Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
123. Tidak di restui


__ADS_3

Mami Zafira dan papi Bagas sudah berada di London bersama dengan mas Sakha.


" Ay teman kamu yang katanya mau menemui mami dan papi, kira-kira kapan teman kamu mau datang. Soalnya kamu tahu sendiri papi ke sini karena ada pekerjaan yang harus papi kerjakan." Ucap papi Bagas.


" Ayra sudah tanya pih, insyaallah besok siang mereka akan datang." Jawab Ayra.


" Baiklah, jadi besok papi akan kosongkan jadwalnya."


" Dan mami juga akan siapkan makan siang dan juga cemilan."


Keesokan harinya Ibrahim dan kedua orang tuanya juga kakaknya Ibrahim dan istrinya.


" Mari silahkan duduk " ucap papi Bagas menyuruh tamu untuk duduk.


Tak lama mami Zafira keluar bersama dengan ayra membawakan minuman dan juga kue.

__ADS_1


" Silahkan di minum dan di cicipi kuenya." Ujar mami Zafira.


Keluarga Ibrahim pun meminum dan mencicipi kue yang sudah mami Zafira sajikan.


Sebelum memulai obrolan ternyata sudah memasuki waktu dzuhur. Papi bagas mengajak untuk shalat dzuhur berjamaah terlebih dahulu. Setelah shalat mami Zafira mengajak tamu untuk makan siang terlebih dahulu.


Selesai shalat dan makan siang mereka kembali ke ruang tamu.


" Selamat siang, sebelumnya perkenalkan saya Abdul Razak ayah dari Ibrahim dan ini istri saya Siti Roslina. Kalau yang ini anak sulung saya Ja'far dan istrinya Nirmala. Kedatangan kami ke sini untuk niat baik yaitu anak saya Ibrahim menyukai nak ayra dan ingin meminangnya. Jadi apakah nak ayra mau menerima pinangan anak saya Ibrahim." Ucap ayahnya Ibrahim.


" Untuk niat baik nak Ibrahim karena niat baik nak Ibrahim ingin menjadikan Ayra untuk menjadi istri. Sebelumnya ada yang harus saya ceritakan tentang masa lalu Ayra." Papi Bagas menatap semua keluarga Ibrahim.


" Sebenarnya Ayra bukan anak kandung saya dan istri.' ucap papi Bagas yang membuat keluarga Ibrahim kaget.


" Ayra dan juga kakaknya saya adopsi setelah ayra di lahir kan, sedangkan ibu kandungnya meninggal dunia setelah melahirkan ayra. Kalau  ayah kandungnya saya nggak tahu saat ini kabarnya bagaimana karena saya juga nggak peduli. Tapi tergantung nanti apakah ayra mau ayahnya datang pas saat dia menikah atau tidak. Kalau ayra ingin ayahnya menyaksikan pernikahan ayra, saya akan cari ayah kandungnya tapi kalau tidak saya tidak akan mencari keberadaannya." Jelas papi Bagas.

__ADS_1


" Maaf sebelumnya kan ayah kandungnya yang akan menjadi wali nikahnya." Sela ayahnya Ibrahim.


" Iya memang ayah kandung yang akan menikahkan tapi ayah dan ibu kandungnya ayra tidak pernah ada ikatan pernikahan."


Papi bagas pun langsung menceritakan semua masa lalu ayra tanpa ada yang harus di tutup-tutupi.


Tiba-tiba mamanya Ibrahim bangun dari duduknya.


" Mama nggak mau ya punya menantu yang masa lalunya sangat buruk, ayo kita pulang." Ajak mamanya Ibrahim.


" Tapi mah..."


" Nggak ada tapi-tapian, kamu nggak dengar bapak kandungnya itu bajingan  dan juga bejat. Buah jauh nggak jauh dari pohonnya jadi nggak menutup kemungkinan keturunannya akan seperti bapak kandungnya." Ucap mamanya Ibrahim ketus.


" Benar kata mama kamu nggak kemungkinan anaknya juga nggak benar." Papanya Ibrahim pun mengikuti istrinya berdiri.

__ADS_1


__ADS_2