
Happy Reading
Aku tidak menyangka dan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar. Apakah aku bermimpi, ya Tuhan! Aku mendengar suara seorang wanita dan juga di susul oleh suara Zicko.
Ah, apakah aku terlalu banyak berpikir, mungkin saja itu sahabatnya atau siapa, ya! aku harus berpikir positif. Tidak mungkin kan Zicko memiliki wanita lain, sedangkan selama ini dia begitu mencintai ku?
Aku harus segera mengenyahkan pikiran ku dan harus percaya pada kekasih ku itu.
Tapi, kenapa dia tidak menyimpan nomerku? Apakah terhapus? Ah, entahlah! Kepalaku saat ini terasa begitu sakit. Banyak berpikir dan menerka-nerka membuatku semakin sebal.
Ponselku masih berdering, bukannya mengangkat tapi saat ini aku sungguh merasa malas untuk berbicara pada Zicko. Apalagi tadi wanita itu mengatakan bahwa Zicko sedang mandi, apakah hubungan mereka sedekat itu hingga membuat wanita itu bebas keluar masuk kamar Zicko.
Panggilan dari Zicko terdengar kembali, ah sebenarnya aku sangat merindukan pria itu, tapi aku akan memberikan pelajaran pada Zicko, biarkan saja, salah siapa yang tidak mau mengabari ku, bahkan kegiatannya yang sekarang aku sudah tidak pernah mengetahuinya.
Aku memilih menyimpan ponselku di atas nakas dan kemudian merebahkan tubuh.
Mataku berusaha ku pejam, tapi entah kenapa suara wanita itu dan Zicko terngiang-ngiang terus. Semakin ku pejam erat, semakin sulit untuk mengalihkannya.
"Ya, Tuhan!" Ternyata aku tetap tidak bisa tidur.
Ku sibak selimut yang menutupi tubuhku, entah kenapa dadaku berdebar kencang, sebenarnya apa yang telah terjadi? Apakah aku sudah banyak melewatkan sesuatu?
Ku putuskan untuk beranjak ke balkon menikmati angin malam di kota Canberra, bagaimana dengan nasibku kedepannya, di sini semua pekerjaan dari Daddy sudah aku kerjakan, untung aku memiliki sahabat sebagai partner yang baik dan kompeten.
Malam ini langit sedang mendung, itu terlihat dari bintang-bintang yang sama sekali tidak nampak. Ah, sepertinya aku butuh sebotol anggur untuk meredakan sakit di kepalaku.
Akhirnya aku berada di sini, di sebuah mini bar di apartemen ku, tidak biasanya aku minum kalau tidak sedang dalam keadaan yang suntuk. Mengingat akhir-akhir ini pekerjaan ku sangat banyak, jujur aku merasa sangat lelah.
Lelah karena hati dan pikiran, badan dan perasaan.
__ADS_1
"Zicko!! Kenapa kamu tega! Apa yang sudah kamu lakukan padaku! Apa kamu di sana berselingkuh!! Aaaggrrhhhh aku benci banget sama kamu!!"
****
Tuutt ... Tuutt ... !
"Ya Tuhan!! Berisik sekali!"
Malam ini aku tidak bisa tidur karena ponselku sedari tadi terus berdering. Aku melihat ada puluhan panggilan tidak terjawab dari Zicko. Kenapa pria itu tiba-tiba sangat menggangu dan menggebu-gebu menghubungi ku seperti ini. Padahal selama beberapa bulan ini Zicko begitu sulit di hubungi atau bahkan menghubungi ku. Apakah karena sesuatu hal tapi entahlah.
Setelah minum anggur tadi malam, baru minum setengah gelas rasanya sudah sangat mengantuk. Aku pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan langsung tidur begitu saja. Ah, kepalaku masih terasa sangat pusing.
"Zicko!! Kamu benar-benar menyebalkan!"
Masih malas sekali dengan Zicko, sudah berbulan-bulan dia berubah, dan sekarang aku mendengar ada wanita lain yang mengangkat telepon dariku. Siapa wanita itu?
