
Keesokan hari
" Dra kamu sudah telpon adik kamu." Tanya Oma khayra.
" Alhamdulillah sudah Oma, Andra sudah bilang kalau Andra akan menikah dengan Gianna. Cuma ayra belum bisa pulang mungkin pas nanti mas Ghaizan dan Zee nikah." Jawab Andra.
" Syukurlah kamu sudah memberitahu adik kamu, Bagaimana pun ayra satu-satunya saudara kandung kamu jadi Oma minta walaupun kamu sudah menikah. Oma minta sama kamu dan juga nanti istri kamu untuk tidak peduli ke ayra." Ucap Oma khayra.
" Insyaallah Oma, sepertinya Gianna juga tahu latar belakang Andra. Rencananya nanti siang Andra akan jemput Gianna untuk ke butik mencoba kebaya. Nanti Andra akan bilang ke Gianna soal Ayra." Ucap andra.
" Oh iya nak Gianna mau minta mas kawin apa?." Tanya mami Zafira.
" Gianna menyerahkan ke Andra mih, Gianna meminta mahar yang tidak memberatkan Andra. Dan rencananya Andra akan memberikan uang tunai lima ratus juta dan perhiasan emas lima puluh gram. Menurut mami dan Oma gimana pantas nggak?". Tanya Andra.
" Kalau kamu mampunya segitu nggak apa-apa dra toh Gianna bilang mas kawinnya yang tidak memberatkan kamu." Jawab Oma khayra.
" Ya sudah Oma dan mami Andra ke kantor dulu. Assalamualaikum." Pamit Andra mencium tangan mami dan Oma nya.
" Walaikum salam."
Siang hari sesuai rencana Andra menjemput Gianna di depan kantornya.
__ADS_1
" Assalamualaikum, maaf lama nunggu ya." Ucap Gianna begitu masuk ke dalam mobil Andra.
" Walaikum salam, nggak kok aku juga baru sampai." Jawab Andra yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan kantor Gianna.
" Gia kita mau makan dimana?." Tanya Andra.
" Kalau ke restoran Padang aja gimana?." Jawab Gianna.
" Boleh." Ucap Andra sambil melajukan mobilnya ke restoran Padang langganan keluarga al-fathir.
Mereka pun sampai di restoran Padang dan pegawai restoran yang sudah mengenal Andra pun langsung mengantarkan ke meja yang kosong.
" Iya mas, nanti juga ada yang ingin aku omongin." Jawab Gianna.
Mereka pun makan dengan tenang.
" Aku dulu atau mas Andra dulu yang mau ngomong." Tanya Gianna begitu mereka selesai makan.
" Kamu aja dulu."
" Begini mas, mas Andra tahu kan kalau gia itu anak tunggal." Tanya Gianna.
__ADS_1
Andra mengangguk.
" Boleh nggak kalau setelah menikah kita tinggal di rumah orang tua Gianna. Mas Andra jangan tersinggung ya, gia bukan mau merendahkan mas Andra. Gia tahu mas Andra pasti bisa memberikan Gia tempat tinggal yang nyaman dan bagus . Tapi mas Andra tahu kan kondisi papa saat ini bagaimana? Gia bukan mau mendahului Allah SWT. Tapi kalau ada apa-apa sama papa, mama pasti kesendirian gia nggak tega mas."jelas Gianna.
" Mas Andra nggak masalah karena begitu kita menikah orang tua kamu akan jadi orang tua aku juga. Aku tahu kamu ingin berbakti kepada orang tua selama mereka masih ada. Jadi aku nggak apa-apa tinggal di rumah orang tua kamu." Jawab Andra.
" Alhamdulillah kalau begitu, terus apa yang ingin mas Andra mau omongin." Tanya Gianna.
" Gini gia mungkin kamu sudah tahu kalau mami dan papi aku bukan orang tua kandung aku " Gianna mengangguk.
" Aku ingin kamu tahu masalah aku sebelum kita melangkah lebih jauh karena aku terus kepikiran. " Andra pun mulai menceritakan tentang ibunya yang sudah meninggal dan bercerita kalau dia dan adiknya lahir tanpa adanya ikatan pernikahan.
" Aku sudah tahu karena papa sudah cerita, semua anak kalau bisa meminta pasti mereka meminta dilahirkan di keluarga yang utuh. Ibu kamu itu korban mas jadi jangan pernah merasa kamu berbeda. Buktinya Allah memberikan pengganti orang tua yang sangat baik sama mas Andra dan ayra." Jawab Gianna.
" Syukurlah kalau kamu dan keluarga kamu sudah tahu. Dan satu lagi nanti setelah kita menikah kalau aku begitu perhatian dan mementingkan ayra aku harap kamu memaklumi." Ucap Andra.
" Aku ngerti kok kamu nggak usah khawatir sampai kapan pun aku tahu kamu punya tanggung jawab terhadap ayra selama ayra belum menikah." Ucap Gianna yang sangat paham.
" Terima kasih."
Setelah makan mereka berdua pun meninggalkan restoran menuju ke butik.
__ADS_1