
Aji pun mulai bercerita.
" Luna pamit sama kami kalau dia ada undangan makan malam dengan kliennya, kami pun mengizinkan karena Luna biasa Suka mendapatkan undangan untuk makan malam. Tapi sekitar pukul sepuluh malam tiba-tiba ada yang mengirim pesan ke ponsel memberitahukan kalau Luna berada di hotel bersama laki-laki. Awalnya aku tak percaya tapi orang itu mengirimkan foto Luna sedang tidur bersama dengan laki laki yang dia tidak tahu siapa laki-laki itu. Jujur saat mendapat pesan itu aku sangat marah dan sudah yakin kalau Luna
di jebak. Karena Luna nggak mungkin melakukan hal
yang bejat seperti itu. "ucap Aji menggebu-gebu.
" Kamu tahu siapa yang mengirim pesan? tanya om Putra.
" Aku nggak tahu siapa karena nomor nya asing." jawab Aji.
" Terus kamu langsung menuju ke tempat di mana adik kamu dengan laki-laki itu berada." tanya om Putra lagi.
" Iya saya langsung menuju ke hotel seperti yang ada di pesan
dari nomor yang tak di kenal itu. Sampai hotel saya langsung
ke resepsionis dan minta kunci Cadangan kamar dimana Luna berada! "
" Terus langsung dikasih" potong om putra.
" Iya mereka langsung memberikan kunci Cadangannya.
Dan setelah mendapat Kuncinya aku langsung menuju ke kamar dimana luna berada...."
" Terus kamu masuk dan mendapatkan keberadaan adik kamu bersama laki-laki Itu ada di sana. Dan kamu Langsung memukuli laki-laki itu." tebak om putra.
Aji mengangguk.
" Bagai mana bisa petugas hotel dengan mudahnya memberikan kunci cadangan?. Langsung di kasih tanpa bertanya apa-apa ji." tanya Zafran.
" Nggak, Aku cuma minta kunci cadangan kamar 433 dan langsung di kasihkan." jelas Aji.
" Aneh." Gumam Zafran.
" Om rasa laki-laki itu juga sama dengan Luna sama-sama di jebak. Suatu hal yang bodoh kalau dia yang ingin menjebak mbak Luna tapi dia masih tetap berada di dalam kamar bersama mbak Luna." Ucap om Putra.
Jadi kita harus selidiki siapa yang mengirim pesan ke ponsel mas Aji dan kita juga harus menyelidiki pihak hotel om curiga pihak hotel bekerja sama dengan orang yang menjebak mbak Luna dan
laki-laki itu. Nanti om selidiki dulu kita tunggu Rizal yang Sedang ke rumah sakit kalau laki-laki
Itu tidak menuntut mas Aji, mas Aji bisa bebas karena mas Aji dibawa ke kantor polisi oleh pihak hotel." ucap om putra.
" Baik om, Zafran serahin semuanya ke om aja." ucap Zafran.
__ADS_1
" Ya udah om tinggal soalnya om mau bertemu dulu sama berapa
polisi yang menanggani kasus mas Aji." ucap om putra pamit meninggalkan mereka.
******
Jihan yang memang sudah tiga bulan menginap di rumah ayahnya. Karena suaminya yang seorang tentara harus di tugaskan di luar kota selama delapan bulan. Dan selama itu Jihan akan tinggal di rumah ayahnya agar suaminya bisa tenang ninggalin istri dan anaknya yang masih balita.
Jihan yang mendapat kabar bahwa sang adik Aji berada
di kantor polisi dan adik perempuannya Luna kini ada di rumah sakit.
Jihan sangat bingung harus
bagaimana?. Menelpon adiknya Bagas Jihan juga ragu karena saat ini istri adik iparnya yang sedang hamil tua. Kalau meminta tolong ayahnya Jihan takut ayahnya syok tapi jihan tak punya pilihan lain jadi dia harus berbagi tugas.
Jihan berharap ayahnya tidak syok mendengar berita ini. Karena belakangan ini kesehatan ayahnya sedikit menurun. Ayahnya sempat di rawat di rumah sakit karena adanya penyempitan jantung bulan lalu.
