
Di London ayra tak bisa menahan tangisnya, dia terharu kakaknya sudah menemukan pendamping hidupnya. Apalagi ayra tahu kakak iparnya seperti apa? Dia hanya berdoa semoga rumah tangga kakaknya sakinah, mawadah dan warahmah.
****
Setelah akad nikah malamnya Andra meminta Gianna untuk pulang bersama mama Ruth. Dan Andra sendiri yang akan menunggu papa mertuanya di rumah sakit.
Tapi om Roy meminta agar Andra juga ikut pulang. Dan dengan terpaksa Andra pun pulang bersama istri dan mama mertua ke rumah mertuanya.
" Kalian langsung istirahat saja, pasti kalian lelah. Mama juga mau beristirahat." Ucap mama Ruth yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Gianna pun mengajak suaminya untuk menuju ke kamarnya di lantai dua.
" Mas Andra mandi duluan aja." Ucap Gianna kikuk.
" Ya sudah mas mandi dulu." Ucap Andra yang pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Gianna pun membuka koper suaminya dan mencari baju gantinya. Sebenarnya Gianna takut kalau suaminya nggak suka barang-barangnya di pegangnya.
Tiga puluh menit Andra pun keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih yang di lilitkan di pinggangnya.
Gianna yang melihat Andra keluar hanya mengenakan handuk. Gianna pun langsung membuang muka karena malu.
" Mas bajunya sudah aku siapin." Ucap Gianna yang langsung mengambil baju gantinya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Andra yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum. Lalu Andra pun memakai pakaian yang sudah istrinya siapkan.
__ADS_1
Sambil menunggu istrinya mandi Andra pun membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya.
Tak lama pun Gianna keluar dari kamar mandi sudah menggunakan baju tidurnya dengan rambut yang di gerai. Andra yang melihatnya langsung terpesona dengan kecantikan yang istrinya miliki.
Gianna pun ikut naik ke atas ranjang bergabung dengan suaminya.
" Mas Andra heem..itu." ucap Gianna gugup.
Andra yang melihat istrinya gugup pun langsung menutup laptopnya.
" Ada apa?."
" I..itu gia mau minta maaf."
" Minta maaf memangnya kamu punya salah apa?." Tanya Andra.
" Ya terus kenapa?." Tanya Andra yang pura-pura tak mengerti.
" Mas Andra gimana sih? Ini kan malam pertama tapi..." Gianna tak meneruskan omongannya.
" Mas sudah tahu kok, kan tadi kamu juga nggak shalat." Ucap Andra.
" Lebih baik kita tidur aja. Besok kita harus ke rumah sakit lagi." Ucap Andra yang mengajak istrinya untuk segera tidur.
****
__ADS_1
Keesokan harinya selesai sarapan Andra bersama istri dan mama mertuanya. Hari ini memang Andra masih belum masuk kerja karena dia memang meminta libur tiga hari.
Di tengah perjalanan tiba-tiba ponsel Andra berdering. Andra pun langsung mengambil ponselnya, Andra mengeryitkan keningnya saat nama om Roy yang muncul di layar ponselnya.
" Hallo, assalamualaikum."
" ................ "
" Sudah di jalan mau ke rumah sakit."
" ................. "
" Iya om, walaikum salam." Andra pun menutup telponnya.
" Siapa mas?." Tanya Gianna begitu Andra menutup telponnya.
Tapi Andra tak merespon Andra masih memikirkan bagaimana memberitahu ke istri dan mama mertuanya.
" Mas." Teriak Gianna sambil menggoyangkan lengan Andra.
" Hah.. kenapa?" Tanya andra kaget.
" Mas kenapa? Tadi telpon dari om Roy ya! Om Roy bilang apa?." Tanya Gianna.
" Oh itu, cuma nanya sudah dimana?." Ucap Andra.
__ADS_1
Dan Gianna hanya ber"o" saja.
Andra pun segera mungkin melakukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Beruntung hari ini jalanan lancar padahal hari kerja jadi Andra bisa cepat sampai ke rumah sakit.