Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 31


__ADS_3

Happy Reading.


Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Zicko menarik tanganku dan keluar dari rumah. Sebelum itu aku masih bisa melirik ke arah Daddy yang terlihat menatap Zicko dengan tatapan yang sulit di artikan.


Aku merasa sangat tidak enak hati melihat Daddy yang seperti itu.


"Zicko, tunggu sebentar!" Aku menatap wajahnya panik. Ku tarik tanganku yang di pegang oleh Zicko.


Namun Zicko sama sekali tidak ingin melepaskan tanganku.


"Zizi ... menurutlah!" Seru Zicko masih berjalan membawaku keluar rumah. Dih, dia ngambek!


Duda muda ini benar-benar


menggemaskan kalau sedang marah.


Aku pun masih berusaha untuk menghentikannya.


"Tidak mau, kita mau kemana?" Aku masih terus berusaha menarik tanganku dari genggaman nya..


Zicko sepertinya paham kalau aku ini sangat keras kepala, dia pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arahku.


"Ikut saja sayang, jangan banyak bertanya, oke?"


"Ya, tapi aku penasaran!"


Terdengar Zicko menghela nafas dan masih menggenggam erat tangan ini. Ya Tuhan duda muda yang benar-benar masih labil.


Zicko kembali berjalan dan menarik tanganku kembali.


Akupun menghentikan langkah karena Zicko tidak mau mendengarkanku.


"Apalagi sayang ,,, Aku tidak mau selalu mendapatkan masalah ini dengan papa, pasti akan selalu berakhir dengan pertengkaran, makanya aku memilih menghindarinya." Kali ini Zicko menjelaskan.


"Jangan seperti itu, masalah tidak perlu dihindari tapi harus dihadapi."


Zicko mendekatkan wajahnya ke arahku dengan menyipitkan kedua matanya.


"Apa aku tidak salah dengar, Sayang, siapa yang kemarin lari dari masalah, hem?" sindir Zicko.


Aku mengerjapkan mata melihat wajah tampan di depanku ini, ya memang benar apa yang dikatakan oleh Zicko, tapi kali ini kondisinya sangat berbeda.


Wajah itu semakin dekat, bahkan aku bisa merasakan deru nafas Zicko yang hangat menerpa wajahku.


Aduh Zizi, jangan gugup! bibir Zicko benar-benar dekat, aku tidak tahan kalau Duda muda ini selalu memperlakukan ku seperti ini.


"Aaaa ... aaku!!" kenapa aku jadi gugup seperti ini.


"Aku apa? bukankah kamu kemarin juga lari dari masalah sayang, hem?"


Sial! Pria ini memang benar. Tapi kan aku waktu itu salah paham.


"Tapi itu ... masalahnya berbeda kan? kamu bohong sama aku dan aku sakit hati, jadi lebih baik aku pergi dan ...!"

__ADS_1


Cup!


Astaga, ciuaman ini! Hei Zicko ini masih di luar rumah, banyak penjaga dan pelayan yang lihat!!


Ku dorong tubuh itu dan aku memundurkan langkah. Terlihat dari sudut mataku bahwa Zicko tertawa kecil. Uh sungguh menyebalkan.


Apakah dia tidak merasa malu, lihatlah wajahku saat ini pasti sudah memerah seperti kepiting rebus, bukan seperti buah Cherry atau buah tomat yang merona.


"Malu!! Kenapa kamu mencium ku!" ku tutup bibir ini dengan telapak tangan.


Zicko mendekat dan menarik pinggangku. "Sepertinya setelah ini kamu harus menjadi istri yang lebih penurut, sayang! Aku tidak suka kamu masih saja keras kepala seperti tadi!"


"Dasar tidak tahu tempat!" Aku bersungut dan memukul dada Zicko pelan.


"Aduh sakit Zizi, ini namanya kekerasan dalam rumah tangga!" Dih lagaknya yang pura-pura kesakitan.


Zicko berpura-pura memegang dadanya dengan ekspresi kesakitan.


"Rumah tangga apa!"


"Rumah tangga kita! Memangnya rumah tangga siapa lagi? Aku dan Sonia sudah bercerai!" Ya Tuhan, pria ini sekarang benar-benar menepati janjinya.


Dia tidak akan menyembunyikan hubungan kita lagi, meskipun Daddy dan Mommy tahu semuanya.


"Tapi apa salahnya kita mendengarkan ucapan Daddy?"


"Papa tidak ingin kita segera menikah, karena menurutnya aku masih mempunyai masalah dengan Sonia, terlebih lagi dengan anak Sonia yang sudah aku angkat sebagai putraku. Tapi keluar dari Orlando menginginkan Keanu, tentu saja aku tidak akan melepaskannya. Tapi mereka selalu mengatakan bahwa mereka berhak pada Keanu, karena aku bukanlah siapa-siapa dan bayi tidak berdosa itu bukanlah darah dagingku!"


Terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut Zicko. Memang dalam kasus ini seharusnya Zicko tidak perlu terlalu repot memikirkannya, biarkan saja Keanu diambil oleh keluarga Orlando dan diasuh oleh mereka, tetapi aku tahu bahwa Zicko tidak mungkin semudah itu menyerahkan Keanu begitu saja, mereka tidak bisa dipercaya.


