya?." Tanya Tante Khanza.
" Eh ... Iya Tan, ada urusan apa ya Tan."
" Mezza...' Tante Khanza memanggil Mezzaluna.
Mezzaluna Luna yang merasa namanya di panggil, langsung menghampiri Tante Khanza dan Ayra.
" Ay ..., Tante Khanza."
" Kamu ngapain di sini." Tanya Ayra.
" Oh aku ke sini nganterin Arkha sama Argha."
" Arkha dan Argha! Memang mereka ada di sini. Kapan sampainya?." Tanya Tante Khanza.
__ADS_1
" Baru landing langsung kemari?." Jawab Mezzaluna yang membuat Ayra dan Tante Khanza saling tatap.
" Apa yang terjadi sama mereka?." Tanya Tante Khanza.
Mezzaluna pun menceritakan kenapa mereka berada di rumah sakit. Mezzaluna juga meminta di siapkan satu ruangan untuk kedua putrinya pak Bisma istirahat. Tante Khanza meminta perawat untuk menyiapkan ruangan VVIP. Setelah itu mereka bertiga pun pergi ke ruang ICU.
Sampai di ruang ICU Tante Khanza melihat kedua keponakannya berada di sana. Tante Khanza mendekati mereka dan langsung menjewer telinga kedua keponakannya.
" Aduh...aduh...." Teriak Argha dan Arkha karena kupingnya di Jewer oleh Tantenya.
" Kalian kebiasaan kalau pulang selalu nggak bilang-bilang! Udah tahu Bunda kamu tuh kaya gimana?." Omel Tante Khanza gemas dengan keponakannya.
" Aduh Tan, tuh tangan atau apa sih sakit banget." Gumam Arkha sambil mengusap kupingnya yang memerah setelah tantenya melepas jeweran nya.
" Mau lagi." Keduanya menggeleng.
" Selamat sore pak Bisma, saya sudah meminta perawat untuk menyiapkan kamar untuk kedua putri pak Bisma." Ucap Tante Khanza.
__ADS_1
" Terima kasih, maaf saya jadi merepotkan."
" Oh nggak apa-apa pak Bisma tapi hanya untuk malam ini saja. Karena tidak baik lingkungan rumah sakit untuk mereka jika terlalu lama. Kalau pak Bisma mengizinkan biar mereka tinggal di rumah kami dulu. Agar pak Bisma bisa fokus dengan putra pak Bisma."
Pak Bisma hanya diam saja karena nggak tahu mau ngomong apa.
" Nggak usah banyak mikir pak, kami nggak merasa keberatan kok. "
Akhirnya pak Bisma pasrah mengikuti saran dari keluarga atasannya.
Argha, Arkha dan Mezzaluna pun akhirnya pamitan ke pak Bisma, Katya dan Nindya. Karena mereka harus pulang sebelum bunda Syera memarahi kedua putranya.
Sedangkan Ayra yang memang sedang mendapat tugas di ICU, Ayra pun kembali bertugas.
Di dalam ruangan ICU Ayra mendekati brankar Fabian anaknya pak Bisma. Ayra memandangi wajah Fabian anak sekecil itu harus mengalami kejadian yang luar biasa. Sosok Fabian mengingatkan Ayra dengan sang kakak, sama-sama kehilangan seorang ibu di usia yang masih kecil. Kalau Ayra sendiri karena ibunya meninggal setelah melahirkan dirinya. Jadi Ayra sama sekali nggak punya ingatan tentang ibu kandungnya.
Ayra nggak bisa membayangkan saat Fabian sadar dan bangun dari komanya lalu mencari sosok ibunya. Tapi ternyata ibunya sudah tidak ada, sudah pergi meninggalkan dia, papanya dan kedua kakak perempuannya selamanya.
__ADS_1
" Halo sayang kenalin nama aku Tante Ayra, Fabian bangun yuk sayang! Fabian nggak kasihan sama papa Fabian juga sama kedua kakak Fabian yang datang jauh-jauh cuma buat melihat Fabian. Kalau Fabian dengar suara Tante Ayra, Tante janji nanti kalau Fabian bangun nanti akan Tante kasih hadiah buat Fabian. Bangun yuk sayang, Fabian Tante tinggal dulu ya nanti Tante kesini lagi." Gumam Ayra pelan yang berusaha untuk berbicara dengan Fabian