Akhirnya Jihan pun memberitahu ayahnya bahwa kedua anaknya sedang ada masalah. Jihan pun menceritakan apa yang terjadi oleh Aji dan Luna yang dia tahu. Alhamdulillah yang di takutkan tidak terjadi, ayahnya memutuskan pergi ke rumah sakit bersama supir.
Sedangkan dirinya pergi menyetir mobil sendiri dan untuk anaknya dia titip ke suster dan asisten rumah tangga di rumah ayahnya.
Sampai kantor polisi Jihan pun langsung masuk kedalam dan bertanya tentang apa yang terjadi.
" Maaf." Ucap Aji sambil menundukkan kepalanya dia merasa bersalah dengan sang kakak.
" Aku dapat pesan yang nggak tahu itu dari siapa dalam
pesan itu mengatakan Luna Sedang bersama dengan seorang laki-laki di dalam kamar Hotel Dan orang itu juga mengirim foto
dimana Luna tidur dengan laki-laki Itu." ucap Aji.
" Kenapa nggak bilang kakak dan juga ayah." tanya kak Jihan.
" Aji bukan nggak mau bilang tapi kak Jihan ada Dirly yang nggak mungkin kak Jihan tinggal karena Dirly masih kecil. Kalau mau bilang ke ayah kak Jihan tahu sendiri kesehatan ayah bagaimana." ucap Aji.
" Tapi nyatanya tetap kakak dan ayah Juga tetap kan yang mengurus masalah ini terus kamu bisa disini kenapa? mukulin laki-laki itu terus laki-laki
Itu melaporkan kamu?" tanya kak Jihan
Aji menggeleng
" Pihak hotel yang melaporkan
melapor ke polisi." Ucap Aji
__ADS_1
" Sepertinya Kakak harus menghubungi Bagas karena kakak tak bisa sendirian menangani ini." ucap Jihan.
" Tapi kak, Kak Fira kan sedang hamil tua."
" Kakak tahu Tapi ini sudah tak ada jalan lain kakak perlu bantuan bagas. Kakak bukan tak peduli dengan Fira yang sedang hamil tua. Tapi di sana juga ada Mommy dan Deddy yang pasti akan menjaga Fira. kakak yakin keluarga Fira pasti akan
memakluminya." Ucap Jihan.
Aji pun hanya bisa pasrah.
Jihan pun langsung menelpon Bagas, tapi ternyata adik iparnya yang mengangkat. Tapi tak lama Bagas menelpon balik dan beruntung adik iparnya mengizinkan suaminya untuk datang ke kantor polisi.
Bagas datang bersama dengan Zafran dan dua orang yang ternyata pengacara keluarga al-fatir.
Tak lama Bagas pun menyuruhnya langsung menuju
ke rumah sakit untuk menemani sang ayah bersama dengan Bang Rizal pengacara keluarga al-fatir..
Mereka pun menuju ke rumah sakit dengan mobil masing-masing.
Sampai rumah sakit kak jihan langsung pergi ke kamar rawat Luna. Sedangkan bang Rizal
dia pergi ke ruangan ruang rawat Laki-laki itu.
Ceklek....
" Assalammualaikum yah" Jihan masuk sambil mengucapkan
Salam.
"Walaikum salam." Jawab ayah yang sedang duduk di kursi samping brankar luna.
Jihan pun menghampiri ayahnya lalu cium tangannya.
" Kok kamu kesini nak terus aji gimana?." Tanya ayah lirih.
" Sudah ada bagas dan Zafran disana dan juga ada
Pengacara yang akan mengurus aji yah."ucap Jihan.
" Luna gimana yah? " Tanya Jihan.
" Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikkan obat penenang karena menurut pihak rumah sakit Luna berapa kali mengamuk dan mencoba melukai dirinya." Jelas ayah.
" Ya Allah kenapa itu terjadi sama kamu sih dek." Ucap Jihan yang prihatin dengan adiknya.
__ADS_1
" Han Aji nggak akan ditahan lama kan nak" tanya ayah.