
Jenazah ayah Rudi pun sampai di rumah duka dan sudah banyak tetangga dan kerabat yang datang. Jenazah ayah Rudi pun di bawa ke ruang tamu untuk di semayamkan.
Zafira pun meminta suaminya untuk berganti pakaian terlebih dahulu karena Bagas masih memakai pakaian yang sama seperti semalam.
" Mas Bagas di minum dulu teh nya sama makan dulu roti bakarnya." Ucap Zafira memberikan teh dan roti yang Zafira buat untuk sarapan suaminya.
Bagas yang baru selesai bersih-bersih dan ganti baju, Bagas di hampiri oleh sang istri yang membawakan sarapan untuknya walaupun Bagas sama sekali tak berselera makan. Tapi Bagas nggak mau mengecewakan sang istri yang sudah membuatkan sarapan untuknya.
Selesai sarapan Bagas pun kembali ke depan untuk menemui para pelayat yang sudah meluangkan waktu untuk memberi penghormatan terakhir untuk ayahnya
Pukul sepuluh pagi jenazah ayah Rudi pun di sholat kan di masjid yang tak jauh dari rumahnya. Dan setelah disholatkan jenazah ayah Rudi pun di bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ayah Rudi akan di makamkan di dekat makam istrinya ibu dari Bagas.
Anak, cucu, menantu, besan dan para kerabat juga para tetangga mengantar ke pemakaman. Setelah ayah Rudi di kuburkan dan di lanjutkan pembacaan doa . Zafira yang berada di samping suaminya terus saja mengelus punggung suaminya. Zafira sangat tahu suaminya pasti sangat terpukul tapi dia berusaha untuk tetap tegar .
__ADS_1
Satu persatu pun para pelayat meninggalkan pemakaman begitu juga keluarga pun pergi meninggalkan pemakaman. Para pelayat ada yang pulang ke rumah masing-masing ada pula kembali ke rumah dua. Mommy Khayra sudah meminta pihak restoran miliknya untuk membuatkan berapa menu makanan untuk yang pulang dari pemakaman.
Keluarga besar Zafira memilih tetap berada di rumah ayah Rudi dan mereka memutuskan akan pulang setelah selesai tahlilan nanti malam.
" Gas, acara tahlilan habis magrib atau isya?." Tanya Deddy Gibran.
" Habis magrib Ded, Tadi magrib ded."
" Oh ya udah, kalian mau pulang atau menginap di sini." Tanya Deddy Gibran.
" Ya nggak apa-apa."
Deddy Gibran dan Bagas pun bergabung dengan para lelaki lainnya . Sedangkan para wanita mereka berkumpul di ruang tengah.
__ADS_1
" Bisma kamu cari apa?." Tanya Zafira saat melihat Bisma anak Bungsunya Luna dan Arif yang berusia tiga tahun seperti sedang mencari seseorang.
" Bisma cari kakek Tante Fira, Tante Fira lihat." Jawab Bisma.
" Bisma kakek sudah tidak ada jadi Bisma nanti mainnya sama ibu aja." Ucap Zafira.
" Kakek kemana?. Tanya Bisma lagi.
" Kakak sudah pergi jauh dan nggak balik lagi jadi Bisma mainnya sama ibu aja ya." Jawab Luna.
" Huaaaa..... Kakek pergi nggak ajak Bisma ...huaaaaa ." Tiba-tiba Bisma nangis karena dia pikirnya ayah Rudi pergi kemana gitu dan dia nggak diajak.
Maklum Bisma berpikir seperti itu karena dari lahir Bisma sudah dekat dengan ayah Rudi. Karena ayah Rudi sudah pensiun dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan cucunya terutama dengan anak-anaknya Luna . Karena memang Luna yang tinggal dengan ayah Rudi sedangkan yang Bagas, jihan dan aji mereka tinggal di rumah mereka sendiri kecuali Bagas yang tinggal dengan mertuanya.
__ADS_1
Melihat anaknya menangis Luna pun langsung mendiamkan anaknya Luna tak lagi menjelaskan tentang ayah Rudi. Karena percuma Bisma pun tak mengerti kalau di bilang kakeknya sudah meninggal.
Sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah bisma.