
Tiba-tiba pintu ruangan Farel terbuka.
" Sayang..."
Sasa masuk ke dalam dengan pede nya langsung menghampiri suaminya tanpa melihat keberadaan tamu yang ada di sana.
Farel menghindar saat istrinya mau menciumnya.
" Sayang kamu kenapa sih?." ucap Sasa kesal karena suaminya tidak mau di cium.
" Kamu itu nggak punya mata, Saya sedang ada tamu." Ucap Farel ketus.
Sasa pun melihat kearah tamu suaminya, Sasa kaget dan wajahnya langsung panik saat melihat keberadaan Aji di sana.
" Ka... kamu kok ada di sini." Ucap Sasa terbata-bata.
" Sasa kamu kenal." Tanya Farel dingin.
" Ng...nggak, nggak kenal." Jawab Sasa terbata-bata.
" Pak Bagas dan pak Aji, saya serahkan semuanya kepada kalian berdua. Karena saya tidak akan menahan orang yang salah." Ucap Farel yang sudah sangat kecewa dengan Sasa.
Wanita yang dia tolong dari lembah kemaksiatan, dan Farel bertekad akan membantu Sasa kembali ke jalan yang benar. Karena saat itu dia percaya kalau Sasa akan bertobat kembali ke jalan yang benar.
Bahkan sampai dia harus di usir oleh keluarganya dan tidak dianggap oleh mereka. Karena dia lebih memilih Sasa, semua fasilitas langsung di cabut. Beruntung orang tuanya masih berbaik hati di suruh memegang hotel milik mamanya Farel.
Tapi kini terjawab sudah kenapa orang tuanya tidak akan pernah menerima Sasa. Mungkin untuk kejadian yang menimpah Bu Luna dan pak Aji masih bisa dia maafkan.
Tapi perselingkuhan, Farel benar-benar tidak bisa memaafkannya. Apalagi dia mengetahui kenyataannya bahwa selama mereka menikah satu tahun ini. Sasa masih terus berhubungan dengan pelanggan tetap nya saat dia masih bekerja di bar.
Tiba-tiba polisi datang masuk ke ruangan Farel membuat Sasa
Semakin pucat.
Sebelum ke hotel milik Farel, Bagas, Aji,bang Rizal dan om putra pergi ke kantor polis untuk melaporkan sasa dan dengan bukti yang mereka miliki.
Di lihat bukti yang sudah cakup Jadi polisi pun langsung melakukan penangkapan. Tapi bagas dan aji meminta polisi untuk menangkap sasa
setelah mereka berbicara ke Farel.
" Sa... Sayang ada apa ya." Tanya Sasa panik.
" Maap pak Farel, kedatangan kami ke sini ingin menangkap
__ADS_1
Saudara Sasa atas penculikan dan penyekapan terhadap mbak Luna dan mas arif." ucap polisi Itu sambil memberikan surat penangkapan.
" Silahkan pak." Jawab Farel.
Sasa langsung menatap tajam ke arah suaminya.
" Sayang kok kamu gitu mempersilahkan polisi itu menangkap aku, aku nggak mau ditangkap sayang." rengek Sasa ke Farel.
" Maaf aku nggak bisa bantu kamu, nikmati saja hasil dari perbuatan kamu." ucap Farel
Sayang.
" Aku ngelakuin itu karena aku nggak mau kehilangan kamu. aku takut kamu itu kembali CLBK dengan Luna Cinta Pertama kamu. Aku tuh tahu sampai sekarang kamu belum bisa melupakan luna. kamu menikahi aku karena kasihan bukan karena Cinta. " ucap Sasa.
Bagas dan aji Saling pandang bagaimana bisa adiknya
memiliki hubungan dengan Farel.
Sedangkan Farel hanya bisa menepuk jidatnya karena Istrinya Salah orang tapi dia juga bersyukur dengan kejadian ini dia bisa mengetahui bahwa istrinya tidak berubah malah dia berselingkuh sampai saat ini.
" Asal kamu tahu sa, kamu itu Salah orang memang cinta pertama saya itu Luna tapi bukan Luna yang kamu jebak. Sekarang
kamu nikmati Saja perbuatan kamu karena sudah
Bagas dan Aji kembali Saling pandang tapi mereka bernafas lega ternyata Bukan luna adiknya yang merupakan cinta pertama nya Farel.
Sasa Sendiri hanya bisa melongo karena dia salah orang.
" Oh iya sasa dalam kesempatan ini saya Farel Subandono, saya menjatuhkan talak tiga kepada sasa sabila." Sasa amat terkejut di ceraikan oleh Farel.
