Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 12


__ADS_3

"Bukan hanya gugup tapi kamu harus menyiapkan mental!"


"Jangan ngomong gitu, donk, aku beneran takut jadinya!"


"Aku juga gimana gitu, Zi, gak enak awalnya mau cerita sama kamu, tapi aku kasian kalau sampai kamu gak tau apa yang terjadi di sini, aku paham kalau Bibi Liora dan Paman Nickolas tidak akan mengatakan hal ini," ucap Shasa.


Mendengar ucapan Sasha kenapa tiba-tiba dadaku merasa ngilu ya, ku pegang dada yang sudah sesak ini, perasaan hati tidak enak semakin menyeruak.


"Zi, aku harap kamu harus sabar dan jangan sampai menangis!"


"Kok kamu malah bilang gitu, sih! Jangan godain aku, donk Sha!" Aku kesal sama Shasa yang tiba-tiba ngomong seperti itu.


Ya Tuhan kenapa ucapan Sasha malah menjadikan mataku memanas. Apakah ini berita tentang Zicko dan wanita itu.


"Katakan Sha, tidak perlu bertele-tele!" aku sudah tidak sabar ingin mendengar berita besat apa itu.


Ku lihat Shasa mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"Aku yakin Zi kalau kamu pasti belum tahu masalah ini, karena sepertinya memang sangat di rahasiakan!"


"Apa ini masalah wanita lain?" Shasa hanya diam sambil menyeruput minumannya.


Memang hanya Sasha yang mengetahui hubungan ku dengan Zicko. Aku percaya pada wanita ini karena sejak masa remaja kita sudah saling berbagi cerita.


Shasa masih terdiam, membuatku semakin gemas.


"Ya ampun Sha, langsung cerita saja, jangan membuatku semakin penasaran!"


Aku sudah tidak tahan lagi ingin segera tahu berita apa yang di rahasiakan itu.


Sasha terlihat menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


"Zicko sudah menikah, Zi, dan sekarang dia sedang menunggu kelahiran anaknya bersama istrinya itu!"


BOOMM!!! Jeder!!


Seperti terkena ledakan bob atom di dalam jantungku, berita apa ini! Ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi? Zicko sudah menikah dan akan memiliki seorang anak?


"Kamu jangan nge-prank aku ya Sha?" aku masih berusah menguatkan diri untuk bersikap biasa, bisa jadi ini hanya akal-akalan Sasha untuk menyambut kedatangan ku.


"Sumpah aku tidak bohong, istri Zicko adalah saudara sepupu kekasihku dan aku belum lama tahu ini saat Sonia datang ke rumah Alan. Dia menceritakan tentang kehidupannya dan yang tidak ku percaya adalah suaminya adalah Zicko Ferguson!"


Ya Tuhan, mendengar berita itu rasanya hancur sudah hati ini, perih sekali rasanya mengetahui orang yang selama ini selalu mengucapkan cinta malah memilih sosok wanita lain, Sonia nama itu sangat familiar.


Luluh sudah air mata yang sedari tadi aku tahan, dadaku terasa sangat sesak sekali, kenapa Zicko begitu tega menghianatiku, bagaikan di sayat pisau tajam dan langsung di tusukan tepat di jantung ini.

__ADS_1


Remuk, hancur dan perih yang kurasakan, kenapa? kenapa semua orang jahat padaku! kenapa Zicko melakukan semua ini, apa dia sudah tidak mencintaiku lagi? lalu apa artinya kata-kata cinta yang selama ini dia ucapkan?


Apa salahku? kenapa Tuhan memberiku cobaan seperti ini, sakit sekali rasanya di hianati, Zicko yang ku percaya juga mencintaiku ternyata lebih memilih wanita lain dalam hidupnya.


Tubuhku lemas, berkali-kali ku pukul dadaku agar bisa bernafas, Sasha yang melihat ku seperti itu langsung memelukku.


"Sabar Zi, aku tahu bagaimana perasaanmu, aku saja yang tidak mengalami dan hanya melihat fakta rasanya sudah sakit, apalagi kamu Zi, Zicko memang pria brengsek!"