Tapi Zicko juga terlanjur kasihan setelah mengetahui bahwa bayi itu tidak di inginkan.


Aku merasa prihatin dengan keadaan ini. Aku harus melakukan sesuatu untuk membantu Zicko.


"Kalau begitu kita cari jalan keluarnya." Ucap ku mantap.


Zicko menatap wajahku berbinar. "Jalan keluarnya itu kita harus menikah dan mengasuh Keanu bersama, bagaimana sayang."


Hem, mengasuh bayi ya?


"Ayo ikut aku ke suatu tempat"


"Eh, memangnya kita mau ke mana?"


Jika tersenyum dan menatapku lembut "kamu pasti akan segera tahu dan ku yakin kamu bakalan suka aku aja ke sana!"


Huh! sepertinya dia mulai main tebak-tebakan denganku!


Akupun pasrah dan mengikuti Zicko masuk ke dalam mobil. Mudah-mudahan kedatanganku kembali ke sini bisa membuat hubungan kita jauh lebih baik.


###


Ku tatap wajah imut dan chubby itu dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Imutnya..!!"


Di sini aku sekarang, menatap seorang bayi mungil yang sedang tertidur pulas di dalam box-nya.


Entah kenapa melihat bayi itu rasanya bahagia sekali. Ah jadi ingin memiliki bayi seperti itu, aduh ada apa dengan ku! kenapa tiba-tiba pikiranku jadi seperti ini! bukankah kalau aku menikah denga Zicko bayi ini juga akan menjadi calon putraku?


Zizi, sadarlah dulu! Jangan memikirkan pernikahan, ingat! masalah mu masih sangatlah rumit.


"Jadi nama bayi imut ini adalah Keanu?" Zicko tersenyum menatap ku.


"Ya namanya adalah Keanu Ferguson, sebelum aku tahu kalau ternyata aku bukan Ayah biologisnya." Zicko memandang ku dengan tatapan sendunya.


"Nama yang indah, tampan seperti anaknya," ucapku berusaha menghibur Zicko.


"Iya, dia memang tampan!"


"Meskipun kamu Ayah biologisnya juga tidak masalah kalau tahu bayi itu seimut ini."


"Kenapa bicara seperti itu, hem?" Zicko menatap wajah ku sambil mengangkat sebelah alisnya. Tangannya sudah meraba dadaku dan hal itu membuat ku terkejut.


"Tangannya, tolong di kondisikan Papa!"


Lihatlah raut wajah terkejutmu itu, benar-benar tampan!


"Rasanya kalau kamu bicara seperti itu, aku merasa telah menghianati mu, padahal kenyataannya tidak sama sekali, hanya kamu yang ku cintai Zizi." Zicko memelukku dari belakang.


"Kalau kamu berselingkuh itu artinya kita memang tidak seharusnya bersama." Aku tersenyum menatap Keanu setelah mengatakan itu.


Kurasakan pelukan Zicko semakin erat.


"Aku tidak akan pernah melakukannya!"


"Misalkan itu hanya kecelakaan juga!"


"Oh, ayolah Zi, jangan mengatakan hal itu lagi. Dulu aku sempat membenci bayi itu karena kehadirannya memisahkan kita, tapi setelah mengetahui fakta sebenarnya, aku menjadi kasihan dan perlahan muncul rasa sayang di hatiku untuknya." Zicko meletakkan dagunya di bahuku.


"Ya benar, aku juga merasa kasihan dengan bayi itu, bagaimana perasaannya kalau dia besar nanti? seperti diriku ini yang hadir tanpa di inginkan. Ada tapi selalu di anggap tidak ada bahkan sampai sekarang aku tidak tahu siapa Ayah kandungku!" Ya Tuhan, rasanya sakit sekali kalau mengingat kisah hidupku.


Zicko membalikan badanku, aku terkejut ketika dia mencium ku secara tiba-tiba. Bibirnya menelusuri bibirku, Zicko, aku selalu merasa tidak tahan dengan sentuhan lembutmu ini.


"Aku merindukanmu sayang," bisik Zicko membuat tubuhku seperti di sengat aliran listrik. Astaga, hanya karena ucapan itu, bagian sensitif ku sudah berkedut.


"Zicko, jangan dulu! ada Keanu!" Aku harus segera melepaskan diri dari rengkuhan Duda satu ini.


Zicko menahan ku ketika aku melepaskan pelukannya. "Kenapa? apa kamu tidak merindukan ku Zi?"


"Sangat rindu, tapi jangan sekarang ya!" Kulihat Zicko menekuk mukanya dan berjalan ke arah Box bayi.


"Lihatlah wajahnya yang polos tidak berdosa itu, bagaimana kalau sampai keluarga Orlando mengambilnya, meskipun mereka mengatakan akan menyayangi bayi itu tapi aku tidak yakin." Zicko membelai pipi bayi gembul Keanu.


Sepertinya Zicko juga sedang mengalihkan hasratnya!


Ku peluk Zicko dari belakang. "Aku yakin kita akan menjadi orang tua yang baik untuk Keanu!"

__ADS_1


Kurasakan tangannya meraba tanganku dan menggenggamnya erat.


Bersambung.


__ADS_2