Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
70. Ayra tahu


__ADS_3

Andra tahu ayah kandungnya berada di kantor polisi. Tapi Andra sama sekali tak ada keinginan atau pun rindu ke ayahnya itu.


Di kantor polisi


Seperti perintah Gibran al-Fathir Mike hanya membuat perjanjian ke ayah kandung Andra dan Ayra untuk tidak mengganggu lagi.


Gibran al-Fathir hanya nggak mau cucunya merasa minder karena ayah kandungnya di jebloskan ke penjara karena berurusan dengan keluarga angkatnya.


Bagaimana juga dia ayah kandungnya Andra dan Ayra


Tapi kalau Andra maupun Ayra memang mau menemui ayah kandungnya. Dia sama sekali tidak melarang apalagi Ayra anak perempuan yang nantinya perlu ayah kandungnya untuk menikahkannya. Namun untuk orang itu mengambil kembali Andra dan Ayra untuk tinggal dengan mereka. Gibran al Fathir tidak akan mengizinkan karena dia sangat tahu bagaimana karakter dan tabiat orang tersebut.


" Mas Andra, Ayra boleh tanya." ucap ayra takut-takut saat itu hanya ada dia dan Sang kakak


" Mau tanya apa?" tanya andra lembut memandang adik


kandungnya yang tak pernah melihat ibu kandungnya.


" Apa benar ayah kandung kita nyari kita ke kantor papi."


tanya Ayra ragu.


Andra kaget dan langsung memandang adiknya itu seolah


bertanya bagaimana dia bisa tahu.


Ayra yang melihat sang kakak menatap tajam dirinya langsung menunduk takut.


" Ayra nggak Sengaja dengar."Jawab ayra sambil tertunduk takut kakak nya akan


marah

__ADS_1


" Kenapa kamu tanya ini."


" Nggak Ay Cuma takut kita diminta sama orang itu untuk ikut dengannya. Ay nggak mau


pisah sama keluarga ini." Ucap ayra yang langsung menangis.


" Siapa yang mau mengambil kita, kamu nggak usah takut Papi, Mami dan juga yang lainnya nggak akan pernah ngebiarin kita di bawa orang itu sudah Jangan nangis lagi". ucap Andra memeluk adiknya.


" Mas cuma mau pesan kamu Jangan pernah sendiri kamu


harus selalu bersama dengan Zee atau Mezza kamu mengerti kan."


Ayra mengangguk


*********


Berapa bulan berlalu mereka bisa bernapas lega karena ayah


kandungnya Andra dan Ayra sudah tidak lagi berusaha mendekatinya.


mezza baru selesai ekskul narinya dan sudah berganti baju. Mezza pun berjalan menuju lapangan basket tempat sepupunya Andra sedang latihan.


" Sudah mau pulang ya Mezza." tanya Mik yang sekelas dengan andra.


" Sudah tau pakai nanya." Jawab Mezza Judes


" Judes banget sih, pulang sama aku aja. Andra nya


masih lama tahu pulangnya." ucap mika yang memang menyukai Mezza.


" Mendingan nunggu mas Andra di bandingin pulang bareng mahluk astral."Ucap Mezza asal.

__ADS_1


" Astaga jahatnya masa Abang mika yang ganteng ini di bilang mahluk astral. Kalau nggak kita tunggu di kantin aja abang


mika yang traktir deh."ucap mika mika yang masih terus berusaha.


" Nggak perlu aku sudah


bawa minum dan Jajanan". Jawab


Mezza yang berlalu pergi menuju lapangan basket tempat sepupunya latihan. Mezza


pun duduk di kursi dekat lapangan sambil memakan Camilannya karena Andra masih setengah jam lagi baru Selesai latihannya.


Setelah selesai latihannya Andra pun langsung mendekati Mezza.


" Za sorry lama aku ganti baju dulu kamu mau ikut nunggu dekat toilet atau tunggu di sini." Tanya Andra.


" Aku tunggu di sana aja." Tunjuk Mezza ke pak Dewo yang sedang menyapu.


Pak Dewo adalah penjaga


sekolah.


" Ya sudah aku tinggal sebentar ya ." ucap Andra yang langsung pergi ke toilet untuk ganti baju.


Sedangkan Mezza juga langsung berjalan mendekati pak Dewo yang sedang menyapu.


" Eh neng Mezza belum pulang neng." Tanya pak Dewo.


" Belum pak masih nunggu Andra dulu. nggak apa-apa kan saya tunggu di sini."


" Nggak apa-apa neng silahkan tapi bapak kembali nerusin kerjaan bapak nggak apa-apa kan."

__ADS_1


" Oh silahkan pak lanjut saja."


Tak lama Andra pun selesai ganti baju lalu segera menghampiri sepupunya. Andra pun langsung mengajak Mezza pulang tapi sebelumnya di pamitan dulu ke pak Dewo.


__ADS_2