
Fatimah yang berada di sebelah Ayra berusaha untuk menguatkan ayra dengan mengelus punggungnya.
" Ternyata ibu kandung aku sudah mempunyai firasat kalau dia akan meninggalkan aku dan kakak aku. Awalnya ibu kandung aku menitipkan aku dan kakak aku ke Oma, tapi ternyata papi dan mami yang meminta ke Oma dan opa untuk mengadopsi aku dan kakak aku untuk jadi anaknya. Dan semenjak itu aku dan kakak aku menjadi anak angkatnya mami dan papi " jelas Ayra setelah itu Ayra menatap Ibrahim, mika dan Fatimah.
" Kalian nggak bertanya kemana bapak kandung aku!." Tanya ayra.
Ketiganya diam saja tidak ada yang bersuara.
" Kalau kamu memang berat sebaiknya jangan cerita dan aku pun nggak mau tahu masa lalu kamu bagi aku adalah masa depan." Ucap Ibrahim.
__ADS_1
' Biar pun berat tetap siapapun laki-laki yang nantinya akan menjadi pendamping aku harus tahu masa lalu aku. Walaupun bukan aku yang cerita pasti papi sendiri yang akan cerita." 149.
Ayra pun menceritakan tentang masa lalu ibu dan bapak kandungnya.
" Kalau kamu memang ingin bertemu dengan kedua orang tua aku, insyaallah bulan depan mereka akan ke sini. Jadi kamu bisa mengajak orang tua kamu untuk menemui mereka." Ucap ayra.
" Baik ayra kalau nanti orang tua kamu sudah datang kasih tahu aku biar nanti aku akan ajak orang tua aku untuk menemui orang tua kamu."
" Kamu hebat ay, banyak orang yang akan menutupi masa lalunya tapi kamu menceritakan semuanya." Ujar Fatimah ketika mereka sudah berada di mobil.
__ADS_1
" Itu harus fat jangan sampai masa lalu kita menjadi bumerang buat kita di kemudian hari. Kalau dari awal kita sudah menceritakan masa lalu kita, kalau dia dan keluarganya tidak bisa menerima ya tinggal mundur. Tapi kalau dia mengetahui masa lalu kita setelah menikah dan dia juga keluarganya tidak terima bukannya akan menjadi masalah besar dan rumit." Jelas Ayra.
" Iya benar kata kamu ay, bukannya bisa memicu retaknya rumah tangga bahkan yang terburuk perceraian. Aku setuju lebih baik kita jujur dari awal jadi rasa sakitnya tidak begitu sakit." Ucap Fatimah yang akhirnya setuju Dengan apa yang di maksud oleh ayra.
Malam harinya ayra video call dengan mami Zafira dan papi Bagas. Zafira menceritakan ke mami dan papinya tentang perasaan Ibrahim terhadapnya dan juga tentang Ibrahim yang meminta izin untuk menemui mami dan papi. Ayra juga cerita ke mami dan papinya kalau dia sudah bercerita tentang masa lalunya ke Ibrahim.
" Bagus nak, papi setuju kamu menceritakan masa lalu kamu jadi itu bisa menjadikan patokan apa laki-laki itu dan keluarganya bisa menerima kamu dengan masa lalu nya. Jadi kamu nggak usah khawatir tentang jodoh karena Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita. Contohnya kakak kamu.?." Ucap papi Bagas ke putrinya.
" Iya pih siapa yang menyangka kalau mas Andra di minta untuk menikahi kak Gianna, padahal om Andi tahu persis masa lalu aku dan mas Andra. Tapi om Andi justru mempercayakan kak Gianna putri satu-satunya ke mas Andra."
__ADS_1
" Itulah jodoh nak, sama kaya papi dan mami padahal mami adik angkat papi . Awalnya papi merasa tidak percaya diri untuk meminta mami kamu untuk jadi istri papi. Tapi Allah memberikan jalannya, justru papi di todong lebih dulu sama opa dan Oma kamu kalau mereka merestui untuk papi menikahi mami kamu."
" Iya pih Ayra mengerti, ayra juga tidak begitu berharap karena ayra menyerahkan semuanya kepada Allah SWT."