" Saya secepatnya akan mengurus surat perceraiannya dan karena
kamu sudah berselingkuh dari saya, kamu tidak akan mendapatkan harta gono gini dari
Saya.' ucap farel dingin.
" Nggak, kamu nggak bisa menceraikan aku apalagi aku nggak dapat harta Gono gini.
nggak terima." Ucap Sasa.
" Pak polisi silahkan bapak bisa bawa wanita ini " Farel mempersilahkan mantan Istrinya untuk dibawa oleh polisi.
ke kantor polisi.
__ADS_1
Sasa pun di bawa pergi oleh polisi.
" Pak Bagas dan pak Aji Saya Sangat berterima kasih karena kalian sudah memberitahu saya tentang perselingkuhan Sasa. Dan saya juga meminta maaf kepada kalian atas apa yang telah dilakukan oleh Sasa ke mbak luna." Ucap farel yang meminta maaf ke Bagas dan Aji
" Nggak apa-apa pak Farel, kami mengerti tapi boleh saya
berbicara Sebentar dengan pak Farel. " ucap bagas
Farel Sendiri bingung bukannya dari tadi mereka sudah bicara.
"Sebenarnya Sebelum saya menemui pak farel saya bersama dengan mertua saya menemui pak Danang. Kami Cerita Sebenarnya ayah anda tapi ternyata ayah anda sudah tahu kalau sasa tidak baik dan dia mau menikah dengan kamu karena harta yang kamu miliki. Tapi saat kamu menikahi Sasa dan kamu
di usir oleh keluarga kamu. Apalagi semua fasilitas kamu di cabut dan hanya boleh mengelolah hotel. sebenarnya Sasa Sempat mencoba menggoda ayah kamu tapi ayah kamu tidak tergoda malah ayah kamu mengancam Sasa kalau masih menggodanya. Sebenarnya ayah kamu mau bilang ke kamu
cuma ayah kamu takut kamu nggak percaya. Ayah kamu bilang cuma bisa berdoa saja katanya supaya allah memperlihatkan ke kamu siapa Sebenarnya Sasa." ujar Bagas.
Farel Sangat kaget bagai mana bisa sasa mencoba menggoda ayahnya.
" Pak farel kalau saya boleh kasih saran, kembalilah ke keluarga pak Farel. Karena saat saya bertemu dengan ayah pak Farel, saya bisa melihat bagaimana beliau begitu merindukan pak Farel. Sebesar apapun kesalahan anaknya orang tua nggak akan pernah benar-benar membenci anaknya." ucap Bagas.
" Terima kasih pak Bagas, Insyaallah saya akan menemui mereka. Saya benar-benar berdosa dengan mereka padahal apa yang mereka lakukan ke saya hanya untuk kebaikan saya." Ucap Farel yang begitu sangat berdosa kepada kedua orang tuanya.
" Pak Farel kalau begitu kami pamit dulu, Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Dari hotel milik farel, Bagas dan Aji langsung pergi ke kantor polisi. Sampai kantor polisi Bagas dan Aji langsung menemui om putra dan bang Rizal.
" Saya nggak terima dan saya akan balas kalian." Ucap Sasa saat Bagas dan Aji datang.
Tak lama datang seorang laki-laki yang mereka tahu laki-laki itu adalah seorang pejabat daerah.
" Sayang tolong aku, aku nggak mau di penjara dan aku mau kamu membalas mereka." Tunjuk Sasa ke Bagas, Aji, bang Rizal dan om Putra.
Laki-laki itu langsung kaget saat melihat arah yang ditunjuk oleh Sasa.
" Pak Rizal, pak putra ada apa ya sebenarnya dan apa hubungannya dengan wanita itu." tanya laki-laki itu.
" Pak baskara sebelumnya perkenalkan ini pak Bagas beliau menantunya pak Gibran." Om Putra memperkenalkan Bagas ke laki-laki itu yang ternyata bernama baskara.
Bagas pun berkenalan dengan pak baskara, Setelah itu om putra pun menjelaskan permasalahannya.
" Maaf Sasa saya nggak bisa bantu kamu, kamu salah memilih lawan. Dan saya harap kamu jangan pernah menemui atau menghubungi saya lagi. Karena saya nggak mau kehilangan jabatan saya." ucap laki-laki itu dan kemudian pergi begitu saja.
__ADS_1
Setelah itu Bagas dan Aji pun ikut pergi dan menyerahkan ke bang Rizal dan om Putra.