
Sebelum ke maminya baju Ayra ada yang menarik dan pelakunya kakaknya sendiri.
" Apaan sih mas Andra narik-narik baju Ay." Ucap Ayra sebal.
" Kamu belum ngucapin selamat loh ke mas."
" Ngapain ngucapin selamat ke mas Andra , secara tuh ya! Yang hamil sembilan bulan kak Gianna! Yang ngalamin muntah-muntah dan yang lainnya kak Gianna! Yang berjuang melahirkan dedek bayi nya kak Gianna! Kenapa aku harus ngucapin selamat ke mas Andra."
" Tapi kalau nggak ada mas Andra kakak ipar kamu nggak mungkin hamil " ucap gemas Andra sambil mencubit pipi chubby adiknya.
" Dra kamu tuh sudah jadi seorang ayah masih aja suka ribut nggak jelas sama adik kamu." Tegur papi Bagas.
" Iya... Iya deh selamat ya mas sekarang sudah jadi seorang ayah." Setelah mengucapkan selamat Ayra pun langsung mendekati Mami nya.
" Hah cantiknya keponakan Tante, tapi sayang kenapa mirip mas Andra banget nggak ada mirip kak Gianna sama sekali." Ucap Ayra ke kakak iparnya.
" Iya dek, padahal kan aku yang hamil tapi nggak kebagian sama sekali." Jawab Gianna memanyunkan bibirnya.
" Tenang sayang habis ini kita bikin lagi siapa tahu mirip kamu." Ucap Andra.
__ADS_1
" Astaghfirullahaladzim, mas aku aja baru berapa jam lahiran masa udah mikirin punya anak lagi."
" Ya nanti sayang, nggak sekarang juga." Elak Andra takut istrinya ngambek.
" Oh iya, kalian sudah punya nama untuk anak kalian." Tanya papi Bagas.
" Sudah pih, Nandini Dilraya Prameswari Tanjung al-Fathir." 223
****
Tak terasa baby Raya sudah berusia tujuh hari dan hari ini Andra mengadakan acara aqiqah putrinya. Andra mengundang banyak orang terutama teman-teman almarhum papa mertuanya yang sampai saat ini masih berkomunikasi dengan baik. Tak lupa juga anak yatim piatu di panti asuhan milik Omanya.
" Dra, perasaan aku nggak lihat Mezza?." Tanya Vito.
Andra menatap sahabatnya penuh curiga karena baru kali sahabat mencari sepupunya.
" Kenapa tumben kamu nyariin Mezza?." Tanya Andra.
" Jangan kamu naksir Mezza ya bit." Seru Albert.
__ADS_1
Sedangkan Vito hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala. 355
" Dia telat datang soalnya dia dari Yogyakarta langsung ke sini." Jawab Andra.
" Yogyakarta!." Ucap Vito.
" Iya, kemarin dia ada meeting di Yogyakarta. Kalau tahu kamu memang suka sama Mezza tadi aku nyuruh kamu jemput Mezza ke Bandara."
" Terus Mezza di jemput sama siapa?" Tanya Vito.
" Di jemput sama supir. Kalau kamu memang serius Vit, sama Mezza mendingan langsung bilang ke om sakti." Ujar Andra yang senang sahabatnya menyukai sepupunya karena Andra sudah mengenal Vito bahkan keluarganya juga sudah mengenal sosok Vito. 437
" Tapi kan aku harus menyatakan perasaan aku dulu ke Mezza dra. Kalau aku langsung bilang ke om Sakti tapi ternyata Mezza nggak menyukai aku gimana?" Ucap Vito.
" Ya udah kita doain semoga Mezza mempunyai perasaan yang sama dengan kamu." Ucap Erwin mendoakan Vito.
" Iya vit, semoga cepat menyusul aku." Ucap Andra.
Vito sendiri merasa senang karena para sahabatnya mendukungnya dengan begitu rasa percaya diri Vito meningkat dan yakin untuk secepatnya untuk mengutarakan isi hatinya.
__ADS_1