Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
127. Dilarikan ke rumah sakit


__ADS_3

Jordan yang hari itu menggunakan jaket rajut langsung melepas jaketnya lalu menutupi kepala Ayra dengan jaketnya. Sedangkan Fatimah langsung mendekap tubuh Ayra.


Beruntung security kampus cepat datang dan langsung mengkondisikan keadaan. Mereka semua di bawa ke kantor keamanan kampus. Tapi saat akan berjalan Ayra tiba-tiba pingsan.


Fatimah yang berjalan sambil memeluk Ayra kaget dan panik. Setelah meminta izin Fatimah, akhirnya Mika pun menggendong Ayra ke klinik kampus.


Setelah Mika mengantar Ayra ke klinik, Mika dan yang lainnya pergi ke ruang keamanan kampus. Tapi sebelum Mika meminta Fatimah untuk menghubungi orang tua Ayra yang kebetulan masih berada di London.


Sahabat yang lainnya sebenarnya penasaran apa yang terjadi dengan Ayra dan Ibrahim sebelumnya sampai orang tua Ibrahim mencari Ayra ke kampus. Tapi mereka juga berusaha untuk bersabar karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bertanya macam-macam.


....


Mami Zafira yang kebetulan hari ini ikut dengan suami dan juga keponakanya untuk ke perusahaan al-fathir corp yang ada di London.

__ADS_1


Tiba-tiba kening Mami Zafira mengernyit saat melihat siapa yang menelponnya.


" Siapa yang telpon sayang?." Tanya papi Bagas.


" Fatimah yang nelpon mas, kira-kira ada apa ya!." Ucap Mami Zafira.


" Angkat aja sayang siapa tahu penting." Ucap papi Bagas.


Mami Zafira pun langsung mengangkat telponnya dan berbicara dengan Fatimah di telpon.


" Ada apa sayang kamu panik begitu." Mami Zafira pun menceritakan apa yang terjadi dengan Ayra di kampusnya dan papi Bagas begitu murka saat tahu hijab anaknya di buka paksa. Papi Bagas marah karena merasa putrinya yang dia selalu jaga selama ini tiba-tiba hijabnya di buka dan itu sama saja menelanjangi putrinya di depan umum.


Papi Bagas dan Mami Zafira pun langsung keluar dari kantor dan di ikuti oleh Sakha dan juga Chiko dan Sonya anak dari sepupunya Mami Zafira.

__ADS_1


Sampai kampus mereka langsung menuju ke klinik kampus untuk melihat keadaan Ayra. Sampai sana Ayra masih pingsan dan belum membuka matanya.


Setelah itu mereka pergi ke ruang rektor karena rektor sudah tahu dan menyuruh berkumpul di ruangannya. hanya Sonya saja yang tidak ikut memilih untuk menemani Fatimah menjaga Ayra.


Sampai ruangan rektor, rektor kampus menyambut mereka dan mempersilahkan untuk duduk.


Papi bagas dan Mami Zafira hampir saja tidak bisa mengendalikan emosinya saat melihat mamanya Ibrahim sama sekali tidak merasa bersalah. Beruntung mereka berdua di tenangkan oleh Sakha dan Chiko.


Setelah pak rektor memberitahukan apa yang terjadi ke Papi Bagas dan Mami Zafira. Mereka berdua sepakat untuk menindaklanjuti kejadian yang menimpah Ayra ke pihak yang berwajib.


Mendengar kalau orang tua Ayra ingin melaporkan mamanya Ibrahim ke pihak kepolisian. Papanya Ibrahim dan juga kakaknya Ibrahim meminta untuk di selesaikan secara kekeluargaan.


Tapi Mami Zafira tidak mau, Mami Zafira tetap ingin menempuh jalur hukum.

__ADS_1


Tak lama pengacara keluarga al-fathir yang di London datang dan mami Zafira dan papi Bagas menyerahkan sepenuhnya ke pihak pengacara.


Setelah itu mereka kembali ke klinik kampus untuk melihat keadaan Ayra. Ternyata Ayra belum juga membuka matanya. Papi Bagas dan Mami Zafira akhirnya membawa Ayra ke rumah sakit. Mereka khawatir dengan keadaan Ayra yang tak kunjung membuka matanya sudah hampir tiga jam ayra pingsan.


__ADS_2