Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 19


__ADS_3

Pov Zivanna


Setelah perdebatan dengan pria menyebalkan tadi aku pun langsung melajukan mobil ke perusahaan JB Grup. Sepertinya aku di terima begitu mudah karena pengalaman bekerja ku sudah sangat baik.


Tidak membutuhkan waktu lama aku pun sampai di depan gedung tinggi dengan papan nama Javier Bilson (JB) Corporation.


Setelah memarkirkan mobil, aku langsung masuk ke dalam kantor dan menemui resepsionis. Mereka mengarahkan ku ke lantai 15 untuk menemui CEO Javier.


Aku langsung memencet tombol lift dan masuk ke dalam. Hari ini harus lebih semangat, ku harap tidak akan di persulit untuk mendapatkan jabatan yang ku mau.


Aku memilih JB Grup karena perusahaan ini sedang mencari sekretaris baru, dulu di perusahaan Daddy Nick aku menjadi wakil presiden Direktur, jadi seharusnya bisa lebih mudah lagi untuk mendapatkan posisi sekretaris ini.


Ting!


Pintu lift terbuka, aku melangkah menuju ruangan CEO yang berada di ujung. Langkahku berasa sangat ringan karena untuk memulai hidup baru ini.


Ya, hidup baru, suasana baru, pekerjaan baru. Aku harus bisa melupakan bayang-bayang masa lalu yang merenggut seluruh jiwa dan ragaku.


Ragaku bagai di remas-remas sampai hancur tidak membekas, kali ini semuanya akan ku pulihkan seperti sedia kala.


Sungguh, rasa sakit dan perih yang ku alami bagaikan cambuk yang kuat untuk membuatku bangkit. Aku tidak mau terpuruk ke jalan yang menyesatkan hidup.


Meskipun bayang-bayang itu selalu menghantui tapi aku tidak mau semua itu membuat orang-orang yang telah menyakiti tertawa bahagia.


Setelah sampai di depan pintu ruangan orang nomer satu di perusahaan ini, tanganku terulur untuk mengetuk.


Tok, tok, tok!


Aku menunggu beberapa saat.


Ceklek!


Pintu terbuka, aku sudah siap memasang senyum lebar.


"Kamu!!" Aku terkejut dan langsung mengangkat jari telunjuk tepat di hadapan wajahnya.


"Selamat datang Nona!"


Astaga, kenapa pria ini seperti hantu saja, bukankah tadi dia masih berada di lobi apartemen, tapi kenapa sekarang dia sudah ada di ruangan ini.


"Bisa di turunkan telunjuknya Nona." Aku tersentak dan langsung menurunkan tanganku.


"Maaf, saya mau bertemu dengan tuan Javier, CEO di perusahaan ini."


Pria itu tertawa mendengar ucapanku


Memangnya ada yang lucu? Aku benar-benar kesal dengan tampangnya itu.


"Perkenalkan Nona, aku Javier Bilson, CEO di JB Grup, silakan masuk."

__ADS_1


Aku melongo mendengar jawabannya. Apa tadi dia bilang? Dia Javier Bilson? Ya Tuhan kenapa nasibku sial sekali.


"Silakan masuk Nona dan duduklah di tempatnya, sangat tidak sopan bila anda hanya berdiri saja di ambang pintu seperti ini."


Aku pun langsung melangkah melewatinya dan duduk di depan meja kerjanya.


Bisa ku lihat papan nama yang bertuliskan Chief executive officer Javier Bilson di depan ku.


"Aku tidak menyangka kalau ternyata calon sekretaris ku yang baru adalah kamu Nona, emmm Nona Zivana Ferguson, betul kan?"


"Iya Tuan CEO, saya Zivana Ferguson di sini mengatakan bahwa saya akan kompeten dengan pekerjaan sebagai sekretaris ini."


"Baguslah, sekretaris ku keluar karena dia akan melahirkan, pasti nanti akan cuti sangat lama, jadi sepertinya aku harus mengganti dengan sekretaris yang baru."


Kenapa hatiku masih ngilu kalau mendengar orang melahirkan? Ya Tuhan, hilangkan lah memory ini.


"Bagaimana Zivana? Kenapa diam saja?"


"Eh, I..iya Tuan Javier, serahkan semuanya pada saya!"


"Kenapa kamu sering diam melamun seperti itu? Apa kamu ada masalah? Aku ingatkan lagi, sekarang kamu bekerja padaku jadi aku tidak mau kamu membawa masalah pribadi mu sampai mengganggu konsentrasi mu dalam bekerja, baiklah silahkan keluar, tempat kerjamu ada di depan pintu itu bagian samping kanan."


