Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 22


__ADS_3

Happy Reading.


Suasana di depan pintu apartemen ku begitu suram, terlihat raut wajah Zicko yang berubah merah. Sedangkan Javier menatap tangan ku yang melingkar di lengannya kemudian beralih menatap Zicko.


Aku tidak peduli bagaimana tanggapan dari Javier setelah ini, namun aku tetap meneruskan semua aktingku.


Mungkin saja Javier paham dengan apa yang aku lakukan. Yah, intinya biar kita impas.


Dia menggunakan ku sebagai alat untuk membuat mantan kekasihnya cemburu, sekarang giliran ku yang meminta tolong padanya agar membawaku pergi dari hadapan Zicko.


Sungguh aku masih belum ingin bertemu dengan Zicko yang sangat mendadag seperti ini.


Meskipun dalam hati ada sedikit rasa penasaran, tapi aku masih terkejut di saat pulang dari kantor sudah ada Mommy di sini dan juga Zicko.


Zicko masih menatap ku dengan tatapan yang tajam. Bahkan dia juga menatap mata Javier dengan tatapan permusuhan.


Huh, kenapa situasinya jadi seperti ini!


"Zizi, lepaskan tanganmu darinya!" Zicko menarik tanganku yang satunya dan langsung mendekap ku. Tentu saja aku sangat terkejut.


Kenapa aku pasrah saja saat Zicko mendekap ku seperti ini?


"Zicko lepas, aku harus berangkat bekerja!" Aku tidak ingin ada drama di depan Javier.


"Tidak boleh! Aku akan mengajakmu pulang ke Amerika sekarang juga." Aku meronta agar Zicko melepaskan pelukannya.


Tidak, ini tidak bisa di biarkan, kalau terus-terusan hidup di bawah tekanan pasti akan sangat sulit. Meskipun sejujurnya aku masih sangat mencintai nya tapi sikap Zicko yang berbohong padaku masih belum bisa ku maafkan.


Javier yang melihat deama queen ini hanya diam mengamati. Huh, seharusnya dia membantuku, apakah dia tidak melihat jurus laser mata puppy eyes andalan telah ku keluarkan? Javier tolong aku!


"Zi, nurut!" Aku menggeleng. Tidak mau ikut Zicko saat ini.


"Tuan Javier sudah menunggu ku, kita akan ada rapat pagi ini, jadi Zicko lepaskan aku!"


Masih berusaha untuk bisa lepas dari tubuh kekar yang selama setahun belakangan ini sangat aku rindukan.


Zicko perlahan mengendur kan tamgannya di pinggang ku, dia melepaskan pelukan itu dan langsung menangkup wajahku.


"Kamu tidak perlu bekerja di sini Zizi, ku mohon jangan membuat ku menjadi semakin kacau!"


Apa tadi yang dia ucap? Membuatnya kacau? Seharusnya aku yang lebih kacau di sini! Kenapa dia tidak bisa melihat itu.


Oh ayolah kemana Zicko yang smart dan pintar itu? Apakah karena menikah dia kehilangan ingatan? Dengan mudahnya meminta maaf dan menginginkan ku ikut bersamanya kembali?

__ADS_1


Javier masih diam saja, kenapa sih dengan pria ini!! Kenapa dia tidak bisa menolong, Ku tatap sekali lagi mata Javier, seakan mengatakan bahwa aku butuh bantuan mu.


"Ayo Zivana, kita berangkat ke kantor sekarang! Jangan sampai kita terlambat!" Ucap Javier tiba-tiba, mungkin dia paham bahwa aku meminta tolong darinya.


"Meeting kali ini sangat penting, jadi tolong tuan biarkan Zivanna ikut saya kalau anda tidak mau saya suruh ganti rugi."


Ups, aku tidak menyangka bahwa Javier bisa berakting juga ya? Akhirnya aku melepaskan tangan Zicko.


"Ayo kita berangkat sekarang!" Javier menarik tanganku dan meletakkannya di lengannya. Mata Zicko melotot lagi, aku tahu dia pasti tidak terima. Tapi biarlah, aku ingin dia merasakan bagaimana sakitnya yang aku rasakan.


Meskipun ternyata bukan dia yang menyebabkan masalah ini. Dia juga di jebak.


Bagaimana rasanya bila orang yang kita cintai bersama dengan orang lain bahkan hidup bersama? Zicko, maafkan aku, entah kenapa bayang-bayang Sonia masih ada di dalam pikiran ini.


