
Setelah mendapat telpon Mommy khayra dan ustad Gibran pamitan ke anak dan menantunya untuk pergi ke rumah sakit.
Di antar oleh supir menuju rumah sakit tempat kemarin Zafira periksa kandungannya.
Sampai di rumah sakit mereka pun langsung menuju ruang operasi sesuai info yang di berikan oleh orang -orang utusan suaminya.
Sampai sana mereka berdua melihat anak kecil yaitu anak dari Rahma menangis histeris dalam dekapan mbak Masinah. Mommy Khayra yang melihat itu pun hatinya terenyuh.
" Boleh saya peluk." izin Mommy khayra ke mbak Masinah.
" Boleh silahkan."
Mommy pun mengambil anak itu dan menggendongnya. Entah kelembutan dan ketulusan Mommy khayra atau memang Dimas kecapekan. Tak lama di gendong oleh Mommy Khayra Dimas pun tertidur.
" Bagaimana ceritanya?." Tanya Deddy Gibran.
" Saya nggak tahu awalnya seperti apa? Saya cuma di telpon oleh orang tua saya kalau Rahma terluka dan sedang di bawa ke sini." Jawab mbak Masinah.
" Maaf tuan dari yang saya tahu, Rahma dan si mbok terluka karena ulah istri si pria yang selama ini menjadikan Rahma pemuas nafsunya. Dari info yang masih di sana wanita itu ngamuk setelah mendapat kabar kalau Rahma sering menerima uang dari laki-laki itu makanya istrinya ngamuk. Padahal nggak, Setelah di interogasi ternyata tuh laki-laki itu ada main dengan seorang janda tetangga mereka. Tetangga itu memang sengaja ingin menyingkirkan Rahma dan istri laki-laki itu supaya dia bisa menjadi istrinya dan menguasai harta yang di miliki laki-laki itu." Jelas orang yang di utus oleh Deddy Gibran.
" Terus gimana dengan orang tersebut, wanita yang menusuk Rahma dan si mbok nya langsung di tahan. Dan untung wanita itu mempunyai bukti chat si tetangga itu jadi dia juga di tahan."
" Terus untuk pemakaman si mbok." Tanya Deddy Gibran lagi.
" Sudah di urus oleh orang tua saya " Jawab mbak Masinah.
Tak lama dokter keluar dari ruang operasi.
__ADS_1
" Keluarga Bu Rahma."
" Iya dok kami keluarganya." mbak Masinah dan suaminya mendekat begitu juga dengan mommy Khayra dan Deddy Gibran.
" Alhamdulillah kami berhasil menyelamatkan bayinya Bayi perempuan beratnya 1,3 kg tapi dia harus masuk inkubator karena lahir di usia kandungan tujuh bulan." jelas dokter.
Semuanya langsung bersyukur mengucapkan Alhamdulillah.
" Tapi Bu Rahma nya kondisinya sangat tidak baik dan dia ingin bertemu dengan mbak Masinah atau siapa saja yang sudah menolongnya. Jadi silahkan masuk." ucap dokter tersebut.
Mereka pun masuk ke dalam dan mereka melihat bagaimana Rahma yang terkulai lemas di sana.
" Rahma." Panggil mbak Masinah lirih.
" Bude..." Rahma menatap kami semua dengan tatapan sendu.
" Bude boleh Rahma minta sesuatu."
" Waktu Rahma tidak banyak lagi, Rahma titip anak-anak Rahma bude. Rahma tahu bude nggak mungkin merawat mereka tapi tolong berikan mereka ke orang yang baik dan yang menyayangi mereka. "
" Kamu jangan ngomong begitu, bertahan lah demi anak-anak kamu." Ucap mbak Masinah.
" Nggak bude Rahma sudah nggak kuat si mbok sudah menunggu Rahma."
" Maaf kamu masih ingat saya kan kita bertemu saat kamu periksa di rumah sakit." Mommy Khayra membuka suara.
Rahma mengangguk.
__ADS_1
" Boleh kah saya saja yang mengadopsi anak-anak kamu."
" Ibu beneran." kini giliran Mommy khayra yang mengangguk.
" Terima kasih semoga ibu dapat menyayangi mereka."
" Insyaallah kami akan menyayangi mereka." Jawab Mommy dan Deddy.
" boleh saya peluk Dimas." Ucap Rahma.
Mommy pun membawa Dimas agar bisa di peluk oleh Rahma. Rahma yang kondisi sangat-sangat lemah berusaha untuk memeluk anaknya.
Mommy Khayra bisa melihat bagaimana Rahma sangat menyayangi anaknya. Walaupun anaknya dari hasil hubungan yang tak seharusnya. Tapi Rahma dan anaknya adalah korban dari kebejatan seorang laki-laki yang tak bertanggung jawab.
" Bu boleh saya minta satu permintaan." Lirih Rahma.
" Silahkan."
" Tolong buat identitas anak-anak saya yang baru. Jangan cerita kan tentang kebenaran yang ada. Saya nggak ingin anak saya nantinya merasa kotor. " pinta Rahma.
" Baik saya akan mengurus identitas anak-anak kamu yang baru."
" Buat bude dan pakde, Rahma mohon merahasiakan ini semua. Kalau ada yang tanya bilang tidak tahu." pinta Rahma ke Bu Masinah dan suaminya.
" Iya saya janji Sama kamu akan merahasiakan semuanya."
Rahma bernapas lega sambil memeluk anaknya. Dan saat itu juga Rahma pun menghembuskan napasnya terakhir dengan wajah tenang sambil tersenyum.
__ADS_1
" Innalilahi wa innailaihi rojiun."
Mommy Khayra pun mengambil Dimas dari pelukan Rahma.