Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
56. Kebahagiaan


__ADS_3

Setelah dua hari di rawat di rumah sakit Zafira dan baby twins di perbolehkan pulang.


Sampai rumah ternyata mereka di sambut oleh para pekerja di rumah. Mereka turut bahagia dengan kelahiran baby twins.


Tidak hanya para pekerja yang menyambut kedatangan Zafira dan baby twins. Kedua kakaknya pun tak mau ketinggalan. Ayra di taruh di stroller nya sedangkan Andra berdiri di samping adiknya. Dengan membawa bucket bunga yang hampir menutupi tubuhnya.


Zafira menghampiri kedua anaknya.


" Amat Atang Ami Ama Dede." ucap Andra.


" Kok ada suara nggak ada orang nya ya." ledek Zafira karena tubuh Andra ketutupan dengan bunga yang dia bawa.


" Ami ini anda, aduh Ami belat au." ucap Andra yang keberatan.


Zafira pun mengambil bunganya.


" Eh ternyata anak mami toh yang bawa bunganya. Makasih ya."


" Iya."


Andra membuang nafas..


" Huh... apek, angan anda egel." Ucap Andra sambil memijit-mijit tangannya.


" Sini .... sini...." Zafira menarik tangan Andra menuju sofa di ruang keluarga.

__ADS_1


Zafira duduk pelan-pelan dan menyuruh Andra berdiri di hadapannya. Zafira memegang kedua tangan Andra ke depan lalu dia menciumi tangan anak sulungnya itu.


" Masih sakit nggak?." Tanya Zafira.


" Nda Uda NDA egel agi."


" Ya sudah, Andra belum peluk mami loh.' Ucap Zafira sambil merentangkan kedua tangannya.


Andra pun langsung masuk ke dalam pelukan maminya.


Setelah bersantai sebentar lalu Zafira membawa ke empat anaknya ke kamarnya. Baby twins di taruh di box masing-masing. Dengan di jaga Andra yang meminta kursi di taruh di dekat box. Andra benar-benar tak mau lepas dari kedua adiknya.


Sedangkan Ayra yang sudah mulai belajar berjalan walaupun dengan cara merembet ke barang yang dia temui. Sering dirinya jatuh karena tidak seimbang tapi dia kembali mencobanya. Dan kini Bagas lah yang menjaganya.


" Pasti kamu dulu bahagia banget ya di jaga sama tiga kakak laki-laki kamu." ucap Bagas.


" Banget terkadang teman-teman aku iri, lihat aku punya tiga kakak yang ganteng-ganteng. Tapi sekarang aku punya empat orang


laki-laki yang gantengnya maksimal. Tidak akan membuat aku berpaling dari ke empat laki-laki itu. Dan laki-laki itu adalah kamu , Andra dan si kembar." ucap Zafira.


" Dan aku punya dua bidadari cantik yaitu kamu dan Ayra." Ucap Bagas sambil mencium pipi Khayra.


" Nda...anda nda iyat." Celetuk Andra sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Zafira dan Bagas pun langsung menengok ke arah Andra, setelah itu Zafira dan Bagas saling berpandangan.

__ADS_1


" Hahaha... kamu sih main cium-cium aja." Omel Zafira sambil berjalan ke arah Andra.


Zafira langsung mencium Andra, Andra mendapatkan ciuman dari mami nya langsung menurunkan tangannya.


*******


Rencananya keluarga Arif setelah acara akad nikah Arif dengan Luna. Menginap semalam dan keesokannya mereka rencananya mau pulang kampung.


Tapi di tahan oleh Luna apalagi saat Luna tahu adik iparnya itu ingin meneruskan SMA nya di pesantren Al hikmah. Aga dan Anin toh hanya tinggal menunggu bagi rapot tengah semester.


" Mas besok kan keluarga kamu kan mau pulang, Bisa nggak mas nanti saja mereka pulangnya." Ucap Luna.


" Memangnya kenapa?." Tanya Arif.


" Aku mau lebih kenal sama keluarga kamu mas, lagi pula Anin katanya mau nerusin sekolah SMA nya di pesantren Al hikmah. Jadi aku mau ajak dia melihat pesantren Al hikmah. Mas Bagas juga ngundang keluarga kamu buat ada ke acara aqiqah si kembar." jelas Luna.


" Kalau mereka mau ya, soalnya kan nggak enak kalau lama tinggal di sini." ucap Arif.


" Gini aja mas kalau kalau keluarga kamu nggak enak tinggal di sini. Kita tinggal dulu di apartemen aku selama mereka ada di sini. Gimana?."


" Nanti coba aku tanya mereka dulu ya."


" Iya."


Arif pun menemui orang tuanya menyampaikan omongan istrinya. Yang meminta bapak, ibu juga adik-adiknya untuk tidak pulang dulu. Setelah di beri penjelasan akhirnya kedua orangtuanya setuju.

__ADS_1


__ADS_2