
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam." Jawab seseorang dari dalam rumah.
" Maaf mau cari siapa ya mas." Tanya orang yang tadi keluar dari dalam kamar yang ternyata adalah pak Nurcholis bapaknya Arif.
" Oh iya pak saya Taufik, Saya yang akan menjemput bapak sekeluarga untuk menemui mas Arif." ucap Taufik.
" Oh iya mas Taufik silahkan duduk dulu."
" Nggak usah pak saya nunggu di mobil saja, soalnya saya sama teman saya juga ada di mobil." Ucap Taufik.
Pak Nurcholis pun kembali masuk ke dalam rumah.
" Bu, Anin, aga, ayo cepetan jemputannya sudah datang."
" Iya pak, ini ibu sudah siap." Ucap Bu Nurmadiah.
" Kita juga sudah siap." Ucap ke dua adiknya Arif.
Mereka pun langsung keluar rumah dan membawa barang mereka.
" Jangan lupa di kunci Bu pintunya."
" Iya pak."
Mereka pun berjalan ke mobil yang menjemputnya. Taufik pun membantu untuk memasukan barang.
*
*
Hari ini rencananya Bagas dan Aji akan menemui Farel Subandono di hotelnya.
" Selamat siang ada yang bisa di bantu." Ucap Resepsionis.
" Selamat siang juga, saya mau bertemu dengan pak Farel." ucap Bagas.
" Sudah membuat janji sebelumnya." Tanya resepsionis itu lagi.
" Sudah bilang saja pak Bagas."
Resepsionis itu pun menelepon seseorang setelah itu dia pun mengantar ke ruangan Farel.
" Silahkan." Bagas dan Aji
Salamat Siang pak bagas dan pak Aji, selamat datang mari
duduk." ucap Farel menyuruh Bagas dan Aji untuk duduk.
__ADS_1
" Maaf kalau kedatangan kami
mengganggu kerja pak Farel," ucap Bagas.
" Oh tidak pak Bagas dan pak Aji, Sebenarnya ada apa ya pak bagas dan pak Aji datang ke sini."
" Begini loh pak Farel, mungkin pak Farel mengenal Aji atau Luna."
tanya Bagas.
" Ya saya kenal dengan pak Aji dan bu Luna, memang kami
Sedang bekerja sama dengan perusahaan pak Aji dan bu Luna
Dan yang kebetulan yang pegang proyek ini itu bu Luna. Saya ketemu dengan pak Aji Cuma dua kali ya kalau nggak Salah ya pak Aji "ucap Farel.
" Iya betul pak Farel. "Jawab Aji
" Begini pak Farel mungkin pak Farel mungkin mengetahui
keributan dua hari yang lalu di hotel ini. Yang membuat Aji dibawa ke kantor polisi oleh pihak hotel." jelas bagas.
" Astaghfirullahaladzim, kok saya tidak mendapat laporan sama
Sekali bisa Ceritakan Semua." ucap Farel yang tampak
terkejut.
" Maaf loh pak Farel kalau saya lancang meng hack CCTV di hotel milik pak Farel. Kami hanya ingin mencari siapa yang mencoba menjebak adik kami. Karena setahu kami adik kami itu tak punya musuh. "Jelas bagas.
" Nggak apa-apa pak Bagas, Jadi Pak Bagas ini kakak dari pak Aji
dan bu Luna tapi kok saya baru lihat "
" Iya saya kakak dari mereka. Cuma memang saya tidak ikut masuk perusahaan ayah saya.
karena di tawarin sama
mertua untuk bergabung
di Al-Fathir Corp. " ucap Bagas.
" Oh pantesan nggak pernah ketemu, Jadi pak Bagas ini menantu pak Gibran toh." ucap Farel
" Iya betul, pak Farel sebelumnya saya minta maaf bukannya
Saya mau merusak rumah tangga pak Farel tapi saya cuma
mau mengungkap kebenarannya saja." ucap bagas.
__ADS_1
" Maksudnya."
