
Setelah itu Ayra langsung memanggil dokter jaga, Fabian pun langsung di periksa dan Alhamdulillah ternyata Fabian sudah sadar dari komanya. Ayra pun sangat bahagia melihat Fabian akhirnya bangun dari komanya.
Ayra pun langsung keluar dari ruang ICU dan mencari keberadaan pak Bisma. Tapi ternyata pak Bisma sedang beristirahat di kamar yang memang di siapkan untuk istirahat pak Bisma Selama menunggu putra bungsunya.
Tok... Tok...tok
Pak Bisma pun membukakan pintu dan raut wajah pak Bisma langsung panik. Karena takut terjadi sesuatu dengan putra bungsunya.
" Ada apa ya dokter Ayra, apa terjadi sesuatu kepada putra saya." Tanya pak Bisma
" Oh tenang pak Bisma, saya ke sini hanya ingin memberitahukan kalau Fabian sudah siuman."
" Apa dok, Fabian sudah siuman?." Tanya pak Bisma yang masih belum yakin putranya sudah siuman.
" Iya pak Bisma, mari ke sana." Ajak Ayra.
Ayra dan pak Bisma pun pergi ke ruang ICU untuk melihat kondisi Fabian.
Sampai sana dokter Tristan sudah menunggu pak Bisma.
" Dokter bagaimana keadaan putra saya?." Tanya pak Bisma ke dokter Tristan.
" Alhamdulillah Fabian sudah siuman dan akan di pindahkan ke ruang rawat." Jawab dokter Tristan.
" Syukurlah dok, saya boleh melihat putra saya pak?"
__ADS_1
" Nanti ya pak kalau sudah di pindahkan ke ruang rawat."
" Baiklah dok."
" Kalau begitu saya permisi dulu pak Bisma. Selamat malam."
" Selamat malam juga dok, terima kasih."
***
Sedangkan di kediaman keluarga al-Fathir membuat penghuni di rumah itu panik karena Katya dan Nindya menangis dengan sangat keras.
" Kalian kenapa? ." Tanya mami Zafira.
" Tadi kami sedang videocall Tante Ayra untuk berbicara dengan dek Fabian tapi tiba-tiba Tante Ayra langsung mematikan ponselnya tapi sebelumnya kami melihat Tante Ayra panik. Kami takut terjadi sesuatu dengan dek Fabian." Isak Nindya.
Setengah jam kemudian Ayra menelpon dan mengabarkan bahwa Fabian sudah siuman dan sudah di pindahkan ke ruang rawat. Dan Katya juga Nindya akan mami Zafira bawa ke rumah sakit besok pagi. Sedangkan Katya dan Nindya, mereka berdua sangat amat senang dan langsung memeluk mami Zafira.
***
Fabian sudah di pindahkan ke ruang rawat yang memang sudah di siapkan.
" Pak Bisma dan dokter Ayra kami permisi dulu." Pamit suster yang mengantar Fabian ke ruang rawatnya.
" Iya sus."
__ADS_1
" Terima kasih sus." Ucap pak Bisma.
Pak Bisma menghampiri Fabian lalu mencium kening putranya, pak Bisma sangat senang karena bisa melihat putranya membuka matanya lagi.
" Papa..." Panggil Fabian lirih.
" Iya sayang kenapa? Apa ada yang sakit?." Tanya pak Bisma.
" Bian dimana pah?." Tanya Fabian yang merasa asing tempat ini.
" Kamu di rumah sakit sayang."
" Bian sakit?." Tanya Fabian lagi.
" Iya bian lagi sakit, jadi bian harus cepat sehat ya." Jawab pak Bisma.
" Kak Kat sama kak Nindya mana pah?." Tanya fabian yang tadi dia sempat mendengar suara kedua kakaknya tapi saat ini Fabian tak melihat keberadaan kedua kakaknya.
" Kak Kat sama kak Nindya nggak ada di sini sayang tapi besok papa akan meminta mereka untuk ke sini." Jawab pak Bisma.
" Tapi tadi Fabian dengar suara kak Kat dan kak Nindya." Ucap Fabian.
" Mungkin perasaan kamu saja sayang karena kamu kangen dengan mereka."
" Tapi Fabian dengar kok pah kak Kat dan kak Nindya bicara sama bian." Ucap Fabian yang kekeh kalau dia dengar suara kedua kakaknya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hari ini double up ya karena kemarin nggak sempat up.