Entah kenapa pikiran ku menjadi tidak karuan, rasanya ingin segera pulang dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Sejak dulu perasaan ku itu tidak bisa di bohongi, aku tahu pasti ada yang terjadi di sana. Feeling ku selalu tepat.
Zicko tidak mungkin meletakkan ponselnya di sembarangan tempat. Ya Tuhan, kenapa pikiran ku jadi semakin tidak karuan.
Drrrttt, drrtttt!!
Zicko Calling!
Sepertinya pria itu masih belum ingin menyerah untuk menghubungi ku, apakah dia akan menjelaskan tentang wanita itu.
Aku masih belum ingin mendengar penjelasan dari Zicko, sebaiknya aku matikan ponselku sementara agar dia tidak lagi menghubungi ku lagi.
Ku lihat jam di nakas sudah pukul 3 dini hari, aku harus berangkat pagi-pagi ke kantor, akhirnya ku rebahkan tubuhku yang semakin kurus ini, aku tidak ingin terlambat hanya gara-gara memikirkan Zicko. Tapi jujur aku masih sangat mencintai nya, hatiku benar-benar sudah terpaut padanya, aku sangat merindukan nya. Setelah pergi ke Canberra dan jauh dari Zicko, membuat ku semakin terlihat tidak terurus dan lihatlah tulang selangka ku semakin terlihat.
__ADS_1
Yah semenjak di Australia nafsu makan ku memang sudah tidak terlalu baik, tidak berselera makan apalagi kalau sudah ada pekerjaan yang menumpuk.
"Huaaahh! Sebaiknya aku harus segera tidur, kepalaku semakin pusing saja!"
Mataku semakin berat dan akhirnya aku pun terlelap ke alam mimpi.
###
Sinar matahari rasanya terasa lebih hangat pagi ini, aku pun membuka mata karena silaunya yang masuk ke dalam retina.
Sedikit menggeliat dan memegang kepalaku yang rasanya terasa mau pecah, ku lihat jam di atas nakas.
"Astaga!! Sudah jam 7 lebih!" Pekik ku ketika melihat jam sudah menunjukkan setengah 8, di Canberra jam segitu sudah sangat menyengat panasnya.
Aku pun segera beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari ke arah kamar mandi dengan berusaha menyeimbangkan tubuh agar tidak terjatuh. Sial!! Gara-gara memikirkan Zicko dan wanita misterius membuat ku jadi terlambat bangun pagi.
Tidak mau berlama-lama karena jam 8 aku ada meeting penting dengan klien. Kali ini aku harus bisa mendapatkan kerja sama itu, karena akan sangat menguntungkan untuk perusahaan.
Kalau semua berjalan dengan lancar bisa ku pastikan kalau aku akan lebih cepat untuk pulang ke Amerika. Yah, aku tidak boleh terlalu berleha-leha di sini kalau memang ingin segera kembali, jadi harus ku pastikan pekerjaan ku di sini benar-benar terselesaikan.
Ku hidupkan shower setelah menyetel suhu airnya, kurasakan air hangat mengguyur rambut dan kepala ku, rasanya sedikit segar kembali dan kepala ku serasa di pijat-pijat. Ah sungguh nikmat, sepertinya aku harus pergi ke salon untuk spa akhir pekan nanti, menurut ku itu lebih baik karena bisa membuat tubuh dan pikiran ku rileks.
Setelah beberapa menit aku pun menyudahi mandi ku, segera keluar dan mencari baju yang pas dan cocok.
Setelah memakai baju dan sedikit memoles make up di wajahku aku pun mengambil ponsel yang sejak semalem sudah ku matikan.
Ku hidupkan ponsel itu dan langsung aku masukkan ke dalam tas kerja, tidak sempat ku melihat ponsel aku harus cepat sampai di perusahaan karena membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai ke sana.
Ku harap hari ini akan menjadi hari yang lebih baik, meskipun masih banyak yang harus diselesaikan. Untuk urusan Zicko aku ingin berhenti memikirkannya dulu.
__ADS_1
Bersambung