" Coba pak Farel lihat dengan teliti rekaman CCTV di restoran Setelah dua orang itu membuat Luna pingsan lalu mereka membawa Luna ke mobil mereka. Pak Farel lihat wanita yang sedang berdiri," Tunjuk Bagas memperbesar. gambar.
" Astaghfirullahaladzim, Sasa ngapain dia ada di sana, ada urusan apa dia sama Luna." Farel kaget melihat istrinya
di sana.
Bagas kembali memperlihatkan kembali rekaman lagi-lagi Farel di buat kaget bagaimana bisa sasa
melakukan hal tersebut..
Pak Farel tahu apa yang
dilakukan istri pak Farel
Selama ini." ucap bagas memberikan semua bukti-bukti
bagaimana kelakuan sasa.
Farel melihat semuanya wajahnya langsung mengeras menahan Marah. Farel langsung memanggil semua karyawan hotel yang bertugas saat kejadian itu.
Para karyawan yang bertugas saat kejadian itu sudah berkumpul di ruangan Farel.
" Kalian kenal dengan pak Aji." Ucap Farel sambil menunjuk ke arah Aji.
Para karyawan langsung menunduk ketakutan karena bos nya sepertinya sudah mengetahuinya.
" Ada yang bisa ngejelasin ke saya." Tanya Farel.
Semuanya diam tak ada yang mau bicara.
" Kalian mau bicara atau saat ini kalian saya pecat." Ucap Farel dengan nada tinggi.
Para karyawan langsung ketakutan karena mereka baru melihat atasannya begitu marah. Farel adalah atasan yang sangat baik dan jarang marah-marah. Walaupun ada yang melakukan kesalahan biasanya Farel akan memanggilnya dan berbicara baik-baik saja. Tapi melihat atasannya begitu murka dan mereka nggak mau kalau harus kehilangan pekerjaan mereka.
" Maaf pak sebelumnya kalau kami tidak laporan ke bapak tapi ibu bilang bapak sudah tahu dan ibu bilang di suruh oleh bapak." Ucap salah satu karyawan yang mulai membuka suara.
" Iya pak, Malam itu ibu datang dan meminta di siapin kamar. Setelah itu ibu masuk dengan empat orang berbadan besar. Masing-masing dua orang itu membawa satu orang perempuan dan satu orang laki-laki yang sepertinya pingsan. Ibu juga meminta kami untuk tidak kepo dan bertanya-tanya siapa mereka. setengah jam ibu di sana tak lama kembali dan bilang ke saya kalau ada yang bertanya dan meminta kunci cadangan kamar 433 suruh langsung kasih aja." Jelas sang resepsionis yang malam itu Aji temui.
" Iya betul pak apa yang di katakan oleh Andri, Setelah bapak itu datang dan menuju kamar 433 terjadi keributan. Terus ibu menyuruh saya membawa bapak itu ke kantor polisi."
" Iya pak saya juga di minta oleh ibu saat ibu dan orang-orang itu masuk ke dalam kamar. Ibu meminta saya melepas pakaian wanita itu. Setelah itu baru ke empat laki-laki berbadan besar masuk membawa laki-laki yang pingsan itu. Dan sama laki-laki itu juga pakaiannya di buka pakaiannya juga. Terus ibu foto-foto, Ibu mengajak kami keluar untuk mengumpat setelah bapak itu masuk dan membuat keributan. Bapak itu di bawa ke kantor polisi terus saya di minta memakaikan kembali pakaian wanita itu lagi terus mereka berdua di bawa ke rumah sakit oleh kami setelah ibu pergi." Jelas karyawan yang lainnya.
" Baiklah kalian bisa pergi dan saya minta kalau kalian mau bersaksi menceritakan kebenarannya." ucap Farel dan para karyawan pun mengangguk.
Farel saat ini benar-benar malu dan tak punya muka. Istrinya benar-benar sudah melemparkan kotoran ke wajahnya.
" Pak Bagas dan pak Aji saya mohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang di lakukan istri saya."
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan Farel terbuka.
" Sayang..."