"Baik Tuan, terima kasih!"


Aku langsung berdiri dan melangkah menuju pintu.


"Tunggu sebentar Zivana!"


"Buatkan aku kopi hitam, gulanya setengah sendok dan kopinya juga tidak terlalu banyak," Eh kenapa aku harus membuatnya, apa tidak ada mesin pembuat kopi di kantor ini.


"Baik Tuan, permisi!"


Aku segera keluar dan membuatkan kopi untuk atasan baruku itu. Huft, biasanya aku yang menyuruh dan sekarang harus melayani membuatkan kopi. Tapi tidak apa-apa, yang penting aku bisa sedikit mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri.


Ternyata bekerja menjadi sekretaris sedikit lebih sulit karena harus mempersiapkan segala sesuatu, handle jadwal CEO, menyiapkan segala berkas, menyusun rencana kegiatan CEO dan mendata file baru untuk di serahkan pada atasan.


Untungnya Javier orangnya baik, tidak seperti yang ku pikirkan sebelumnya, aku mengira kalau dia pria yang menyebalkan tapi ternyata tidak, dia sangat serius kalau sudah bekerja.


Umurnya lebih muda setahun dariku tapi dia sudah sangat hebat dalam mengurus pekerjaan dan perusahaan besar seperti ini. Dia tidak jauh berbeda dengan Zicko yang ... Aduh kenapa aku harus memikirkan Zicko lagi.


Ku pukul kepalaku berkali-kali agar nama Zicko pergi dari pikiran ini.


"Kenapa Zi? Apa kepalamu sakit? Kenapa di pukul-pukul seperti itu?"


"Eh, tidak Tuan, maksudku iya, kepalaku sedikit sakit, sepertinya mingrenku kambuh."


Javier sudah berdiri di depan meja kerjaku.


"Minumlah obat dan tidak perlu di paksakan kalau memang sedang sakit!"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan, ehm apa anda sedang membutuhkan sesuatu?"


Javier terlihat menatap ku serius.


"Aku akan keluar sebentar, sebenarnya aku ingin mengajakmu tapi kamu sedang tidak enak badan...!


" Tidak apa-apa Tuan, saya siap kok!"


Terlihat Javier menghela nafas.


"Baiklah, ikutlah dengan ku!"


Aku mengangguk dan segera mengambil tas di atas meja. Langkah Javier begitu cepat sampai aku hampir tidak bisa mengejarnya.


Di sepanjang perjalanan Javier hanya diam dan fokus menyetir, ya aku duduk di sampingnya karena dia yang meminta.


"Zivana, kita akan makan siang di restoran."


Oh jadi dia akan makan siang dan mengajakku? Bukankah jam makan siang masih satu jam lagi?


Setelah beberapa saat mobil itu berhenti di sebuah restoran mewah. Javier keluar dan mengajakku masuk ke dalam.


Aku mengedarkan pandanganku melihat suasana restoran itu yang terlihat sangat mewah dari desainnya.


"Duduklah." Javier menarik satu kursi menyuruh ku untuk duduk.


Seorang pelayan mendatangi kami.


"Panggilkan ownernya, aku ingin dia yang melayani.!"


"Baik tuan." Jawab pelayan itu menunduk.


"Kenapa meminta owner yang melayani kita?" Aku pun bertanya penasaran.


"Tidak apa-apa, kamu diam saja!"


Dih, wajahnya jadi menyeramkan. Setelah beberapa saat kita menunggu, datanglah wanita cantik dengan pakaian yang modis mendatangi kami, aku yakin pasti itu ownernya.


"Selamat siang Javier?"


Aku bisa melihat tatapan Javier yang sangat berbeda saat wanita itu datang menyapa.


"Siapkan aku menu favorit biasanya, dua porsi, satu untuk ku seperti biasa tidak memakai kentang dan untuk Zivana menu lengkap!"


Aku terkejut ketika Javier tiba-tiba memegang tanganku.


"Baiklah, hanya itu saja?" Wanita itu bertanya sambil tersenyum.


Tapi aku bisa melihat senyumnya seperti mengandung kekecewaan. Javier tidak melepaskan genggaman tangannya tapi mata pria ini terus menatap lekat wajah wanita itu.

__ADS_1


Ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku merasa menjadi tumbal di sini!!!


Bersambung


__ADS_2