"Sha, kamu tahu di mana mereka sekarang?" aku harus mencari mereka, aku tidak terima di bohongi dan di khianati seperti ini.


"Aku dengar dari Alan kalau Sasha semalam masuk rumah sakit karena pendarahan, hanya itu yang ku tahu!"


"Ayo kita ke rumah sakit!"


Aku akan melabrak mereka, tidak akan ku biarkan Zicko dan istrinya bahagia di balik penderitaan ku, seharusnya Zicko mengatakan dari awal kalau dia sudah menikah!


Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiri ku


Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api


Menyusuri jalanan lengang


Bersimbah angan tanpa tujuan


Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi


Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani


Di atas pengharapan tak berkesudahan


Selama ini


Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku


Namun ternyata semua masih semu ku rasakan


Nama yang terukir dalam karang hatiku


Kini seakan terkikis


Oleh ombak yang menghantam..


Aku dan jenuhku, bersama membisu


Terlalu jauh untuk meraih bintang yang sedang ku tatap

__ADS_1


Aku dan senyumku


Mengikuti diam termenung


Namun tercipta sebuah mimpi


Yang hilang hanya dalam sekejap


Teriakan Hati


Disaat terpikir tentang dia


Yang entah ada di mana


Terkadang hati teriak dengan kehampaannya


Mencari dan menunggu hati cintanya


Dengan langkah yang lemah tertatih aku melangkah menuju ke mobil Sasha yang akan membawaku menemui Zicko dan istrinya di rumah sakit.


Sungguh tidak pernah ku bayangkan Zicko akan mengkhianati ku seperti ini. Sakit, perih, hancur remuk hatiku saat ini. Entah sudah berapa banyak air mata yang keluar, penghianatan yang di lakukan Zicko tidak akan pernah bisa ku lupakan.


Semua angan ku hancur seketika melihat bagaimana dia begitu tega memperlakukan ku seperti ini, Zicko tidak menjemput ku di bandara ternyata dia sedang mengurusi istrinya yang mengalami pendarahan. Ya Tuhan!! kenapa semuanya jadi seperti ini!!


Aku masih berharap bahwa Sasha membohongiku atau sekedar nge-prank! tapi ternyata semua adalah hal nyata.


Perih rasanya mengetahui fakta itu, dia sudah memiliki istri! aku tahu kalau istrinya yang sedang hamil memang lebih penting dariku, tapi seharusnya dia bisa mengatakan yang sebenarnya. Bukankah ada ponsel, ataukah dia berniat membohongi ku dan tidak mengatakan yang sebenarnya jika dia sudah menikah?


Ataukah Zicko tidak menghubungiku karena dia sedang sibuk menjaga istrinya, kenapa hatiku menjadi semakin sakit! Zicko sudah menikah, sudah memiliki istri, ternyata cinta yang dia ungkapkan selama ini ternyata hanyalah sebuah kepalsuan. Cintamu telah terbagi bahkan mungkin sudah tidak ada sama sekali.


Aku melihat papan nama rumah sakit khusus untuk ibu dan anak, itu artinya memang Zicko sangat mencintai istrinya, buktinya wanita itu hamil.


"Ayo kita keluar Zi, jangan sedih ada aku di sini!" Sasha menggenggam tanganku memberi semangat. Aku sedikit terharu dengan kepedulian sahabat ku ini.


"Tetaplah semangat, jangan lemah, kamu harus kuat!"


"Entahlah Sha, aku akan kuat atau tidak, aku hanya ingin mendengar penjelasan dari Zicko,. mungkin setelah itu aku akan memilih menghindar darinya."


Ya, aku harus segera pergi, kalau bisa aku akan keluar sari negara ini, aku pasti tidak sanggup jika harus melihat pengkhianat Zicko.


Sasha membuka pintu mobil dan mengajakku keluar. Kakiku terasa berat untuk melangkah, rasanya tidak sanggup jika harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


Jantung ku bergemuruh kencang, aku benar-benar tidak sanggup.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2