Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
57. mengunjungi pesantren


__ADS_3

Keesokan harinya Luna mengajak kedua mertuanya dan juga kedua adiknya untuk pergi ke pesantren


Al-hikmah. Sedangkan Arif sendiri tidak ikut serta karena dia harus bekerja. Karena Arif sudah lama libur semenjak terjadinya kasus dimana dia dan Luna di jebak oleh seseorang. Dan baru hari ini dia kembali bekerja di restoran.


" Mas Arif berangkat kerja naik apa?" tanya Luna.


Karena setahu luna saat suaminya datang pas saat akad nikah bersama keluarganya. Luna tak melihat suaminya itu punya kendaraan bermotor.


" Naik angkutan umum, soalnya mas kan nggak punya kendaraan. Lagi pula kan mess mas kan dekat restoran jadi tinggal jalan kaki." Jawab Arif.


" Mas Arif jangan marah ya, di parkiran ada motor matic mas Arif bisa pakai buat mas Arif kerja. karena kalau naik angkutan dari sini kalau Luna nggak salah mesti naik angkutan umum dua kali naik kalau menuju ke restoran."


" Mas Arif juga Jangan merasa tersinggung ya Luna cuma nggak


Pingin mas Arif kelelahan harus naik turun angkutan. Luna tahu kerja di restoran itu berat kalau naik angkutan umum kan sudah keburu capek mas." ucap Luna hati-hati karena takut suaminya tersinggung.


Arif yang tahu kalau istrinya hanya ingin agar dirinya tidak kecapekan di jalan. Lagi pula nggak ada salahnya memakai motor istrinya. Karena memang lokasi apartemen istrinya dengan restoran lumayan jauh Apalagi dia juga harus ke kampus.


" Memangnya kamu punya motor di sini? Tanya Arif.


Luna mengangguk. " Punya mas,


Luna sengaja membeli motor soalnya takut kalau lagi nginap di sini terus mau ke minimarket. Ya kali harus pakai mobil kan ribet mas, makanya beli motor." jelas Luna.


" Kamu bisa naik motor?." Tanya Arif.


luna menggeleng.


" Kamu nggak bisa naik motor, terus kamu beli motor buat apa. Kamu sendiri nggak bisa naik motor." ucap Arif.


" Hehehe.... naik motor mah bisa mas yang nggak bisa itu mengendari motornya. Lagi pula kalau nginap disini selalu sama


bibi karena Luna nggak berani sendirian takut. Kalau ke minimarket bibi yang boncengin Luna." cengir Luna.


" Dasar ya sudah mana kunci motor dan STNK nya."


Luna pun memberikan kunci motor dan STNK ke Arif.


Karena suaminya nggak tahu dimana letak motornya Luna pun mengantar suaminya ke parkiran. Sebelum Keluar dari unit apartemennya Arif pamitan ke kedua orang tuanya.


keluar dari lift luna dan arif berjalan menuju tempat motornya terparkir.


" Aku berangkat dulu ya." Pamit arif.


Luna pun mencium tangan suaminya.


" Hati-Hati ya, Luna boleh


minta sesuatu." Tanya Luna.


" apa?" Jawab Arif yang sudah berada di atas motor dan tinggal memakai helm nya.


" Boleh nggak nanti kalau mas Arif sudah sampai restoran. Mas Arif bisa nggak kasih kabar lewat telpon atau chat. Biar Luna tenang ." Ucap Luna.


" Iya nanti aku chat kamu kalau sudah sampai restoran. Dan

__ADS_1


nanti hati-hati di jalan pas mau ke pesantren." ucap Arif.


" Iya mas Arif juga Jangan ngebut- ngebut."


" Ya subah aku berangkat ya, Assalamualaikum." Arif pun langsung memakai helm nya lalu melajukan motornya meninggalkan parkiran.


" Walaikum Salam."


Setelah motor suaminya tak terlihat Luna pun kembali naik ke unitnya.


Sekitar pukul sepuluh pagi Luna bersama kedua mertuanya dan juga kedua adik iparnya. Pergi


menuju pesantren al hikmah


Setengah jam perjalanan dari apartemen Luna mereka pun Sampai di pesantren Al-Hikmah. Luna pun membelokkan mobilnya


masuk ke gerbang pesantren.


" Mamang boleh minta tolong di bukain gerbangnya dong." luna


membuka kaca mobil nya dan memanggil penjaga gerbang pesantren.


