Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
44. masalah keluarga bagas


__ADS_3

Setelah mendapakan telpon dari kakak iparnya kak Jihan, Zafira pun langsung membangunkan suaminya,


" Mas bagas, bangun mas." zafira menggoyangkan tubuh Bagas cukup kasar karena panik.


Bagas yang tubuhnya ada yang menggoyangkan dengan cukup kasar. Bagas pun langsung membuka matanya dan mendapati wajah istrinya


bingung, panik dan Cemas juga dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Ada apa sayang ada yang sakit" tanya bagas tak kalah panik.


" Nggak mas Fira nggak kenapa-kenapa, tapi adik-adik kamu mas ada masalah yang menimpah Aji sama Luna." ujar zapira.


" Maksud kamu! kenapa dengan Aji dan Luna?." tanya Bagas yang tidak mengerti maksud Istrinya.


" kak Jihan tadi telpon terus kak jihan bilang mas bagas di suruh


nyusul kak Jihan di kantor polisi. " ucap Zafira


" kantor polisi, kak jihan kenapa di kantor polisi " tanya bagas makin tidak mengerti.


Akhirnya dia memutuskan


untuk menelpon kakaknya untuk mencari tahu apa yang terjadi.


" Sayang mas harus pergi nemuin kak Jihan kamu nggak apa-apa kan mas tinggal.' ucap bagas yang tak tega meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua.


" Iya nggak apa-apa mas biar nanti bibi aja yang nemani aku di sini." ucap Zafira menenangkan suaminya agar dia bisa Fokus


menyelesaikan masalah keluarganya dulu..


Bagas pun langsung mengganti bajunya setelah itu dia turun ke bawah untuk membangunkan bibi tapi saat Sampai di bawah ternyata dia bertemu


dengan Mommy mertuanya.


" Loh gas kamu sudah rapi kamu mau kemana?." Tanya Mommy khayra melihat menantunya sudah berpakaian rapi.


" Ini Mom mau membangunkan bibi buat nemani fira "Jawab Bagas


" Memang Fira kenapa? terus kamu mau kemana?."


Akhirnya bagas pun menceritakan apa yang saat ini menimpah

__ADS_1


keluarganya. Saat bagas sedang bercerita dengan mommy


mertua nya tak lama zafran dan Deddy pun menghampiri mereka


tiba-tiba. Bagas pun kembali menceritakan ke Deddy dan zafran. Menceritakan apa yang menimpan keluarganya.


Deddy pun memutuskan untuk Zafran menemani bagas. Deddy juga langsung menghubungi


pengacara keluarga al-Fathir untuk membantu Bagas dan


keluarganya.


Bagas pun pergi dengan Zafran Sedangkan Zafira jadinya di temani oleh Mommy nya.


Bagas dan Zafran pun sampai di kantor polisi dan langsung


mencari keberadaan kakaknya.


" Kak Jihan." Panggil Bagas saat sudah melihat kakaknya sedang duduk sambil menangis.


" Akhirnya kamu datang gas!" ucap kak Jihan yang langsung memeluk Bagas.


" Sebenarnya aku apa sih kak?. Bagas belum paham." tanya


karena Subah mukuli orang yang sudah melecehkan


adiknya luna.


Tapi sebelum kak Jihan bercerita pengacara keluarga al-fatir menghampiri Zafran dan Bagas.


" Assalamualaikum mas Bagas dan mas Zafran." ucap


Bang Rizal dan om putra.


" Walaikum Salam om Putra dan bang Rizal," ucap Zafran dan Bagas menyambut kedua pengacara keluarga al-fatir.


Kak Jihan pun menceritakan permasalahan yang terjadi, Bagas


yang mendengar langsung emosi beruntung Zafran menenangkan.


" Mas Bagas bisa tolong tanda tangani surat kuasanya agar kami bisa langsung menangani saudara aji." ucap Om Putra.

__ADS_1


" Iya om, Bagas minta bantuannya ya." ucap Bagas.


Setelah mendapatkan surat kuasa Om Putra dan bang Rizal menemui Aji dan polisi yang menemani kasus Aji.


Bagas, Aji, om Putra dan bang Rizal pun masuk keruangan


dimana Aji sedang di interogasi.


" Mas Bagas." lirih Aji saat melihat Bagas datang Aji menundukkan wajahnya. Ia sungguh tidak enak hati dengan Sang Kakak yang datang kesini meninggalkan Istrinya yang sedang hamil tua.


" Aji sebenarnya apa yang terjadi." tanya Bagas. " Oh iya Kenalin ini


om Putra dan bang Rizal Pengacara yang Deddy kirim buat


membantu kamu Jadi Sekarang kamu cerita." ucap Bagas yang


meminta sang adik untuk menceritakan semuanya


yang terjadi.


" Hallo mas Aji, Saya putra dan yang ini Rizal kami akan mendampingi mas Aji Jadi saya harap mas Aji bisa menceritakan semuanya jadi saya bisa memutuskan apa yang harus kami ambil," ucap om Rizal.


" Aji menatap sang kakak dan Bagas pun mengangguk


memberi tanda untuk adiknya bercerita.


Aji pun mulai bercerita.


" Luna pamit sama kami kalau dia ada undangan makan malam kliennya, kami pun mengizinkan karena Luna biasa Suka mendapakan undangan untuk makan malam. Tapi sekitar pukul sepuluh malam tiba-iba ada yang


mengirim pesan memberitahukan kalau luna berada di hotel bersama laki-laki. Awalnya dia tak percaya tapi orang itu mengirimkan foto Luna sedang tidur bersama dengan laki laki yang kami tidak tahu siapa laki-laki itu. Jujur saat mendapat pesan itu aku sangat marah dan sudah yakin kalau Luna


di jebak. Karena Luna nggak mungkin melakukan hal


yang bejat seperti itu. "ucap Aji menggebu-gebu.


" Kamu tahu siapa yang mengirim pesan? tanya om Putra.


" Saya nggak tahu siapa karena nomor nya asing." jawab Aji.


" Terus kamu langsung menuju ke tempat di mana adik

__ADS_1


kamu dengan laki-laki itu berada." tanya om Putra lagi.


__ADS_2