Agh, kenapa masih juga berpikir seperti itu, sudah Zi, fokus ke masa depan.


Aku langsung mengajak Javier melangkah pergi dari hadapan Zicko, melihat wajahnya yang begitu terluka aku merasa tidak tega.


Masih dengan tanganku yang melingkar di lengan Javier kami memasuki lift bersama.


Sungguh dia akhirnya telah menyelamatkan ku dari Zicko.


Setelah pintu tertutup, aku langsung melepaskan tanganku dan menjauhkan tubuhku dari tubuh Javier karena memang tadi kita sangat dekat, bahkan tubuhnya menempel di tubuhku.


"Apa kali ini kamu yang akan memperalat ku Zivana?"


"Aku minta maaf Tuan, memang tadi aku sengaja melakukan itu." Hanya itu yang keluar dari dalam mulut ku.


"Aku tahu, sepertinya dia tadi terlihat sangat marah ketika kamu memegang lenganku," Javier terkekeh.


Tentu saja dia marah!


"Dia pasti kekasihmu kan? Apa kamu sedang melarikan diri darinya?" Tanya Javier.


Kenapa dia kepo sekali?


Aku langsung memalingkan muka ketika pria di sampingku ini mendekatkan wajahnya.


"Sudahlah, jangan banyak bertanya, aku saja tidak bertanya padamu waktu ketika kamu membawaku ke restoran milik mantan kekasih mu itu dan menjadikan ku sebagai alat untuk membuat kekasih mu cemburu!"


Aku mengatakan itu tanpa jeda dan sekali dalam tarikan nafas. Huh, memang seperti itukan keadaannya! Tiba-tiba aku merasakan Javier menarik tanganku dan mendekatkan wajahnya.


"Apa kamu tidak suka aku melakukan itu padamu?"

__ADS_1


Seringai yang sangat menyebalkan.


"Tentu saja!" Aku menghempaskan tangan yang di pegang nya.


Terlihat Javier menghela nafas kasar, aku bisa melihat kalau pria ini memang masih sangat mencintai mantan kekasihnya itu.


Dasar bucin akut!!


"Suatu saat nanti akan ku ceritakan Zi, semuanya tidak seperti yang kamu dengar, yang pasti kamu tidak boleh resign dari perusahaan."


Aku hanya diam tidak menjawab. Malas sekali untuk berdebat dengan atasanku itu.


###


Seharian ini Javier selalu menyuruh dan membuatku kelelahan, sungguh bos tidak ada akhlak, setelah dia tahu kisahku, ternyata dia malah seakan memberikan peringatan. Mungkin dia takut aku benar-benar keluar dari perusahaan.


Aku melangkahkan kaki keluar dari kantor karena memang sudah waktunya pulang.


Pada sata aku berjalan untuk mencari taksi tiba-tiba tubuhku terasa melayang.


"Aaaww!" Aku terpekik saking kagetnya.


Reflek langsung mengalunkan tanganku ke leher pria itu. Mataku melotot sempurna ketika melihat seringai cowok yang akhirnya mendapatkan informasi dari entah siapa aku bekerja di perusahaan ini.


"Zicko, lepaskan aku!"


"Tidak Zizi, kali ini kamu tidak bisa lepas dariku lagi!"


Zicko mendudukkanku ke dalam mobil dan kemudian langsung menutup pintu mobil itu.


Pria itu terlihat menelepon seseorang kemudian masuk dan duduk di samping ku.


Grep!!


Zicko memeluk tubuhku lagi tapi kali ini lebih erat, seakan tidak mau melepaskannya. Aku hanya diam saja diperlakukan seperti ini.


"Zizi, jangan menghukum ku seperti ini sayang, aku tidak terima kalau kamu harus berdekatan dengan pria lain!"


Zicko melepaskan pelukannya.


"Lucu sekali! kamu saja boleh menikah dan menyentuh wanita lain lalu kenapa aku tidak boleh.!" Aku menjadi sedikit emosi.


"Siapa yang menyentuh wanita lain? aku memang menikahi Sonia tapi selama ini aku belum pernah menyentuhnya sama sekali sayang, kamar kami terpisah juga.!"

__ADS_1


Apa yang di katakan Zicko tadi? jadi selama iniĀ  dia tidak pernah menyentuh Sonia??


Bersambung.


__ADS_2