Penjaga itu pun menghampiri mobil luna


" Eh Ning Luna, Assalam mulaikum tunggu sebentar ya ning saya bukan dulu gerbangnya." ucap penjaga


pesantren yang pergi membuka pintu gerbang agar mobil Luna bisa masuk.


" Walaikum Salam.'Jawab Luna.


mobil nya masuk tapi Sebelumnya


Luna mengucapkan terima kasih ke penjaga.


" Gedung ini gedung paud dan TK." jelas Luna yang berhenti di depan gedung paud dan TK yang memang ada di bagian depan.


" Yang sana itu klinik milik pesantren kalau ada santri yang sakit biasa berobat di klinik. Tapi banyak juga warga sekitar yang berobat ke sini." ucap Luna.


Luna pun kembali melajukan mobilnya lalu Luna kembali menghentikan mobilnya di depan gedung sekolah.


" Ini gedung sekolah dari SD sampai SMA." ucap Luna.


" Wah besar sekali mbak Luna, sekolah Aga mah nggak tingkat. kapan ya aga bisa sekolah


Di sekolah yang kaya gini." ucap Aga.


" Iya dek bagus kan sekolahnya."


timpal Anin.


" Nanti kita masuk ke sekolahan nya." ucap Luna.


Luna pun kembali melaju mobilnya tapi dia kembali menghentikan mobilnya lagi.


" Ini masjid nya dan itu minimarket

__ADS_1


kalau Santri ada yang perlu sesuatu misalnya membeli Sabun atau snack bisa beli disana. Disebelahnya juga ada toko ATK dan Toko pakaian."


" Anin dan Aga lihat dua gedung yang disana itu asrama laki-laki yang sebelahnya asrama wanita." tunjuk Luna.


Luna memakirkan mobilnya di depan rumah kakek Azam.


Mereka semua pun keluar dan dalam mobil.


"Dulu Luna sama kakak-kakak Luna tinggal di sebelah Sana." tunjuk Luna ke arah rumah yang dulu pernah dia tempat bersama kakak-kakaknya.


" Jadi mbak Luna itu sekolah di sini juga, kok kenapa nggak tinggal di asrama." Tanya Aga.


" Karena mbak Luna sama kakak-kakak mbak Luna di suruh nempatin rumah itu." Luna menjawab pertanyaan Aga.


" Rumah-rumah itu rumah Siapa aja mbak luna." tanya Anin.


" Oh itu rumah anak dan cucunya kyai Ibrahim."


Mereka pun berjalan masuk ke rumah kakek Azzam.


" Assalammualaikum " Luna mengucapkan Salam.


" Walaikum Salam." Suara orang yang menjawab dari dalam rumah ternyata haddam yang membantu di ndalem.


" Eh ning luna mari masuk silahkan duduk, saya


panggil bu nyai dulu."


" Nenek lagi ngapain mbak." tanya luna.


" Lagi di dapur."


" Ya udah biar aku samperin sendiri mbak.


Luna pun langsung masuk kedalam menghampiri nenek angkatnya itu.


" Assalamualaikum nek."


" Walaikum Salam, tumben kamu Luna ke sini di hari kerja." tanya nenek Khadijah.


" Masih libur nek dan memang sengaja nggak ke kantor dulu. Soalnya kan keluarga mas Arif masih di sini. Jadi Luna mau lebih mengenal dan dekat dengan mereka."


" Oh bagus itu jadi kamu bisa mengenal lebat dekat


keluarga Suami kamu."


" Oh iya nek Luna juga ke sini sama keluarga mas Arif. Soalnya adiknya mau lihat pesantren sebenarnya mereka kepingin masuk pesantren di sini nek. Tapi mereka tahu biayanya mahal, Luna sih mau membiayai mereka tapi Luna takut mereka merasa tersinggung." cerita Luna.


" Ya sudah kita temui mereka yuk."


" Apa kabar pak...Bu kita ketemu lagi." Ucap nenek Khadijah yang memang sebelumnya sudah bertemu di rumah sakit saat Zafira melahirkan putra kembarnya.


" Iya Bu nyai kita bertemu lagi." Jawab Bu Nurmadiah.


Mereka pun mengobrol sampai akhirnya Luna pun izin ke nenek Khadijah untuk membawa mereka keliling pesantren.

__ADS_1


__ADS_2